Pamoyanan jadi Gunung Sampah

FOTO: ARIS ARIANSYAH/ RADAR CIANJUR
JOROK: Bak sampah besar yang ada di belakang Stadion Badak Putih tak pernah kosong dipenuhi kumpulan sampah setiap hari.




METRO- Kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya nampaknya masih menjadi kendala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Cianjur. Tak hanya itu saja, ternyata fasilitas berupa bak sampah pun masih menjadi kendala. Seperti yang terjadi di wilayah Kelurahan Pamoyanan.

Ada satu titik sampah yang cukup menuai perhatian setiap masyarakat yang melintas di Jalan Slamet Riyadi. Bak sampah besar bekas dump armada truk pengangkut sampah digunakan sebagai fasilitas pembuangan sampah. Namun, seolah tidak diperhatikan, sampah yang menggunung kerap memenuhi dump dan berserakan hingga keluar sehingga membuat kondisi lingkungan menjadi kumuh, bau dan tak nyaman.

Lurah Pamoyanan, Yayat Supriatna memaparkan, sosilisasi kepada masyarakat untuk membuang sampah sudah dilakukan. Artinya, tumpukan sampah yang memenuhi titik itu sudah menunjukkan warga membuang sampah pada tempatnya. Namun, permasalahan yang timbul kini sampah justru merajalalela semakin banyak dan berceceran di jalan.

Padahal, baik DKP maupun kelurahan sering mengangkut sampah. Permasalahannya, dump besar itu terletak di tiga RW yaitu RW 8, 18 dan 22. "Warga dari tiga RW buang semua di sana. Belum lagi masyarakat lain yang lewat, semua ramai-ramai main buang aja di sana juga," ujarnya kepada Radar Cianjur.

Ia menjelaskan, kelurahan selalu mengangkut sampah terhitung sejak pukul 11:00 hingga 15:00. Sedangkan masyarakat, diwajibkan membuang sampah pada pukul 18:00 hingga 04:00. (yaz)

GRAFIS
Waktu buang sampah masyarakat
Waktu pungut sampah desa/kelurahan
Sumber: DKP Kabupaten Cianjur


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top