Lebaran Arab, Awas Marak Kawin Kontrak



CIANJUR-Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Deding Ishak, mendesak pihak Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Cianjur segera melakukan tindakan dalam mengantisipasi maraknya praktek kawin kontrak di kawasan Cianjur, terutama Cianjur Utara.

"Kami mendapat informasi di Kota Bunga ada aktivitas yang kurang baik, yaitu kawin kontrak. Karena itu kami meminta agar Kemenag Cianjur segera mencari solusi," desak politisi Partai Golkar tersebut usai menghadiri kegiatan Santunan Sosial di Gedung PLUT Gadog, Minggu (21/8).

Seiring kehadirannya di Cianjur yang tergolong rutin, Deding menilai, praktek kawin kontrak akan berdampak pada tatanan sosial dan budaya masyarakat yang ada. Sejatinya, para pendatang yang didominasi oleh wisatawan asal timur tengah menghormati kondisi sosial masyarakat, bukan malah justru memanfaatkannya untuk melampiaskan kebutuhan biologis.

"Sebagai bagian dari masyarakat global, tentu kita perlu menjalin hubungan baik dengan siapapun. Tapi sebagai tamu yang baik, mereka juga harus memahami dan mengerti bagaimana kondisi sosial masyarakat yang ada," imbuhnya.

Selain itu, Deding mengharapkan pihak berwenang, terutama aparat penegak hukum juga melakukan pengawasan yang intens. Pasalnya, tak jarang praktek kawin kontrak berpotensi menimbulkan praktek kejahatan lainnya.

"Tentu harus ada pengawasan dari aparat kita. Termasuk pihak kepolisian. Jika ada tindak kejahatan yang ditimbulkan dari kegiatan seperti itu, harapan kami bisa diminimalisir," tutupnya seraya mengimbau.

Senada dikatakan Ketua Majelis Dakwah Indonesia (MDI) Kabupaten Cianjur, Abdul Aziz Hamdan. Menurutnya, hukum kawin kontrak mutlak haram. "Hukumnya jelas haram, karena banyak mudharatnya. Ini juga perlu kesadaran semua pihak tentang hukum negara kita, karena hukum tidak berdasarkan hawa nafsu," tegas dia.

Aziz menambahkan, kawin kontrak dianggap sebagai pernikahan yang liar yang seringkali dilatarbelakangi oleh kebutuhan ekonomi. "Mereka melakukan itu karena tidak memenuhi persyaratan yang seharusnya. Bisa karena terdesak kebutuhan ekonomi, atau bisa saja hanya melihat keuntungan semata," pungkasnya.(lan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top