Gawel-Hamzah Lolos Verifikasi Dukungan

CIANJUR-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cianjur memastikan, syarat dukungan bagi pasangan bakal calon (bapaslon) dari jalur non partai politik (independen, red) lolos verifikasi dukungan. Hal itu terungkap dalam rapaf pleno verifikasi dukungam tahap dua yang digelar di aula KPUD Cianjur di Jalan H Ir Juanda, Selakopi, Kamis (20/8).
Hal ini menandakan bahwa perjuangan panjang tim sukses bapaslon Deni Sunarya SH-dr Zaini Hamzah akhirnya berbuah manis. Karena itu, bapaslon tersebut tinggal menunggu sidang pleno penetapan pasangan calon yang akan digelar pada 24 Agustus mendatang.
Dalam rapat pleno verifikasi faktual dukungan tahap kedua tersebut, pasangan yang mengusung tagline Gazpoll itu berhasil menambah 95.927 suara dukungan dari 152 ribu dukungan yang sudah disetorkan ke KPUD Cianjur beberapa waktu lalu.
Adapun jumlah dukungan yang berhasil dikumpulkan oleh Gawel-Hamzah pada verifikasi tahap pertama sebanyak 78.796 suara dukungan. Maka, jika dijumlahkan dengan perolehan jumlah dukungan pada verifikasi tahap kedua, didapatkan total dukungan sebanyak 174.723.
Ketua KPUD Cianjur, Anggy Sofia Wardhani, usai rapat pleno, mengatakan, total jumlah tersebut melebihi jumlah minimal dukungan yang diamanatkan dalam perundangan.
"Jumlah minimal dukungan yang menjadi syarat adalah sebanyak 144.031. Ini sesuai dengan aturan yaitu sebanyak 6,5 persen dari jumlah penduduk di Kabupaten Cianjur," ujar Ketua KPU Kabupaten Cianjur, Anggy Shofia Wardany usai rapat pleno di aula KPU Kabupaten Cianjur, kemarin.
Dari total jumlah dukungan tersebut, kata Anggy, didapatkan dari 31 kecamatan di seluruh Kabupaten Cianjur. Setelah melalui proses verifikasi dan validasi, berhasil dikumpulkan dukungan yang sebanyak 95.927.
"Hanya satu kecamatan yang tidak ada dukungannya pada tahan kedua yakni Kecamatan Campakamulya. Tidak ada suara dukungan yang masuk dari sana," jelas Anggy
Dengan hasil rapat pleno itu, Anggy memastikan, bahwa bapaslon Gawel-Hamzah dinyatakan lolos verifikasi dukungan. Setelah proses ini, lanjut Anggy, tinggal menunggu hasil pada penetapan mendatang.
"Tinggal penetapan saja. Itu kepastiannya," imbuh dia.
Di tempat yang sama, Kepala Divisi Pengawasan Panwaslu Kabupaten Cianjur, Agus Jaelani, menjelaskan bahwa dukungan kepada Gawel-Hamzah kali ini jauh berbeda dengan pada tahap pertama yang dinilainya masih sangat kurang rapu. Kali ini, kata dia, dukungan yang diserahkan lebih rapi dan sistematis sehingga lebih memudahkan dalam proses verifikasi dan validasinya.
"Pada tahap pertama banyak data fiktif dan tidak jelas. Pada tahap kedua ini dokumennya lebih rapi dan lebih bagus dibanding sebelumnya," singkat dia.
Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Gawel-Hamzah, Palas Saputra, mengaku cukup senang dengan hasil kerja tim yang bisa meloloskan pasangan calon yang didukungnya itu. Selain itu, dia pun merasa yakin bahwa sejak awal hasil dukungan yang dikumpulkannya bisa meloloskan bapaslon tersebut.
"Alhamdulillah, kerja keras kami tidak sia-sia. Dukungan untuk pasangan ini bisa menjadi modal untuk melangkah ke tahapan selanjutnya," kata dia.
Selain itu, menilik pada kerja keras dan hasil verifikasi, pihaknya optimistis bisa memenangkan Pilbup Cianjur 2015 ini karena mendapatkan dukungan yang nyata dari masyarakat. Dengan bekal tersebut, pihaknya pun meyakini bisa memenangkan pilbup dengan target 80 persen suara.
"Pokona mah tagline sekarang 'daek keked moal aya elehan' untuk pemenangan Mang Gawel-Zaini," tegas dia.
Di sisi lain, untuk pengamanan jalannya rapat pleno KPUD Cianjur itu, Polres Cianjur mengerahkan pengamanan cukup ketat. Terhitung, sebanyak 2 SSK dari SatSabhara dan Dalmas Polres Cianjur ditambah 1 SSK Brimob pun tmpak ditempatkan di sekitar Kantor KPUD Cianjur. Bahkan, Jalan Ir H Juanda ditutup menjadi satu arah yang menuju ke perempatan Hypermart. Sedangkan dari arah sebaliknya, jalanan ditutup hingga pertigaan Suge.
Kapolres Cianjur, AKBP Asep Guntur Rahayu melalui Kabag Ops Hilman Muslim, mengatakan, dalam upaya pengamanan ini, pihaknya tidak mau kecolongan dan menyiagakan sebanyak 3 satuan setingkat kompi (SSK), 2 SKK dari Polres Cianjur dan 1 SSK dari Brimob.
"Pelayanan pengamanan ini bukan untuk kantor KPU saja, tapi untuk semua kalangan. Baik itu warga, pengunjung, calon bupati, bahkan wartawan pun akan kami lindungi. Sementara untuk rantis ini juga untuk siapa saja, pasti kami amankan," papar Hilman, kemarin.
Hilman mengatakan, tidak semua personel dilengkapi dengan senjata karena setiap anggota yang berjaga sesuai dengan satuan dan instruksinya masing-masing. Adapun senjata laras panjang hanya boleh dibekalkan kepada puluhan anggota, terutama anggota Brimob.
"Pengamanan ini dilakukan dari berbagai aspek, termasuk lalu lintas agar aktivitas pengendara juga tidak terganggu. Intinya biar aman, nyaman, dan menjaga ketertiban," pungkas Hilman.(ruh)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top