Jemaah Bawa Jamu dan Jimat Akhirnya Bebas

Hasil gambar untuk Jamaah Bawa Jamu dan Jimat Akhirnya Bebas


JAKARTA-Jemaah Indonesia asal Pamekasan Jawa Timur, yang sempat ditahan karena membawa jamu sarang semut yang disangka narkoba dan rajah kini dibebaskan. Ya Ahmad Malik Tarsawi dinilai tak terbukti memiliki narkoba.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil menerangkan, Ahmad bebas pada pukul 13.30 siang waktu Saudi, Rabu (24/8). Saat ini, Ahmad berada bersama Abdul di Madinah. "Sekarang dia bersama dengan saya ada di Madinah," kata Djamil, saat dikonfirmasi.

Peristiwa penahanan terhadap Ahmad terjadi pada tanggal 12 Agustus 2016 lalu. Saat itu, dia ditahan pihak Bandara Madinah karena membawa jamu sarang semut dan jimat rajah. Urusan jimat bisa dijelaskan, namun jamu yang dibawa sempat dicurigai sebagai narkoba.

Setelah melalui tes urine dan proses pemeriksaan laboratorium terhadap jamu tersebut, akhirnya dipastikan jamu dan Ahmad negatif narkoba. Proses yang memakan waktu selama hampir dua pekan ini akhirnya beres dengan hasil yang membahagiakan.

"Saya rasa berkat kegigihan teman-teman dan upaya bersama semua pihak menjelaskan ke Arab Saudi tentang Pak Tarsawi sebagai jemaah haji biasa," terangnya.

Rencananya, Tarsawi akan diberikan kesempatan untuk beribadah di Madinah, lalu akan segera dibawa ke Makkah bergabung dengan rombongannya yang sudah lebih dulu di sana. Kondisi Tarsawi saat ini sehat walafiat. "Beliau menyatakan rasa syukurnya setelah sekarang ini dia bisa bergabung dengan rombongannya," terangnya.

Abdul Djamil terus mengimbau pada para jemaah agar berhati-hati dalam membawa barang bawaan. Selain yang dilarang di maskapai, jemaah juga harus memperhatikan benda-benda yang sensitif di Saudi seperti rajah.

Fungsi Konsuler KJRI Jeddah Ahmad Fadli menambahkan, kebebasan Ahmad berkat kerja keras tim konsuler yang berusaha meyakinkan kepala badan investigasi dan petugas badan narkoba Saudi bahwa KJRI siap menjamin Ahmad. Selain itu, Ahmad juga adalah seorang muhrim dari anaknya yang ikut berhaji.

"Dalam pendekatannya kita juga berusaha meyakinkan bahwa ini tidak ada unsur kesengajaan dan akan menjadi pelajaran ke depan bagi jemaah haji Indonesia," tambahnya.(*/net)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top