Kemarau, 18 Tahun Kekeringan


CIANJUR-Warga Desa Parakantugu, Kecamatan Cijati, patut bersyukur. Pasalnya, kekeringan selama 18 tahun, yang menimpa 1.500 hektare tiap musim kemarau datang, tidak akan pernah terjadi lagi. Kini warga pun bersiap menyambut panen raya, Selasa (12/1).
Panen padi di Cijati mungkin sebuah keajaiban. Pasalnya, daerah lain masih menunggu masa tanam setelah kekeringan. Sosok yang berjasa atas melimpahnya air di daerah Cianjur bagian selatan itu tidak lain, Komandan Kodim 0608 Letkol Arm Imam Haryadi.
"Awalnya sekitar akhir September tahun lalu, ada petani yang mengeluh situasi masih panas-panasnya kemarau. Menurut petani sudah 18 tahun jaringan irigasi tidak berfungsi sementara aliran Sungai Cibuni yang membentang airnya masih bagus," ujar Komandan Kodim 0608 Letkol Arm Imam Haryadi, di ruang kerjanya.
Setelah meninjau langsung lokasi kekeringan, Imam melihat adanya sumber air yang bisa digunakan untuk kebutuhan sehar-hari warga, bahkan untuk pertanian. “Saya bilang ini tanah syurga, karena meski sedang kekeringan ada sumber air yang bisa dialirkan, dan airnya sangat jernih, kami pun langsung gotong royong untuk revitalisasi irigasi lama,” imbuhnya.
Tak hanya lakukan revitalisasi, Imam memerintahkan anak buahnya membuat sodetan baru tidak hanya ke wilayah Parakantugu, Cijati juga sodetan ke wilayah Kadupandak.
"Kita kerahkan semuanya untuk membuat sodetan baru yang mengairi 1.250 hektare lahan pertanian, sementara irigasi lama mengairi 250 hektare sawah. Semua kita buat secara gotong royong, kedatangan prajurit memotivasi petani untuk ikut membuat dan memperbaiki irigasi," lanjut Imam.
Imam merasa kaget melihat respons petani. Tanpa komando dan pengarahan ratusan petani berdatangan dan ikut membantu membuat jaringan irigasi.
"Kekompakan masyarakat di Cijati layak diacungi jempol. Gotong royongnya masih tinggi. Dalam 2,5 bulan irigasi selesai, petani ada yang langsung menanam padi ada juga yang mengambil air untuk kebutuhan seharai-hari karena airnya sangat jernih. Sekarang mereka siap panen raya, bahkan Insya Allah Menteri Pertanian juga akan hadir. Padahal perkiraan sejumlah pihak kalau Januari ini ada kekurangan stok dampak El Nino tahun lalu," pungkasnya.(*/jun)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top