* Domba Kurban Cianjur Grade A

350 Ternak Kurban Diperiksa

CIANJUR-Terhitung sejak Kamis (8/9) pagi, sedikitnya 350 hewan kurban mulai dari sapi, domba dan kambing yang tersebar di sejumlah kawasan Cianjur mendapat pemeriksaan dari Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan (Disnakanlut) Kabupaten Cianjur. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh mulai dari pemeriksaan mata, mulut, gigi, bulu, serta faktor lain termasuk kotoran.

Kasi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disnakanlut Kabupaten Cianjur, Agung Riyanto menjelaskan, pemeriksaan tersebut dilakukan agar masyarakat nantinya dapat membeli hewan kurban yang memang layak untuk dikonsumsi. Berbeda dengan ternak komersil untuk kebutuhan sehari-hari, pemeriksaan hewan kurban perlu dilakukan lebih intensif lantaran perputaran transaksinya yang cepat dan menyebar.

“Yang cacat kita minta pada para pedagang tidak boleh dijual. Kalau sakit tidak boleh disuntik, karena akan menimbulkan residu antibiotik yang membekas. Bukan hanya pemeriksaan luar, pemeriksaan dalam juga kami lakukan,” tegas Agung.

Selain itu, kualifikasi hewan kurban yang memenuhi syarat juga menjadi fokus perhatiannya. Faktor utamanya adalah usia hewan yang bisa dikategorikan dewasa dan sudah mampu melakukan 
reproduksi. Untuk Domba, Agung menyebut salah satu ciri utamanya terletak pada gigi seri depan. 

Jika gigi seri domba tersebut lepas secara alamiah, maka bisa dikategorikan dewasa dan layak dijual. Sementara untuk sapi, usianya berkisar satu tahun. Berbeda dengan domba, meski sudah satu tahun, sapi belum siap melakukan reproduksi.

“Selang usia delapan bulan, domba biasanya bagian gigi seri akan mulai renggang lalu lepas dengan sendirinya. Ini yang seringkali dimanfaatkan, tapi akan kelihatan mana yang dilepas paksa dan mana yang lepas secara alamiah,” papar Agung.

Yang dianggap sebagai nilai plus, sambung Agung, saat melakukan transaksi, beberapa umat muslim biasanya kerap melakukan proses ijab-kabul. Meski dipandang sepele, namun hal tersebut biasanya berdampak besar, terlebih untuk transaksi hewan kurban seperti sapi yang kebanyakan didatangkan dari luar Cianjur.

“Sapi kebanyakan dari daerah Jawa. Intinya kita ingin agar hewan kurban ini baik sapi, kambing maupun domba terjamin halal, aman, utuh dan sehat. Ditambah pada saat disembelih sesuai syariat islam,” paparnya.

Sementara itu, dua personel dokter hewan yang diutus Dinas Peternakan Jawa Barat (Disnak Jabar), Budina Eka Prasetya dan Andi Hariswan mengakui kualitas sejumlah domba ternak di Cianjur. Keduanya memaparkan hal tersebut usai menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) ke sejumlah penjual domba kurban di Cianjur.
“Kita cek temperatur tubuh, kondisi fisik, bulu, serta pemeriksaan lainnya. Kebanyakan domba dijual dengan kondisi yang bagus dan layak. Lubang-lubang tidak mengidikasikan adanya penyakit. Tapi kami tetap berpesan agar domba yang sakit 



Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top