Radar Cianjur »
Metro Cianjur
»
Hujan Datang, Jalan jadi Kubangan
Hujan Datang, Jalan jadi Kubangan
Posted by Radar Cianjur on Senin, 09 November 2015 |
Metro Cianjur
![]() |
AIR menggenangi pusat kota Cianjur, saat hujan, Kemarin. (FOTO: HERLAN/RC)
|
CIANJUR – Peralihan musim yang
terjadi di sebagian besar wilayah Cianjur dalam beberapa hari terakhir kini
mulai memberikan dampak kepada masyarakat, khususnya untuk para pengguna jalan.
Hujan dengan intensitas yang cukup tinggi disertai angin kencang ternyata tak
dapat diantisipasi oleh pihak terkait hingga mendatangkan banjir.
Seperti yang berada
di Jalan KH Abdullah bin Nuh (BLK) Kecamatan Cianjur. Jalan tersebut dalam
beberapa hari terakhir menjadi langganan genangan air hingga setinggi mata kaki, ketika hujan tiba. Pantauan Radar
Cianjur, di kawasan tersebut memang tergenang air akibat buruknya saluran
drainase, sehingga air hujan tak dapat mengalir dengan baik.
Kondisi tersebut
tentunya dikeluhkan sejumlah pengguna jalan, seperti yang disampaikan oleh salahseorang
pengendara roda dua, Yudistira (26), yang kala itu tengah berteduh menunggu hujan reda sepulang kerja.
Ia mengeluhkan
keberadaan genangan tersebut yang bisa saja menimbulkan kecelakaan kepada para
pengendara, khususnya pengendara roda dua.
“Lihat saja
genangannya sampai setinggi mata kaki orang dewasa, bahkan bisa lebih. Kalau
ada lubang di jalan, atau ada material batu yang terbawa air, lalu tergenang,
jadi tidak kelihatan. Itu sangat membahayakan,” kesal Yudistira yang berprofesi
sebagai karyawan swasta ini.
Tak hanya itu,
lanjut Yudistira. Ia melihat, tak sedikit kendaraan yang memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi pada
saat hujan mengguyur.
“Perhatikan saja,
itu kendaraan ngebut, ada kubangan juga tetap saja dipaut gasnya. Otomatis, air yang di kubangan itu muncrat
kemana-mana. Karena itu, saya lebih memilih untuk berteduh dulu daripada kena
semprot air selokan yang bikin gatal-gatal,” tambahnya.
Terpisah, hal
serupa juga terjadi di kawasan Jalan Dr Muwardi (bypass), Kecamatan Cianjur
yang termasuk kawasan padat kendaraan. Lagi-lagi buruknya sistem drainase
membuat kawasan tersebut digenangi air setinggi mata kaki orang dewasa.
Zaenal Asikin
Muqodas (24),
yang terpaksa berteduh dalam perjalanan pulangnya mengatakan, hujan deras yang
mengguyur harusnya bisa dimanfaatkan dengan baik.
Populer
-
SURABAYA-Sebanyak 15 unsur Kapal Perang Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) bersiap diri bergabung dengan Gugus Keamanan La...
-
KARANGTENGAH – Wahana Aspirasi Masyarakat (WAM) menyoroti kondisi maraknya bangunan yang berorientasi industri dan komersial, khususnya pem...
-
SMAN 1 Cilaku sambut HUT RI ke-71 dengan berbagai perlombaan yang melibatkan siswa dan guru. Kesiswaan SMAN 1 Cilaku, Mukti Tauf...
-
CIANJUR-Sedikitnya 18 taruna Akademi Militer (Akmil) Magelang yang datang dari seluruh penjuru nusantara digembleng secara khusus di...
-
JAKARTA-Kasus Bupati Ogan Ilir AW Nofiadi Mawardi dibekuk BNN dalam kasus dugaan penggunaan narkoba, memunculkan wacana pentingnya ...
-
CUGENANG-Desa Cibeureum Kecamatan Cugenang rencanakan APBDES untuk pembangunan. Pasalnya, pembangunan merupakan program yang harus diutama...
-
ORMAS perempuan muda Nahdlatul Ulama Cianjur atau Fatayat NU, mensosialisasikan Kesehatan Reproduksi (Kespro) pada remaja di Yayasan A...
-
PETANI Cianjur, sedang memanen padi, yang saat ini makin tergerus industri CIANJUR - Padi Pandanwangi merupakan satu-satunya varietas u...


Tidak ada komentar: