Radar Cianjur »
Berita Utama
»
Curhatan OS Dibalik Jeruji Besi
Curhatan OS Dibalik Jeruji Besi
Posted by Radar Cianjur on Jumat, 24 Februari 2017 |
Berita Utama
Pasrah sebagai Penebus Dosa
CIANJUR-Genap 52 hari sudah, mantan Kepala Desa Neglasari, Kecamatan Bojongpicung, OS mendekam dibalik jeruji besi Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas IIB Cianjur.
Seperti diketahui, OS terlibat kasus korupsi penyelewengan dana Bantuan Provinsi, Bantuan Kemenpora dan Dana Desa tahun anggaran 2014-2015 silam. Kini, OS hanya bisa pasrah menanti putusan pengadilan.
Radar Cianjur mencoba menyambangi OS di Lapas Klas IIB Cianjur, Kamis (23/2) siang sekitar pukul 13.00 WIB. Seperti biasanya, lapas yang biasa disebut Pesantren At-Taubah itu dijaga ketat petugas Polsuspas dan petugas lainnya.
Sebelum masuk ke ruangan, ada pengamanan berlapis. Satu per satu pembesuk digeledah petugas, khawatir ada yang membawa barang-barang yang dilarang untuk dibawa. Usai digeledah, baru kemudian si pembesuk diperbolehkan menemui tahanan.
Saking ketatnya dan tidak ingin pengamanan kecolongan, Radar Cianjur juga tidak diperkenankan membawa alat elektronik, baik ponsel maupun alat perekam wawancara. Jangankan itu, mengambil gambar juga tidak diperbolehkan. Alhasil, Radar Cianjur harus berupaya mencatat secara manual apa yang disampaikan OS saat itu.
Berselang beberapa menit, OS yang dipanggil petugas akhirnya dapat ditemui. Wajahnya nampak pasrah. Maklum saja, ini pengalaman pertama OS berada di lingkungan baru Lapas.
Saat itu, OS nampak mengenakan baju muslim warna krem, lengkap dengan peci hitam. Dengan terbuka, OS tak keberatan saat Radar Cianjur meminta waktu untuk sekedar wawancara.
"Saya masuk di sini sejak tiga Januari 2017. Masih ada waktu sampai sebelas Maret 2017 nanti, sampai saya dipindahkan ke Bandung. Saya juga belum tahu kapan mau ada jadwal pengadilan. Lengkapnya, saya serahkan pada kuasa hukum, Pak Nurdin. Silahkan tanya saja beliau, baik itu kronologis atau apapun," kata OS kepada Radar Cianjur.
Di lapas berkapasitas 450 orang, yang dihuni 756 warga binaan itu, OS tak jarang menerima tamu kunjungan. Baik itu dari pihak keluarga, kerabat, sampai ke rekan sejawatnya sesama kepala desa. Namun, sebagai salah seorang yang rutin menjalin komunikasi dengan Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Cianjur, OS masih menyayangkan belum ada satupun pengurus Apdesi Cianjur yang menjenguknya.
"Keluarga sering ada yang menjenguk. Selain itu warga saya juga banyak yang datang. Sebagai seorang suami dan ayah, tentu yang paling saya khawatirkan keluarga di rumah. Mudah-mudahan Allah SWT menjaga mereka. Bayangkan saja kalau anda ada di posisi saya," sambung OS dengan mata berkaca-kaca.
OS cenderung tertutup saat ditanya soal perkara penggelapan anggaran negara yang menjeratnya. Bukan tanpa alasan, kejahatan korupsi sangat jarang dilakukan oleh satu orang, melainkan dilakukan dengan memanfaatkan sebuah sistem sambil memanfaatkan celah yang ada. OS pun mengakui bahwa yang ia lakukan salah, dengan catatan salah secara administratif.
Entah apa yang dimaksudkan OS. Disisi lain, OS seakan menyembunyikan nama-nama ataupun pihak lain yang diduga ikut terlibat menyelewengkan dana negara tersebut.
"Saya mengaku salah secara administratif. Selengkapnya, sekali lagi, tanya saja Pak Nurdin. Saya tidak mau buruk sangka, tidak mau suudzon. Sekarang, lebih baik saya serahkan segalanya sama Allah SWT. Mungkin ini untuk menebus dosa-dosa saya yang lalu," tuturnya.
Kini, OS lebih memilih untuk pasrah dan mengikuti proses hukum yang berlaku. Kendati mengakui bahwa apa yang ia lakukan salah, namun OS kembali menegaskan harapannya agar hukum ditegakan seadil-adilnya. Sampai hari ini, OS belum mengetahui siapa ataupun pihak mana yang melaporkannya. Namun demikian, OS tak ingin mempersoalkan hal tersebut. Ia memilih bungkam seraya mengarahkan Radar Cianjur untuk menemui kuasa hukumnya, Nurdin.
"Yang mengelola anggaran saat itu bukan saya, tapi ada LPM juga. Biarkan saya, pemimpin di desa yang menanggung semuanya. Saya yakin keadilan dapat ditegakkan dengan seadil-adilnya. Terima kasih untuk semua pihak yang sudah memberi dukungan maupun motivasi," tandasnya seraya berpamitan.(lan)
Populer
-
ILUSTRASI SEBUAH studi baru menemukan bahwa menonton TV berkaitan dengan beberapa penyebab utama kematian di Amerika Serikat. Sembil...
-
CIBEBER-Atin Supriatna (59) warga Kampung Irigasi RT 04/03, Desa Cikondang, Kecamatan Cibeber, tewas terseret air Sungai Cikondang. Se...
-
CIANJUR - Pererat silaturahmi sesama penggemar musik Sabyan Gambus khususnya, dan pemuda/i yang mencintai Sholawat yang tergabung dalam ...
-
CIANJUR – Butuh rumah strategis, Perumahan Grand Amanda solusinya. Grand Amanda di Jalan Aria Wiratanudatar, Sindanglaka-Cianjur, p...
-
Neng Eem didampingi Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VI Jakarta Hari Suko Setiono, tinjau evakuasi longsor, di Cianjur Selat...
-
GEKBRONG – Dibalik jabatannya sebagai ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Songgom, Kecamatan Gekbrong, Muhammad Ahmad Jalal...
-
PANIK: Warga sempat panik mobil di pom bensi terbakar CIPANAS-Warga dan para pengguna jalan di Cipanas sempat dihebohkan dengan muncu...
-
Bagi pemilik perusahaan salon mobil, Auto Detailing System, yang beralamat di Jalan KH Abdullah Bin Nuh Cianjur. Taufik MM, bersemangat ...

Tidak ada komentar: