Radar Cianjur »
Berita Utama
»
Curahan Hati Veteran Cianjur di Kelurahan Sayang Punggung Tertembak Kompeni, Jadi Pemungut Barang Bekas
Curahan Hati Veteran Cianjur di Kelurahan Sayang Punggung Tertembak Kompeni, Jadi Pemungut Barang Bekas
Posted by Radar Cianjur on Rabu, 10 Agustus 2016 |
Berita Utama
![]() |
FOTO: M SUYUDHI/ RADAR CIANJUR
BERJASA: Wiri bangga mengenakan seragam saat berada dikediamannya (Atas). Wiri kini hanya menjadi pemulung memungut barang bekas di wilayah Kota Cianjur.
|
SALAH satu pahlawan Indonesia atau yang kini dikenal dengan sebutan Veteran ternyata masih ada di Cianjur. Namun sayang, pria bernama Wiri ini kini kondisinya sangat memprihatinkan. Padahal, laki-laki berusia 98 tahun ini merupakan salah satu dari 25 pejuang di Cianjur pada tahun 1944 melawan penjajah bangsa Belanda di wilayah Cianjur Selatan. Saat itu punggung belakangnya mengalami luka yang cukup parah akibat peluru tembakan dari penjajah Belanda.
Laporan : M Suyudhi, Cianjur
SOSOK pria tua asal Kampung Tugusari, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur ini mempunyai hati yang baik dan sikap yang dermawan. Ia merupakan pria kelahiran Cianjur 9 April 1928. Saat ia tumbuh dewasa di tahun 1944, ia pun mulai masuk menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) saat itu dan pangkat terakhirnya yaitu Sersan Dua (Serda). "Saya bersama kawan saya yang masuk TNI waktu itu ada sekitar 25 orang dari Cianjur. Tahun 1945 saya mulai melakukan latihan perang," katanya, Selasa (9/8) kemarin.
Setelah setahun lamanya menjalani latihan, ia pun mulai memasuki wilayah bangsa Belanda yang tengah menduduki wilayah di Cianjur Selatan tahun 1946. Ia dan rekan-rekannya berjuang di daerah Warung Bitung, Cianjur Selatan. Dimana yang pada sebelumnya ia memasuki kawasan tersebut dan menahan gencatan senjata melalui daerah Sukanagara. "Waktu itu kita bergerak ke Cianjur selatan dari tahun 1946 hingga 1947 lamanya," terangnya kepada Radar Cianjur di kediamannya.
Wiri a bercerita, dari 25 teman seperjuangannya, lima diantaranya gugur di medan perang. Saat itu, ia pun tak lepas dari tembakan musuh yang menghantam punggung belakangnya dengan sebuah peluru. "Pendarahan banyak. Saat itu saya merayap dan ditolong teman saya yang menembak bangsa Belanda dari arah belakang yang tengah menghampiri saya," ungkapnya.
Dari situlah, selesai pertempuran melawan bangsa Belanda di Cianjur Selatan. Hingga menginjak tahun 1949, ia serta 20 pejuang lainnya yang selamat dari peperangan melawan belanda pulang ke tempat tinggalnya masing-masing. "Saya tidak tau sampai sekarang 20 teman saya yang dulu seperjuangan melawan Belanda, apakah masih hidup atau tidaknya," jawabnya saat ditanyakan teman perjuangannya.
Kini ia pun menjalani kehidupan setiap harinya dengan sederhana dan apa adanya. Dengan hati yang baik dan sikap yang dermawan pada masyarakat disekitarnya. Sayangnya, pria yang dulu membela Tanah Air ini kini hanya bisa menjadi pemungut barang bekas. Hasil kerja kerasnya itulah yang digunakan untuk keperluan hidup sehari-hari.
Bahkan, rasa cintanya terhadap Indonesia membuatnya menggantungkan bendera Indonesia dan seragam dikediamannya. "Ini rumah pun dibangun oleh Kodim 0698 Cianjur dan untuk harapan, saya tidak berharap kepada pemerintah. Sampai saat ini saya gimana perintah komandan, tidak bisa bergerak sendiri," tutup Serda Veteran, Wiri. (*)
Populer
-
CIBEBER – Guna memenuhi kebutuhan air untuk lahan pertanian, Pemerintah Desa Mayak, Kecamatan Cibeber, membangun saluran irigasi tersier ...
-
*Mengajak Seluruh Insan Outomotif, Klub Motor, Organisasi lainnya Hadir di Acara Monumen Persaudaraan* CIANJUR- Bikers Brotherhood MC (...
-
Caption A, seseorang yang diduga mengaku sebagai pengacara diamankan di Kantor Kepala Desa Cikancana guna menghindari amuk masa. GEKBRO...
-
*) Nanang Rustandi BEGITU berseliweran berbagai informasi dan berita di era Jaman Now. Semua harus disortir mana yang benar-benar infor...



Tidak ada komentar: