Penderita HIV/AIDS Didominasi Usia Remaja


CIPANAS- Sekitar 60 persen penderita HIV/AIDS di Kabupaten Cianjur, didominasi usia produktif dengan usia antara 15 sampai 35 tahun.
Sekretaris KPA Kabupaten Cianjur Hilman menjelaskan, hubungan seks bebas masih menjadi penyebab utama tersebarnya virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Bahkan sekitar 60 persen kasus HIV/AIDS di Cianjur merupakan usia sekolah alias remaja.
“Mereka mayoritas masih usia sekolah. Bahkan ada penderita yang sudah terjangkit sejak masih duduk dibangku SMP, namun ketahuan setelah duduk dibangku SMA,” jelasnya.
Menurutnya, selain melalui hubungan seks bebas. Penyalahgunaan narkoba turut menyumbang tingginya angka infeksi HIV/AIDS. Oleh karenanya, untuk menekan penyebaran virus mematikan itu, pihaknya selalu melakukan sosialisasi ke sejumlah wilayah.
"Kalau HIV masih bisa diobati dengan terapi ARV (Anti Retroviral) dan kemungkinan masih bisa sembuh. Namun kalau sudah AIDS, vonisnya kan 3-4 minggu meninggal,” tuturnya.
Dikatakannya, virus HIV/AIDS dikhawatirkan terus tersebar ke sejumlah wilayah terutama ke daerah wisata seperti Cipanas.  "Kami akan terus melakukan komunikasi dengan para waria dan PSK, agar mereka mewaspadai bahaya penyebaran HIV/AIDS," katanya.
Ketua MUI Desa Sukanagalih Ade Mukhlis menambahkan, para PSK yang mondar mandir di kawasan Cianjur Utara, dikhawatirkan menjadi salah satu penyebab tersebarnya penyakit HIV/AIDS.
"Kami khawatir ini bisa menjadi virus berbahay bagi kesehatan masyarakat," ujarnya.
Ade mendesak agar pemerintah segera melakukan operasi sebagai bentuk langkah nyata, untuk menghentikan jaringan prostitusi yang dikhawatikan terus mengakar.
"Kami sudah meminta kepada Dinkes Cianjur dan Dinsos Cianjur agar bersama-sama turun ke lapangan, untuk menekan aksi prostitusi sebagai langkah awal menekan penyebaran virus HIV/AIDS," ungkapnya.(fhn)



Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top