Partai Gagal Cetak Kader Terbaik

CIANJUR-Majunya tiga pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Cianjur yang tidak memiliki latar belakang sebagai kader partai, dinilai sebagai kegagalan partai dalam mencetak kader-kader terbaik untuk bersaing pada Pilkada Cianjur.
Ketua LSM Kompac Dedi Mulyadi mengatakan, partai politik sebagai mesin untuk menghasilkan pemimpin tidak mampu mencetak kader terbaiknya. “Ya saya rasa partai-partai sekarang gagal mencetak kader terbaik untuk bersaing di pilkada. Kita lihat sekarang yang maju sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati itu semua bukan kader partai,” ujarnya.
Menurut pria yang akrab disapa Dedi Toser ini, dukungan yang diberikan partai politik kepada bukan kader itu menandakan partai tidak memiliki kepercayaan dimata publik, sehingga lebih memilih untuk mendukung calon yang dinilai kuat, meskipun bukan seorang kader partai. “Ya tidak bisa kita pungkiri, mungkin dalam pilkada ini partai memilih untuk menang, dan bisa juga partai lebih memilih uang, sehingga siapa saja yang siap maju itu yang diusung. Tapi kalau kita perhatikan memang kaderisasi partai itu banyak yang mati,” ucap pria yang juga merupaklan salah satu kader patai besar di Cianjur.
Sekretaris DPC Demokrat Cianjur, Gatot Subroto memiliki pandangan lain, tidak adanya kader terbaik salah satu partai yang maju pada pilkada, bukan berarti partai gagal mencetak kader. Namun itu dikarenakan banyak faktor. “Siapa bilang gagal. Kalau partai gagal cetak kader, itu tidak akan dapat kursi di dewa. Karena yang duduk di dewan itu rata-rata kader terbaik,” ujarnya.
Menurut mantan Ketua DPRD Cianjur ini, masalah pilkada itu beda dengan pileg. Karena di pilkada itu kental dengan anggaran. “Bukan masalah kadernya, tapi ada gak kader yang siap mengeluarkan uang besar untuk maju di pilkada. Karena biasanya kader partai tidak memiliki kesempatan menumpuk uang. Makanya dalam pilkada itu banyak yang maju bukan dari kader partai,” ungkapnya.

Sebagai pengurus salah satu partai, Gatoto berharap kepada bupati yang jadi nanti betul-betul memperhatikan partai. “Ya kepada pemimpin yang berhasil harunya memperhatikan partai. Jangan hanya menjadikan partai sebagai alat untuk maju saja. Kalau sudah jadi lupa,” pungkasnya.(jun) 


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top