Radar Cianjur »
Metro Cianjur
»
Harap-harap Cemas di CFD
Harap-harap Cemas di CFD
Posted by Radar Cianjur on Senin, 25 Januari 2016 |
Metro Cianjur
CIANJUR – Setelah dipindahkannya lokasi Pasar Induk Cianjur
ke Pasar Induk Pasirhayam, disusul dengan peresmian Lapangan Prawatasari
menjadi Taman Prawatasari, sejumlah pedagang yang setiap akhir pekannya
memanfaatkan area Car Free Day (CFD)
sebagai tempat berjualan dan mengumpulkan keuntungan, merasa cemas dan seakan
dihantui dengan penetapan aturan baru yang akan memindahkan lokasi CFD ke
tempat baru.
Kecemasan itu seperti yang diungkapkan Ari (30),
salahseorang pedagang pakaian. Ia berpendapat bahwa berjualan di lokasi manapun
tidak akan ada bedanya selama ia punya pelanggan, namun apabila lokasi CFD
pindah, ia khawatir para pelanggannya kesulitan untuk mendatangi tempat
tersebut.
“Yang saya dengar mau dipindahkan, belum tahu kemana. Kami
hanya bisa mengikuti aturan, kalau disuruh pindah, ya pindah. Yang saya
khawatirkan itu para langganan, yang pasti kesulitan ketemu saya di tempat
baru, atau tempat itu lebih susah dicapai,” ujarnya saat ditemui hari Minggu
(24/1) kemarin di Jalan Abdullah Bin Nuh.
Hingga berita ini ditulis, rencana tentang kepindahan lokasi
CFD memang sudah sangat sering didengar, dan ada dua lokasi yang paling sering
disebut sebagai tujuan kepindahannya, yakni Jalan Pramuka dan jalur jalan baru
antara Jalan Perintis Kemerdekaan dengan Terminal Pasirhayam, meskipun mengenai
hal ini belum ada pihak yang bisa memastikan.
Pembicaraan tentang kepindahan lokasi CFD memang lebih
banyak berkembang di antara para pedagang yang secara rutin menggelar barang
dagangan mereka setiap hari Minggu di lokasi yang sekarang dipergunakan. Para
penikmat CFD lainnya seperti komunitas-komunitas yang biasa menampilkan bakat
mereka, dan anggota masyarakat Cianjur yang mempergunakan lokasi ini sebagai
tempat berolahraga menganggap bahwa kepindahan CFD ke tempat baru tidak akan
mempengaruhi eksistensi mereka.
“Menurut saya, lokasi CFD yang sekarang terlalu sempit dan
terlalu pendek. Bisa dilihat setiap hari Minggu, lokasi utama CFD hanya bisa
menampung para pedagang. Pejalan kaki susah lewat, komunitas-komunitas dan
orang yang butuh ruang olahraga lebih sering mengalah dan berkumpul di jalur
BLK Residence,” komentar Reza (22), seorang penggiat komunitas musik Cianjur.
Sebagian warga lainnya yang lebih banyak memanfaatkan area
CFD sebagai kawasan bersantai setiap hari Minggu, tidak banyak berkomentar
mengenai rencana kepindahan ini, namun sebagian besar dari mereka berharap agar
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur bisa lebih sering mensosialisasikan
rencana-rencana pengembangan kota kepada masyarakat, sehingga ketika aturan
baru diberlakukan, masyarakat sudah bisa mempersiapkan diri dari awal, dan
tidak kaget dengan perubahan-perubahannya.
“Seperti kepindahan pasar dan perubahan jalur angkutan,
seharusnya itu disampaikan secara luas kepada masyarakat, sehingga sebelum
diberlakukan, masyarakat sudah tahu dan bersiap-siap. Sekarang ini saya sendiri
kaget dengan perubahan-perubahan yang ada, banyak yang tidak diketahui oleh
masyarakat dan diputuskan secara sepihak oleh Pemkab,” kata Hamdan (35), warga
Limbangansari.
Belum ada keterangan resmi mengenai rencana ini yang
dikeluarkan oleh pihak Pemkab Cianjur, dan warga Cianjur agaknya dipaksa untuk
bersabar lebih lama lagi untuk bisa mendengar kepastian mengenai semua rencana
perubahan yang akan diberlakukan di kota mereka. (blx)
Populer
-
Neng Eem ingatkan masyarakat pentingnya empat pilar MPR RI CIANJUR- Anggota DPR RI, yang juga anggota MPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa H...
-
PENGURUS MWC Karangtengah dan Mande dilantik CIANJUR-PCNU Kabupaten Cianjur gelar konsolidasi yang merupakan amat organisasi dimasa ak...
-
PERINGATI Hari Air Sedunia, AQUA Grup Tanam Pohon BOGOR-Dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia ke-25 yang jatuh pada tanggal 22 M...
-
CIANJUR-Saat ini SMAN 1 Cianjur tengah melaksanakan Ujian Akhir Semester (UAS). Humas SMAN 1 Cianjur, Siti Nuraini menuturkan, UA...
-
CIANJUR-Untuk antisipasi hal-hal yang tak diinginkan, Polres Cianjur menetapkan Kabupaten Cianjur berstatus siaga 1, akibat suhu politik...
-
CIANJUR-Kurang lebih 30 Hektare sawah di Kampung Pasirgede Desa Mekargalih, Kecamatan Ciranjang terpaksa gagal panen akibat diserang ham...
-
WARUNGKONDANG–Depot jamu yang secara diam-diam suka menjula miras dan minuman oplosan di Kampung Cibinong, Desa Ciwalen, Kecamatan Warun...
-
CIPANAS- Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) akan segera menuntaskan berbagai kasus pengrusakan areal taman nas...

Tidak ada komentar: