Harap-harap Cemas di CFD


CIANJUR – Setelah dipindahkannya lokasi Pasar Induk Cianjur ke Pasar Induk Pasirhayam, disusul dengan peresmian Lapangan Prawatasari menjadi Taman Prawatasari, sejumlah pedagang yang setiap akhir pekannya memanfaatkan area Car Free Day (CFD) sebagai tempat berjualan dan mengumpulkan keuntungan, merasa cemas dan seakan dihantui dengan penetapan aturan baru yang akan memindahkan lokasi CFD ke tempat baru.
Kecemasan itu seperti yang diungkapkan Ari (30), salahseorang pedagang pakaian. Ia berpendapat bahwa berjualan di lokasi manapun tidak akan ada bedanya selama ia punya pelanggan, namun apabila lokasi CFD pindah, ia khawatir para pelanggannya kesulitan untuk mendatangi tempat tersebut.
“Yang saya dengar mau dipindahkan, belum tahu kemana. Kami hanya bisa mengikuti aturan, kalau disuruh pindah, ya pindah. Yang saya khawatirkan itu para langganan, yang pasti kesulitan ketemu saya di tempat baru, atau tempat itu lebih susah dicapai,” ujarnya saat ditemui hari Minggu (24/1) kemarin di Jalan Abdullah Bin Nuh.
Hingga berita ini ditulis, rencana tentang kepindahan lokasi CFD memang sudah sangat sering didengar, dan ada dua lokasi yang paling sering disebut sebagai tujuan kepindahannya, yakni Jalan Pramuka dan jalur jalan baru antara Jalan Perintis Kemerdekaan dengan Terminal Pasirhayam, meskipun mengenai hal ini belum ada pihak yang bisa memastikan.
Pembicaraan tentang kepindahan lokasi CFD memang lebih banyak berkembang di antara para pedagang yang secara rutin menggelar barang dagangan mereka setiap hari Minggu di lokasi yang sekarang dipergunakan. Para penikmat CFD lainnya seperti komunitas-komunitas yang biasa menampilkan bakat mereka, dan anggota masyarakat Cianjur yang mempergunakan lokasi ini sebagai tempat berolahraga menganggap bahwa kepindahan CFD ke tempat baru tidak akan mempengaruhi eksistensi mereka.
“Menurut saya, lokasi CFD yang sekarang terlalu sempit dan terlalu pendek. Bisa dilihat setiap hari Minggu, lokasi utama CFD hanya bisa menampung para pedagang. Pejalan kaki susah lewat, komunitas-komunitas dan orang yang butuh ruang olahraga lebih sering mengalah dan berkumpul di jalur BLK Residence,” komentar Reza (22), seorang penggiat komunitas musik Cianjur.
Sebagian warga lainnya yang lebih banyak memanfaatkan area CFD sebagai kawasan bersantai setiap hari Minggu, tidak banyak berkomentar mengenai rencana kepindahan ini, namun sebagian besar dari mereka berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur bisa lebih sering mensosialisasikan rencana-rencana pengembangan kota kepada masyarakat, sehingga ketika aturan baru diberlakukan, masyarakat sudah bisa mempersiapkan diri dari awal, dan tidak kaget dengan perubahan-perubahannya.
“Seperti kepindahan pasar dan perubahan jalur angkutan, seharusnya itu disampaikan secara luas kepada masyarakat, sehingga sebelum diberlakukan, masyarakat sudah tahu dan bersiap-siap. Sekarang ini saya sendiri kaget dengan perubahan-perubahan yang ada, banyak yang tidak diketahui oleh masyarakat dan diputuskan secara sepihak oleh Pemkab,” kata Hamdan (35), warga Limbangansari.

Belum ada keterangan resmi mengenai rencana ini yang dikeluarkan oleh pihak Pemkab Cianjur, dan warga Cianjur agaknya dipaksa untuk bersabar lebih lama lagi untuk bisa mendengar kepastian mengenai semua rencana perubahan yang akan diberlakukan di kota mereka. (blx)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top