Hujan Datang, Jalan jadi Kubangan

AIR menggenangi pusat kota Cianjur, saat hujan, Kemarin. (FOTO: HERLAN/RC)
CIANJUR – Peralihan musim yang terjadi di sebagian besar wilayah Cianjur dalam beberapa hari terakhir kini mulai memberikan dampak kepada masyarakat, khususnya untuk para pengguna jalan. Hujan dengan intensitas yang cukup tinggi disertai angin kencang ternyata tak dapat diantisipasi oleh pihak terkait hingga mendatangkan banjir.
Seperti yang berada di Jalan KH Abdullah bin Nuh (BLK) Kecamatan Cianjur. Jalan tersebut dalam beberapa hari terakhir menjadi langganan genangan air hingga setinggi mata kaki, ketika hujan tiba. Pantauan Radar Cianjur, di kawasan tersebut memang tergenang air akibat buruknya saluran drainase, sehingga air hujan tak dapat mengalir dengan baik.
Kondisi tersebut tentunya dikeluhkan sejumlah pengguna jalan, seperti yang disampaikan oleh salahseorang pengendara roda dua, Yudistira (26), yang kala itu tengah berteduh menunggu hujan reda sepulang kerja.
Ia mengeluhkan keberadaan genangan tersebut yang bisa saja menimbulkan kecelakaan kepada para pengendara, khususnya pengendara roda dua.
“Lihat saja genangannya sampai setinggi mata kaki orang dewasa, bahkan bisa lebih. Kalau ada lubang di jalan, atau ada material batu yang terbawa air, lalu tergenang, jadi tidak kelihatan. Itu sangat membahayakan,” kesal Yudistira yang berprofesi sebagai karyawan swasta ini.
Tak hanya itu, lanjut Yudistira. Ia melihat, tak sedikit kendaraan yang memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi pada saat hujan mengguyur.
“Perhatikan saja, itu kendaraan ngebut, ada kubangan juga tetap saja dipaut gasnya. Otomatis, air yang di kubangan itu muncrat kemana-mana. Karena itu, saya lebih memilih untuk berteduh dulu daripada kena semprot air selokan yang bikin gatal-gatal,” tambahnya.
Terpisah, hal serupa juga terjadi di kawasan Jalan Dr Muwardi (bypass), Kecamatan Cianjur yang termasuk kawasan padat kendaraan. Lagi-lagi buruknya sistem drainase membuat kawasan tersebut digenangi air setinggi mata kaki orang dewasa.
Zaenal Asikin Muqodas (24), yang terpaksa berteduh dalam perjalanan pulangnya mengatakan, hujan deras yang mengguyur harusnya bisa dimanfaatkan dengan baik.


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top