Radar Cianjur »
cianjur cerdas
,
Cianjur Raya
»
Pesantren Pergerakan, Upaya Lestarikan Pendidikan Kepesantrenan
Pesantren Pergerakan, Upaya Lestarikan Pendidikan Kepesantrenan
Posted by Radar Cianjur on Senin, 11 Juni 2018 |
cianjur cerdas,
Cianjur Raya
CIANJUR - Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Cianjur lestarikan sistem pendidikan ala pesantren dengan menggelar launching Pesantren Pergerakan di auditorium PC NU Cianjur. Minggu (10/6).
"Krisis pendidikan karakter saat ini nyaris menjadi perhatian kita, masalahnya produk sistem pendidikan nasional belum berdampak terhadap karakter bangsa yang kian hari malah menghawatirkan," ujar Ketua PC PMII Cianjur, Sopwanudin.
Menurutnya, Pesantren adalah warisan sistem pendidikan pendiri bangsa sejak jaman wali sanga bahkan menjadi alternatif melebihi kurtilas yang saat ini dicanangkan oleh pemerintah.
"Pesantern hari ini dipandang sebagai metode pendidikan jadul, padahal dari pesantren banyak melahirkan tokoh-tokoh bangsa yang secara keilmuan tidak diragukan, bahkan di daerah kebanyakan alumni pesantren bisa langsung mengabdi dan memimpin masyarakat," ungkapnya.
Maka, dia menegaskan pendidikan pondok pesantren harus terus dilestarikan dengan meneruskan nilai kepesantrenan di kampus melalui PMII. Yang notabene saat ini kepedulian pemerintah terhadap pesantren sudah terlihat dengan adanya hari santri nasional.
"Dengan hari santri jadikan momentum kebangkitan santri dengan memelihara sistem pendidikan kepesantrenan, namun jangan terlalu uporia dengan hal ini, santri harus tetap tawadlo dan rendah hati serta istiqomah dengan memegang nilai ahlusunnah waljama'ah," tegasnya.
Sementara itu, Ketua panitia Pesantren Pergerakan M. Mustopa mengungkapkan nilai terdisi kepesantrenan yang melahirkan gagasan kepesanternan dibatang tubuh PMII dengan merawat keilmuan pesantren.
"Semoga program yang kita launcing kali ini bisa berjalan sesuai dengan semangat kepesantrenan, yaitu dengan menggali ilmu kampus atau ke pmii an dengan balagohan, tadarusan, sorogan dan sistem lainnya," terang dia. (Rc)
"Krisis pendidikan karakter saat ini nyaris menjadi perhatian kita, masalahnya produk sistem pendidikan nasional belum berdampak terhadap karakter bangsa yang kian hari malah menghawatirkan," ujar Ketua PC PMII Cianjur, Sopwanudin.
Menurutnya, Pesantren adalah warisan sistem pendidikan pendiri bangsa sejak jaman wali sanga bahkan menjadi alternatif melebihi kurtilas yang saat ini dicanangkan oleh pemerintah.
"Pesantern hari ini dipandang sebagai metode pendidikan jadul, padahal dari pesantren banyak melahirkan tokoh-tokoh bangsa yang secara keilmuan tidak diragukan, bahkan di daerah kebanyakan alumni pesantren bisa langsung mengabdi dan memimpin masyarakat," ungkapnya.
Maka, dia menegaskan pendidikan pondok pesantren harus terus dilestarikan dengan meneruskan nilai kepesantrenan di kampus melalui PMII. Yang notabene saat ini kepedulian pemerintah terhadap pesantren sudah terlihat dengan adanya hari santri nasional.
"Dengan hari santri jadikan momentum kebangkitan santri dengan memelihara sistem pendidikan kepesantrenan, namun jangan terlalu uporia dengan hal ini, santri harus tetap tawadlo dan rendah hati serta istiqomah dengan memegang nilai ahlusunnah waljama'ah," tegasnya.
Sementara itu, Ketua panitia Pesantren Pergerakan M. Mustopa mengungkapkan nilai terdisi kepesantrenan yang melahirkan gagasan kepesanternan dibatang tubuh PMII dengan merawat keilmuan pesantren.
"Semoga program yang kita launcing kali ini bisa berjalan sesuai dengan semangat kepesantrenan, yaitu dengan menggali ilmu kampus atau ke pmii an dengan balagohan, tadarusan, sorogan dan sistem lainnya," terang dia. (Rc)
Populer
-
CIANJUR - Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Cianjur lestarikan sistem pendidikan ala pesantren denga...
-
Berkaca dari Kabupaten Lombok Barat yang memiliki infrastruktur yang memadai dan merata hampir di seluruh kawasan. Saat ini dae...
-
CIANJUR- Negara Indonesia terkenal akan Sumber Daya Alam (SDA) yang sangat melimpah seperti kopi. Maka tak heran apabila di Indo...
-
SOSIALISASI : Para peserta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya saat kegiatan sosialisasi empat pilar. CIANJUR- Anggota Komisi V...
-
Neng Eem sosialisasikan empat pilar MPR di Desa Gelaranyar Kecamatan Pagelaran. CIANJUR -Pimpinan Banggar MPR RI yang juga anggota DPR...
-
CIBEBER-Atin Supriatna (59) warga Kampung Irigasi RT 04/03, Desa Cikondang, Kecamatan Cibeber, tewas terseret air Sungai Cikondang. Se...
-
IKRAR: Pengurus PC IKA PMII Cianjur ucapkan ikrar saat pelantikan. CIANJUR-Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII...
-
CIPANAS- Pedagang daging ayam potong di Pasar Tradisional Cipanas, ancam gelar aksi demo. Menyusul harga daging ayam yang terus melo...


Tidak ada komentar: