Radar Cianjur »
Cipanas
»
Berdiri Tahun 1800-an, Rusak dan rawan Ambruk,Menengok Mess Perkebunan Teh Sisa Zaman Belanda
Berdiri Tahun 1800-an, Rusak dan rawan Ambruk,Menengok Mess Perkebunan Teh Sisa Zaman Belanda
Posted by Radar Cianjur on Kamis, 07 Januari 2016 |
Cipanas
Sekitar
25 KK huni Mess Perkebunan Teh PT Maskapai Perkebunan Mulia di Kampung Cisereuh
RT6/5, Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas. Mereka terpaksa menghuni rumah layak
huni dengan alasan ketidakmampuan.
Warga yang tinggal di mess perkebunan saat ini sebenarnya turunan keempat dari
para buruh perkebunan yang sudah tinggal di mess sejak zaman Belanda. Kondisi
mess yang terbuat dari bilik dan kayu sebenarnya sudah tidak layak huni.
Bagaimana
tidak, kondisi rumah didirikan sejak zaman Belanda belum pernah mendapatkan
perbaikan, penghuni hanya memperbaiki bagian-bagian yang dianggap penting
karena tidak memiliki dana untuk meperbaikinya.
Para
penghuni yang merupakan buruh perkebunan teh kerap dihantui rasa takut
ketika turun hujan deras disertai angin
kencang. Mereka takut kalau-kalau rumah tempat tinggalnya rubuh karena tidak
kuat menahan tekanan angin kencang.
"Rumah
kami ini sudah ada sejak tahun 1800-an, konstruksi bangunan juga dari kayu
zaman Belanda,” terang Encang (47) salah seorang penghuni mess perkebunan teh.
Dijelaskannya,
warga yang tinggal di mess perkebunan rata-rata meneruskan rumah sisa
peninggalan buyut-nya, karena disini kebanyakan keturunan para buruh perkebunan
teh. "Kalau dulu zaman Belanda bangunan panggung seperti ini terbilang
bagus, namun karena dimakan usia kondisinya semakin mengkhawatirkan,” jelasnya.
Jumlah
rumah panggung (mess) milik PT Maskapai Perkebunan Mulia sebanyak 20 unit, yang
dibangun dengan model yang sama dan panggung.
"Memang
kalau dilihat bentuknya unik dan jarang terlihat di zaman sekarang ini. Namun
inilah kami yang hanya bisa tinggal di rumah seperti ini dengan berbagai
keterbatasannya," ujar Encang.
Diakuinya,
semua penghuni mess sangat menginginkan tinggal di rumah yang lebih layak,
karena kondisi bangunan mess sudah tidak layak huni dan rawan ambruk, apalagi
pada saat turun hujan deras dengan angin kencang.
"Kalau
ada bantuan menyediakan rumah, kami akan bersyukur. Namun kami terkendala
dengan status tanah, karena tanah ini bukan milik kami tapi milik perusahaan,”
ungkapnya.(**)
Populer
-
CIANJUR-Upaya pencarian korban terseret air sungai Cianjur sudah ditemukan. Mas'ud (50) seorang warga Kampung Sukasirna RT 03/02, D...
-
CIANJUR- Tim sepakbola katagori usia 10 tahun (U-10) peserta didik asuhan SSB Atep 7 Kabupaten Cianjur, menjuarai piala Rektor IPDN dan A...
-
CIANJUR – Polisi Wanita (Polwan) Satuan Lalulintas (Satlantas) Kepolisian Resort ( Polres ) Cianjur meng gelar pembersihan pelan...
-
CIPANAS memiliki segudang bakat dan kemampuan, juga banyaknya prestasi yang diraih, tidak lantas menjadi sebuah bahan pertimbang...
-
CIANJUR -Sedikitnya empat orang terduga penyalahguna narkoba jenis shabu-shabu dan obat-obatan daftar jenis G diamankan Badan Narkotika ...
-
PS TNI 0-3 Persib BOGOR-Stadion Pakansari Bogor, kembali jadi saksi kemenangan Persib, saat duel dengan tuan rumah PS TNI, Minggu ...
-
CIANJUR-Pesta demokrasi di ibu kota Jakarta selesai dilaksanakan, Rabu (15/2). Berdasarkan hasil hitung cepat beberapa lembaga. Pasangan ...
-
KURANG dari satu pekan pesta sepakbola terbesar di benua Eropa atau yang dikenal dengan Euro 2016 akan dimulai. Turnamen yang akan...

Tidak ada komentar: