Radar Cianjur »
Ekonomi Bisnis
»
Harga Daging Ayam Meroket
Harga Daging Ayam Meroket
Posted by Radar Cianjur on Jumat, 08 Januari 2016 |
Ekonomi Bisnis
| NAIK : Salah satu pedagang daging ayam di pasar tradisional Ramayana Kabupaten Cianjur menjajajakan dagangannya. |
CIANJUR -
Pemerintah telah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, menjadi
Rp7.150, yang semula Rp7.300 per liter. Sedangkan harga solar turun menjadi
Rp5.950 dari harga Rp6.700 per liter.
Namun,
bahan sembako disejumlah pasar tradisional Cianjur masih tinggi. Seperti halnya
pada harga daging ayam. Kenaikan itu dimungkinkan kurangnya pasokan akibat
banyaknya pemesanan ataupun peminat daging ayam.
Andri
Kusuma, salah satu pedagang daging ayam di Pasar Ramayana Cianjur mengatakan,
meskipun perayaan tahun baru serta hari natal sudah lewat, harga daging ayam di
Cianjur masih belum stabil, yang mencapai Rp38 ribu perkilonya, sedangkan
sebelumnya Rp30 ribu perkilonya.
“Kenaikan
harga daging ayam itu terjadi secara bertahap dan kenaikannya terjadi beberapa
pekan lalu pasca menjelang natal dan tahun baru. Saat ini, kita jual ayam Rp37
hingga Rp38 ribu perkilonya, sedangkan untuk ceker ayam dijual Rp28 ribu. Kalau
sebelumnya ceker Rp26 ribu,” paparnya.
Akibat
mahalnya daging ayam, Andri mengurangi stok barang jualannya. “Biasanya stok
barang sampai 1,5 kuintal, karena sekarang daging ayam belum stabil, menyetoknya
hanya 75 kilo perharinya,” akunya.
Azmi,
pedagang Daging Ayam di Pasar Pasir Hayam mengatakan, kenaikan daging ayam
secara bertahap setelah hari natal dan tahun baru disebabkan kurangnya pasokan.
“Harga
bahan pokok khsususnya harga daging ayam selalu berubah, seperti pekan lalu
harga ayam hanya Rp30 hingga Rp32 ribu, sekarang harus menjual sekitar Rp37
hingga Rp38 ribu perkilonya," ucapnya.
Kepala
Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten
Cianjur, Judi Adhi Nugraha mengatakan, naiknya harga daging ayam dipicu banyak faktor. Selain
akibat pendistribusian daging ayam, juga karena banyaknya peminat daging ayam,
sehingga harganya alami kenaikan. Meskipun tidak dipungkiri harga BBM saat ini
tengah turun. “Dikarenakan banyaknya peminat serta kurangnya pasokan dari agen,
harga daging ayam pun mengalami kenaikan, mengingat cuaca penghujan seperti ini
yang biasanya mengakibatkan banyak ayam mati,” singkatnya. (ndk)
Populer
-
* Jawapos Kuasai 70 Persen Saham SURABAYA-Persebaya Surabaya resmi memiliki struktur kepemilikan baru plus manajemen baru. Rapat umum pe...
-
Foto: Fadilah Munajat/ Radar Cianjur Camat Warungkondang Candra Dwi Kusumah WARUNGKONDANG–Masih hangat pasca aksi demo Forum Masyr...
-
Bakal Diatur dalam Peraturan Menteri CIANJUR-Jika belanja di minimarket, supermarket, dan hypermarket, kini Anda tidak bisa minta kan...
-
CIPANAS - Koperasi Baitul Maal Wat-Tamwil (KBMT) As-salam, di Jl. Raya Pacet Cipanas, bergerak di bidang simpan pinjam dan pembiya...
-
BANDUNG - Divisi Honda Customer Care Centre (HC3) PT Daya Adicipta Motora mengemban tanggung jawab untuk mengembangkan sumber day...
-
GIANYAR - Laga hidup dan mati akan tersaji di laga Bali Island Cup (BIC) 2016 mempertemukan Persib melawan Arema Cronus, (23/2) di Stadi...
-
JAKARTA-Arema Cronus juara Piala Bhayangkara berkat kemenangan telak 2-0 atas Persib Bandung pada final Piala Bhayangkara yang b...
-
Foto: Hakim/ Radar Cianjur KOMPAK: Segenap member CVRC rutin berkumpul di Jalan Abdullah bin Nuh dan memperkenalkan Cianjur saat touri...

Tidak ada komentar: