Trigana Air Jatuh Bukan karena Cuaca

SENTANI-Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengungkapkan, pesawat Trigana Air Service jenis ATR 42 PK YRN dengan nomor penerbangan IL 267, yang jatuh di Kampung Bape Perbatasan antara distrik Seram dengan Oksob Kabupaten Pegunungan Bintang Papua, Minggu (16/8) lalu, bukan karena faktor cuaca.
Sebab, sesuai hasil laporan BMKG setempat, cuaca saat itu sangat cerah. "Pesawat Trigana jatuh bukan akibat cuaca yang buruk, tapi karena faktor lain," ujar Ignasius kepada wartawan di Lanud Jayapura, Selasa (18/8).
Menurut Jonan, sesuai laporan BMKG pada hari itu, cuaca sangat baik. "BMKG Pegunungan Bintang menyatakan situasi saat itu cerah terbuka tidak tertutup awan," kata dia.
Ignasius menambahkan, sebelum pesawat Trigana mendarat di Bandara Oksibil, ada pesawat lain juga mendarat. "Ada pesawat lain juga di Oksibil," ujar Jonan. Untuk itu, tim masih menyelidiki penyebab kecelakaan pesawat tersebut. "Nanti akan diteliti KNKT apa sebenarnya yang terjadi," ucap dia.
Trigana Air yang jatuh pada Minggu 16 Agustus 2015 ditemukan dalam kondisi hancur pada koordinat 04 derajat 49 menit 289 lintang selatan, 140 derajat 29 menit 953 bujur timur. Pesawat diduga menabrak gunung lalu jatuh di ketinggian 8.500 kaki.
Pesawat itu hilang kontak saat terbang dari Bandara Sentani, Jayapura, dengan tujuan Bandara Oksibil, Pegunungan Bintang. Pesawat mengangkut 54 orang yang terdiri dari seorang kapten pilot, seorang kopilot, seorang mekanik, seorang pramugari, dan 49 penumpang.(*/net)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top