Waspada Beredar SIM Palsu


* SIM A Asli Jadi B1, Ditempel Scanner Plastik


CIANJUR-Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Cianjur berhasil mengamankan seorang sopir bernama Mulyadi (40), warga Kampung Babakan Kandang Desa Wangunjaya RT 03/02 Kecamatan Campaka Cianjur.

Mulyadi ditangkap saat terjaring operasi rutin yang dilakukan petugas di Jalan KH Abdullah bin Nuh Cianjur pada Selasa (9/8), setelah kedapatan memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) B1 Palsu.

Saat diperiksa, SIM B1 tersebut nampak seperti asli. Namun polisi curiga setelah melihat kondisi fisik SIM. Ketika diteliti ternyata SIM tersebut berbentuk SIM A asli yang ditempel dengan scanner plastik hingga menyerupai SIM B1 asli.

SIM palsu tersebut juga terlihat berbeda dari kualitas cetakan SIM asli. Hasil pemeriksaan sementara pihak kepolisian, sang sopir, Mulyadi mengaku mendapatkan SIM B1 palsu itu dari kenalannya yang berprofesi sebagai supir angkutan kota (angkot) jurusan Pagelaran-Cianjur berinisial D.

"Hingga kini, masih kita dalami. Kita berkoordinasi dengan rekan-rekan di Satreskrim untuk mengungkap kasus pemalsuan tersebut. Pelaku masih kita buru keberadaannya," terang Kasat Lantas Polres Cianjur, AKP R Erik Bangun Prakasa.

Menurut Erik, pengemudi bernama Mulyadi itu terlihat santai ketika diminta menunjukan surat-surat kelengkapan kendaraannya. Begitu juga ketika diminta menunjukan SIM miliknya.

"Anggota kita Iptu Muhaemin curiga, karena kondisi fisik SIM yang ditunjukan oleh supir itu terlihat berbeda dengan SIM yang biasa dikeluarkan oleh Satuan Pelayanan Administrasi (Satpas) Polres Cianjur. Selain dilaminating, hasil kualitas cetakannya juga kurang bagus, dan ternyata ketika plastik laminating di sobek bagian dalamnya ternyata SIM A," terang Erik.

Satlantas sendiri sudah berkoordinasi dengan Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) untuk menindaklanjuti temuan tersebut. "Kita tindaklanjuti dengan menyerahkan temuan ini ke Satreskrim. Karena ini masuknya ranah pemalsuan. Syukurlah bisa terdeteksi, berkat kejelian anggota yang melakukan operasi rutin. Kita akan lebih meningkatkan kewaspadaan karena khawatirnya SIM semacam itu banyak dipakai masyarakat" lanjut Erik lagi.

Erik menyebut jika operasi rutin dengan sasaran alat kelengkapan berkendara dan kepemilikan surat-surat memang tengah menjadi fokus utama jajarannya. Hasil pemeriksaan pada kejadian kecelakaan lalu lintas di Jalur Cianjur-Sukabumi diketahui jika sopir truk maut tidak memiliki SIM.

"Ini salah satu upaya pencegahan kejadian kecelakaan yang merugikan banyak pihak kembali terulang, selain itu kita ada rencana membuat 'crash stop' untuk jalur rawan yang diperuntukan bagi kendaraan yang mengalami rem blong," tambahnya.(lan/net)



Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top