Benahi Layanan Kereta Api



CIANJUR-Kereta Api (KA) Siliwangi yang menyambungkan Cianjur dan Sukabumi kini diketahui kembali berstatus KA Perintis, artinya layanan transportasi massal ini mendapat subsidi dari pemerintah melalui alokasi Public Service Obligation (PSO). Sebelum berstatus KA Perintis, tarif dipatok mulai Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per orang untuk kelas ekonomi dan Rp35 ribu untuk kelas eksekutif. Kini, harga yang ditawarkan jauh berbeda, hanya Rp3 ribu per orang dengan kelas yang seluruhnya dipukul rata, yakni kelas ekonomi.

"Tentu ini menjadi sarana transportasi yang bisa dijangkau oleh masyarakat Cianjur dan sebagainya. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk berpartisipasi agar kereta bisa dikimati oleh semua," ungkap Manager Humas PT KAI Daop II Bandung kepada Radar Cianjur, Kamis (25/8) di saat berkunjung ke Stasiun Cianjur.

Sayangnya, menurut Franoto, sejak beberapa waktu lalu di beberapa titik Cianjur seringkali terjadi pelemparan KA oleh orang-orang tak dikenal tanpa alasan yang jelas. Sebelumnya, dalam setiap perjalanan KA menuju Sukabumi, kerap terjadi empat hingga lima kali pelemparan. Salah satu lokasi yang dianggap rawan pelemparan adalah kawasan Cilaku. Namun, berselang beberapa bulan terakhir, aksi pelemparan cemderung berkurang hingga tidak ada sama sekali.

"Karenanya kami selalu lakukan edukasi dan sosialisasi ke masyarakat, kira-kira tiga sampai empat kali seminggu. Kami himbau agar mereka jangan sampai melakukan hal-hal yang merugikan, seperti melempari kaca kereta sampai kacanya retak," ungkap Franoto.

Selain itu, pihaknya mengaku juga akan segera menertibkan kurang lebih 10 titik perlintasan liar di sepanjang jalur KA Cianjur-Sukabumi. Secara normatif, penertiban tersebut berdasarkan Undang-Undang nomor 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian. PT KAI rencananya akan menertibkan beberapa perlintasan yang tidak memiliki izin pemerintah, tidak memiliki rambu-rambu keselamatan dan tidak dijaga oleh petugas penjaga palang pintu perlintasan yang tersertifikasi.

"Memang sampai sekarang belum memakan korban dan kalau bisa jangan sampai memakan korban. Tapi tetap aturan itu harus dilakukan. Kita lakukan sesuai skala prioritas," lanjutnya.

Satu lagi yang tak kalah penting, masih kata Franoto, mengingat Cianjur dikategorikan rawan bencana, guna menjaga rasa aman dan nyaman kepada para penumpang, PT KAI sudah menyiapkan sejumlah personel khusus yang bertugas 1x24 jam. "Kami lakukan pengecekan jalur rel kereta setiap hari agar layak dilalui. Kami pastikan perjalanan aman dengan menyimpan petugas khusus stand by setiap harinya 1x24 jam," pungkas Franoto.

Sementara itu, Suherman (51) warga Gang Amalia I RT/RW 04/08 Kelurahan Sayang Kecamatan Cianjur berharap setiap harinya pelayanan KA semakin baik lagi. Ia mengaku sangat mendambakan kehadiran KA yang melayani jalur Cianjur-Bandung.

"Dulu waktu harganya masih tinggi, saya dengan warga sering naik kereta Sukabumi-Cianjur.
Berangkat subuh, ikut antre. Secara umum, pelayanannya cukup bagus. Tinggal satu lagi, kami ingin ada kereta ke Bandung, soalnya banyak warga saya juga yang kuliah dan bekerja di Bandung," harap Suherman, Ketua RT setempat.(lan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top