Musim Kemarau, Penghasilan Petani Turun

PACET - Petani sayur mayur di wilayah Cipanas dan Pacet beberapa bulan terakhir mengalami kerugian. Penyebabnya akibat musim kemarau panjang.
Hasanudin (34) warga Kampung Sarongge Girang Desa menjelaskan, akibat musim kemarau hasil panen mengalami penurunan hingga  50 persen. "Empat bulan terakhir ini hasil panen sayuran mengalami penurunan,” jelasnya singkat.
Diakuinya, sejumlah tanaman sayuran milik petani tidak berkembang akibat kurang mendapatkan pasokan air. Apalagi di wilayah kami kebanyakan lahan untuk sayur mayur merupakan lahan tadah hujan.
"Areal lahan kami ini tidak masuk saluran irigasi tekhnis, sehingga saat kemarau kami kesulitan sekali," paparnya.
Pihaknya menyesalkan sekali pemerintah seolah tidak solusi membuat irigasi. Padahal, lahan pertanian sayur mayur di Pacet dan Cipanas itu banyak sekali.
"Miris sekali hanya petani padi saja yang diperhatikan, sedangkan kami petani sayur mayur malah diabaikan," keluhnya.
Menurut Jaenudin (41) warga Sarongge Girang lainnya, menambahkan jika kondisi seperti ini berkelanjutan, bisa saja para petani sayuran akan menganggur. Pasalnya, saat ini dirinya mengalami penurunan produksi terus menurut.
"Memang permintaan pasar sangat tinggi namun barang tidak ada jelas ini membuat kami bingung," ujarnya.
Kepala Desa Ciputri Rohman menjelaskan, kondisi para petani sayuran tengah mengalami penurunan penghasilan akibat dampak kekeringan.

"Ini terjadi setiap kemarau, namun saat ini musim kemarau agak panjang sehingga membuat petani kesulitan. Kami akan berusaha berusaha menanganinya, dan mengharapkan bantuan pemerintah," singkatnya. (fhn)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top