Radar Cianjur »
Berita Utama
»
Jenazah Pembina Mapala Ditemukan
Jenazah Pembina Mapala Ditemukan
Posted by Radar Cianjur on Selasa, 14 Maret 2017 |
Berita Utama
CIANJUR- Sejak dinyatakan hilang pada Sabtu (11/3), jenazah Eko Haspari (33) akhirnya ditemukan, Rabu (13/3), di Waduk Jangari, Blok Nusa Dua, Desa Hegarmanah, Kecamatan Sukaluyu. Jenazah Eko ditemukan mengambang oleh salah seorang warga yang hendak memancing di Sungai Cisokan, sekitar pukul 06.30 WIB.
Bhabinkamtibmas Polsek Sukaluyu, Aiptu Aep Karyaman membenarkan penemuan jenazah Eko, korban yang sudah tiga hari dilaporkan mengambang di kawasan Nusa Dua, Desa Hegarmanah, Kecamatan Sukaluyu, ditemukan petugas gabungan dari Tim SAR, BPBD, TNI-Polri dan Satgana PMI Cianjur, hingga akhirnya melakukan evakuasi jenazah Eko.
Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Asep Suparman mengatakan, dari informasi yang berhasil dihimpun, jenazah Eko ditemukan di Gua Lalay, Desa Hegarmanah, Kecamatan Sukaluyu, dengan tubuh yang tersangkut di ranting pohon. Pola penyisiran jenazah Eko dilakukan selama dua hari berturut-turut dengan membagi dua tim. Hari terakhir pencarian dilakukan dengan cara disentralisir di kawasan Nusa Dua.
"Laporan yang kami terima dari warga, mayat tersangkut ranting pohon. Pohon itu bentuknya melengkung sampai ke permukaan air, dan disitulah jenazah korban ditemukan. Petugas lalu mengidentifikasi, ternyata benar itu adalah Eko yang dilaporkan hilang di Sungai Cisokan. Diperkirakan korban sudah terbawa hanyut lebih dari enam kilometer jauhnya," papar Asep kepada wartawan.
Setelah ditemukan, petugas kemudian membawa jenazah Eko ke Puskesmas Ciranjang, namun ditolak lantaran pihak puskemas tidak melayani hal tersebut. Jenazah Eko kemudian dilarikan ke Instalasi Pemulasaraan Jenazah (IPJ) dan Kedokteran Forensik RSUD Cianjur untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut. Menjelang petang, jenazah Eko lalu dijemput keluarganya untuk dikebumikan di Bandung.
Seperti diberitakan sebelumnya, Eko Haspari, pembina Pecinta Alam Universitas Pasundan (Unpas) Bandung, terseret arus Sungai Cisokan sejak Sabtu (11/03). Warga asal Jalan Raya Rancaekek, Majalaya RT/09 RW/01, Desa Rancaekek Wetan, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung itu hanyut terseret arus Sungai Cisokan lantaran terpukau melihat pesona Curug Cidukuh. Ia pun berenang menghampiri air terjun untuk sekedar mengabadikan momen lewat jepretan kamera. Eko berhasil mencapai tujuannya. Nahas, saat ingin kembali, korban malah terbawa arus sungai. Ironisnya, korban saat itu tidak menggunakan pelampung ataupun alat pengaman lainnya.
"Jangan karena merasa sudah mahir berenang langsung begitu saja meceburkan diri ke sungai tanpa perlengkapan keamanan. Cisokan memang permukaannya terlihat tenang, tapi di arusnya deras di bawah. Kami harap dengan kejadian ini, semuanya lebih berhati-hati," tandasnya seraya mengimbau.(lan)
Populer
-
Abdulatif BEBERAPA wilayah di Indonesia akan melaksanakan pesta demokrasi Pilkada serentak, tepatnya hari Rabu pada tanggal 27 Ju...
-
SAMBUTAN: Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar berikan sambutan dalam workshop mamaos DKC di Taman Pancaniti Cianjur. FOTO : DENI ABDUL ...
-
SETELAH meraih peringkat ketiga di Piala Presiden 2017, Persib Bandung mulai merancang agenda lanjutan untuk mengisi kekosongan jelang tam...
-
Warga Cibiuk Tolak Pabrik CIRANJANG – Warga Kampung Andir RT01/09, Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang , mengeluhkan proses pelaksana...
-
CIANJUR-Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Cianjur membatasi dana kampanye masing-masing pasangan calon peserta pemilihan bupati dan wakil b...
-
GEKBRONG – Dibalik jabatannya sebagai ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Songgom, Kecamatan Gekbrong, Muhammad Ahmad Jalal...
-
CIANJUR - Kepala Bidang Penyiapan Perumusan dan Kebijakan Reformasi Birokrasi Kementrian Aparatur Negara dan Reforasi Birokrasi (Menpan-R...
-
JAKARTA-Sekretaris Jenderal Mahkamah Agung Nurhadi batal diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi, Kamis (31/3). Seharusnya, ia diperiksa...

Tidak ada komentar: