Radar Cianjur »
Cipanas
»
Melihat Pola Tingkah Pengemis di Bawah Umur, Disuruh Meminta-minta, Korbankan Dunia Bermain
Melihat Pola Tingkah Pengemis di Bawah Umur, Disuruh Meminta-minta, Korbankan Dunia Bermain
Posted by Radar Cianjur on Selasa, 12 Januari 2016 |
Cipanas
Jumlah pengemis di seputar Kota Cipanas
semakin bertambah. Ironisnya, jumlah tersebut rata-rata didominasi oleh
anak-anak di bawah umur yang seharusnya bermain dan belajar di sekolah.
LAPORAN : Farhaan Muhammad Ridwan
Pengemis di bawah umur semakin hari semakin
bertambah di seputaran Kota Cipanas. Belum lagi pengemis dengan usia renta.
Kondisi ini semakin memilukan dan banyak dikeluhkan masyarakat di sekitar
Cipanas.
Anak di bawah umur sebenarnya sama sekali
belum pantas untuk berada di jalan seperti pom bensin, pinggir toko, atau
pasar. Apalagi mereka berseliweran di tengah-tengah jam sekolah, dimana
seharusnya mereka berada.
Berdasarkan pantauan, tanpa ragu anak
berumur sekitar 5-6 tahun meminta-minta kepada setiap pengendara yang saat itu
sedang mengisi BBM. Layaknya seorang anak kecil, kadang mereka meminta-minta
sambil bermain dengan sesama rekannya.
“Memang dunia bermain itu dunianya
anak-anak. Makanya mereka meminta-minta sambil bermain,” ujar salah seorang
pengendara yang saat itu tengah mengisi BBM.
Sejumlah pengemis mengaku, meminta-minta
atau pengemis merupakan pekerjaannya sehari-hari karena disuruh oleh seseorang.
Dengan raut wajah malu-malu serta ketakutan, bocah yang mengaku dipaksa
meminta-minta ini enggan memberikan informasi secara rinci tentang siapa yang
menyuruhnya mengemis.
"Saya hanya disuruh mengumpulkan
uang, dan ada beberapa orang lainnya yang disuruh meminta uang seperti
saya," aku salah seorang pengemis.
Sopyan (29) warga Desa Sindanglaya
menuturkan, hampir setiap hari menemui anak di bawah umur mengemis ini di SPBU
Cipanas dan areal Pertokoan disepanjang jalur protokol Cipanas. Tentunya
keberadaan mereka ini sangat disayangkan karena menganggu kenyamanan
masyarakat.
"Sebenarnya saya juga kasian melihat
anak sekecil itu meminta-minta. Namun demi kenyamanan masyarakat dan masa depan
mereka (pengemis), kami berharap mereka ditertibkan dan ditempatkan di panti
sosial," tuturnya.
Ditambahkannya, pihaknya sangat
menyayangkan hingga saat ini belum ada upaya dari pemerintah untuk melakukan
penertiban ataupun penanganan, sehingga para pengemis terus berkeliaran di
kawasan Cipanas.
"Kami harapkan segera ada penanganan
serius dari pemerintah. Jangan sampai mereka menjadi masalah sosial di
Cipanas," ungkapnya.(**)
Populer
-
METRO- Fenomena alam kembali bakal menyapa Indonesia. Setelah Gerhana Matahari Total (GMT) pada Maret lalu, kini warga di 124 kota, sep...
-
CIANJUR-Tak henti-hentinya satuan narkoba Polres Cianjur memberantas peredaran narkoba diwilayah hukumya. Senin(14/03) dua orang pengedar...
-
SAMBUTAN: Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar berikan sambutan dalam workshop mamaos DKC di Taman Pancaniti Cianjur. FOTO : DENI ABDUL ...
-
CIANJUR – Butuh rumah strategis, Perumahan Grand Amanda solusinya. Grand Amanda di Jalan Aria Wiratanudatar, Sindanglaka-Cianjur, p...
-
PELAYANAN persampahan kebersihan dipungut retribusi atas pelayanan pengelolaan di daerah. Retribusi dikenakan kepada kepala keluarga ata...
-
Warga Cibiuk Tolak Pabrik CIRANJANG – Warga Kampung Andir RT01/09, Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang , mengeluhkan proses pelaksana...
-
CIANJUR-Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Cianjur membatasi dana kampanye masing-masing pasangan calon peserta pemilihan bupati dan wakil b...
-
GEKBRONG – Dibalik jabatannya sebagai ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Songgom, Kecamatan Gekbrong, Muhammad Ahmad Jalal...


Tidak ada komentar: