Menanti KA Cianjur-Bandung

CIANJUR-Wacana segera dioperasikannya jalur Kereta Api jurusan Cianjur-Bandung mulai menuai berbagai tanggapan berbagai kalangan masyarakat Cianjur. Sebagian besar masyarakat justru tidak sabar ingin kereta tersebut segera beroperasi. Pasalnya, kereta yang direncanakan bisa beroperasi pada akhir tahun 2015 lalu itu, hingga kini belum kunjung dioperasikan.
“Maunya bisa sesegera mungkin beroperasi, saya yakin banyak masyarakat sangat rindu dengan kehadiran Kereta Api, apalagi ini menghubungkan Cianjur dan Bandung,” ungkap Gita Junika (25), warga Cianjur yang gemar pulang pergi Cianjur-Bandung.
Gita mengaku, tak jarang ia menikmati pemandangan yang disuguhkan dari berbagai sisi saat berpergian dengan Kereta Api.
“Sambil mengunjungi pacar di Bandung, sudah terbayang nantinya akan sangat romantis sambil menikmati pemandangan. Apalagi kalau harga tiketnya terjangkau, akan semakin disambut baik,” imbuh Gita.
Senada dengan Gita, hal serupa diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Kaderisasi, Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Tjianjdoer (PP-Himat), Ujang Muslim. Menurutnya, Kereta Api tersebut akan sangat dinantikan, mengingat akses transportasi Kereta Api terbilang bebas macet dan minim kecelakaan. Terlebih, kemudahan akses transportasi melalui Kereta Api akan semakin memudahkannya menjalin komunikasi secara langsung dengan sejumlah rekan-rekan mahasiswa yang berada di bandung.
“Apalagi untuk mahasiswa Cianjur yang berkuliah di Bandung, ataupun sebaliknya, mereka pasti akan merasa sangat terbantu dengan beroperasinya Kereta Api jurusan Cianjur-bandung ini,” jelas Ujang kepada Radar Cianjur.
Kendati demikian, nampaknya masyarakat masih harus bersabar mengenai pengoperasian Kereta Api tersebut, mengingat sejumlah bencana alam kerap terjadi di beberapa titik sepanjang 57 kilometer jalur Cianjur-Bandung.
“Sebetulnya pemerintah disini sudah serius mau mengoperasikan Kereta Api tersebut, hanya beberapa insiden dan bencana alam kerap terjadi. Kami lebih mengutamakan keselamatan, karena itu masih perlu perbaikan lebih lanjut,” terang Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (DAOP) II Bandung, Zunerfin yang dihubungi Radar Cianjur, Senin (25/1) kemarin.
Pihaknya menambahkan, pengoperasian Kereta Api yang telah direncanakan sejak beberapa waktu lalu, hingga kini masih menanti perbaikan yang akan dilakukan oleh pihak Kementerian Perhubungan Republlik Indonesia (Kemenhub-RI).
“kalau dari pihak Kemenhub sudah memperbaiki jalurnya, maka kami siap beroperasi. Pada intinya yang kami utamakan adalah keselamatan penumpang,” tegas Zunefrin.
Terpisah, para aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Cianjur memandang hal yang berbeda. Ketua Komisariat PMII STAI Al-Azhary, Muhammad Diky Faisal menilai, pemerintah terkesan lambat dalam menangani persoalan transportasi publik yang ada, terutama di Cianjur.
“Pertimbangan itu perlu, namun akhir-akhir ini pemerintah terkesan lamban. Bahkan bisa kita lihat, persoalan transportasi ini diabaikan dengan berbagai alasan yang tidak logis,” tegas Diky.
Ia berharap, perealisasian beroperasinya Kereta Api Cianjur-Bandung ini dapat dikawal bersama oleh seluruh lapisan masyarakat Cianjur.
“Hal ini perlu kita kawal bersama, sehingga kita bisa melihat sejauh mana kinerja pemerintah, terutama pemerintah daerah dalam bekerja melayani masyarakat,” tutupnya.(lan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top