Radar Cianjur »
Cianjur Raya
»
Plus dan Minus Perubahan Jalur Angkot Sebagian Untung, Sisanya Rugi
Plus dan Minus Perubahan Jalur Angkot Sebagian Untung, Sisanya Rugi
Posted by Radar Cianjur on Senin, 25 Januari 2016 |
Cianjur Raya
CILAKU – Sejumlah jalur trayek
angkutan kota (angkot) di Kabupaten Cianjur telah dirombak pasca dipindahkannya
lokasi pasar dari Pasar Induk Cianjur dan Pasar Induk Bojongmeron ke Pasar
Induk Pasirhayam. Hal itu dilakukan, selain untuk mengurai kemacetan dan
penumpukan angkot dalam areal perkotaan, juga dilakukan untuk menopang
keberadaan Pasar Pasirhayam. Namun dirombaknya trayek angkutan kota
tersebutmembuat sejumlah sopir angkot sebagian merasa diuntungkan, juga ada yang
dirugikan.
Setiap kali ada tatanan yang
dirubah, masyarakat tentu memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan perubahan
tersebut, sebelum bisa benar-benar menerimanya, dan memanfaatkan sekecil apapun
perubahan tersebut.
Bergesernya lokasi pasar ke
Pasirhayam, dan dirubahnya beberapa rute angkutan masih menjadi keluhan warga
kota dan para pengemudi angkot karena belum terbiasa dengan tatanan yang ada,
dan tak jarang hal tersebut malah membuat mereka menjadi rugi.
Abuy (33),salahseorang sopir angkotjurusan
Cianjur-Gekbrong, kepada Radar Cianjur hari Minggu (24/01) kemarin di terminal bayangan
pertigaan Pasir Hayam, Kecamatan Cilaku, mengaku pendapatannya menurun tajam
sejak dirubahnya jalur angkutan.
"Sejak rute dirubah, kami tidak
diperkenankan lagi mengakses jalan Aria Cikondang. Kami harus ke Terminal Pasirhayam,"
ujar Abuy.
Menurutnya, hal tersebut jelas
merugikannya, karena rute angkotjurusan Cianjur-Gekbrong menjadi jauh lebih pendek.
"Penumpang kami banyak dari
rute yang lama. Sekarang harus ke terminal Pasirhayam. Mau dapat banyak
penumpang gimana? Rute kami jadi
pendek,” keluhnya.
Ia juga mengeluhkan kondisi terminal
yang membutuhkan waktu lebih lama untuk mengaksesnya, sehingga ia lebih memilih
untuk lebih sering berada di terminal tak resmi alias bayangan untuk
mendapatkan penumpang. Saat ini, setiap hari ia harus menyerahkan setoran yang
jumlahnya ditentukan oleh pemilik angkot sebesar 100 ribu rupiah per hari.
“Sisa pendapatan adalah jatah
saya. Saat ini pendapatan selalu kurang dari jumlah setoran, saya harus
menanggung kekurangannya,” pungkas Abuy.
Hal berbeda diungkapkan Indra (25),
sopir angkot 02B jurusan Terminal Pasirhayam-Jalan Siti Jenab, ia mengaku
setelah dirubahnya rute angkutan, justru pendapatannya jadi bertambah.
“Setelah dirubah, rute saat ini yang
melintas ke Jalan Siliwangi hanya angkot 02B, jadi tidak punya saingan trayek
lain,” ujarnya.
Di luar keluhan para pengemudi
angkutan, banyak warga yang setiap harinya mempergunakan angkot sebagai sarana
angkutan utama, menjadi kebingungan dengan perubahan rute ini, terlebih mereka
yang sudah lama berlangganan angkutan yang sama. Dengan bergesernya lokasi
pasar dan dirubahnya rute, banyak di antara mereka yang kehilangan kendaraan
langganannya.
Ekses lain dari perubahan ini juga melahirkan
terminal-terminal bayangan baru di dekat lokasi pasar dan Terminal Pasirhayam,
sehingga harapan untuk berkurangnya kemacetan belum bisa terpenuhi.
Populer
-
Neng Eem ingatkan masyarakat pentingnya empat pilar MPR RI CIANJUR- Anggota DPR RI, yang juga anggota MPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa H...
-
PENGURUS MWC Karangtengah dan Mande dilantik CIANJUR-PCNU Kabupaten Cianjur gelar konsolidasi yang merupakan amat organisasi dimasa ak...
-
PERINGATI Hari Air Sedunia, AQUA Grup Tanam Pohon BOGOR-Dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia ke-25 yang jatuh pada tanggal 22 M...
-
CIANJUR-Saat ini SMAN 1 Cianjur tengah melaksanakan Ujian Akhir Semester (UAS). Humas SMAN 1 Cianjur, Siti Nuraini menuturkan, UA...
-
CIANJUR-Untuk antisipasi hal-hal yang tak diinginkan, Polres Cianjur menetapkan Kabupaten Cianjur berstatus siaga 1, akibat suhu politik...
-
CIANJUR-Kurang lebih 30 Hektare sawah di Kampung Pasirgede Desa Mekargalih, Kecamatan Ciranjang terpaksa gagal panen akibat diserang ham...
-
WARUNGKONDANG–Depot jamu yang secara diam-diam suka menjula miras dan minuman oplosan di Kampung Cibinong, Desa Ciwalen, Kecamatan Warun...
-
CIPANAS- Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) akan segera menuntaskan berbagai kasus pengrusakan areal taman nas...

Tidak ada komentar: