Radar Cianjur »
Cipanas
»
27 Maret, Minyak Curah Dilarang Beredar
27 Maret, Minyak Curah Dilarang Beredar
Posted by Radar Cianjur on Kamis, 04 Februari 2016 |
Cipanas
CIPANAS- Kebijakan pemerintah pusat tentang
larangan penjualan minyak goreng curah dijual ke masyarakat menuai pro dan
kontra. Menyusul harganya yang murah dan terjangkau masyarakat.
Berdasarkan Permendag Nomor
21/m-dag/per/3/2015 tentang Perubahan atas Permendag Nomor 80/m-dag/per/10/2014
tentang Minyak Goreng Wajib Kemasan. Pemkab Cianjur mulai menegakan aturan
tersebut terhitung mulai tanggal 27 Maret 2016.
Kepala Staf TU Pasar Cipanas Suganda
menuturkan, pihaknya terus melakukan sosialisasi kebijakan Kemendag kepada
distributor dan pegadang minyak goreng curah yang ada di Pasar Cipanas, salah
satunya dengan menyisir setiap pedagang sembako.
"Kebijakan itu menuai pro dan kontra
dikalangan pedagang. Khawatir kebijakan itu dimonopoli oleh para pengusaha
besar atas pengaturan harga minyak kemasan,” tuturnya.
Menurutnya, para konsumen menengah ke bawah
yang selama ini mengkonsumsi minyak goreng curah akan beralih ke minyak goreng
kemasan. Oleh karenanya diharapkan bisa diimbangi dengan harga yang terjangkau.
Perbandingan harga minyak goreng curah Rp9.500
per kg, sedangkan minyak goreng kemasan yang paling murah Rp13.500 per liter.
"Pasar Cipanas ini kalau diakumulasikan kebutuhan minyak goreng curah
dalam satu minggu bisa mencapai 5 drum, dengan berat satu drum 300 liter,"
terang Suganda.
“Disatu sisi dengan adanya kebijakan tersebut,
diharapkan masyarakat akan terhindar dari berbagai penyakit yang timbul akibat
mengkonsumsi minyak goreng curah, seperti kolesterol dan penyakit lainnya yang
membahayakan kesehatan masyarakat,” tukas Suganda.
Siti Rukmana (48) salah seorang konsumen mengaku
keberatan dengan adanya kebijakan pemerintah menghapus minyak goreng curah,
karena minyak goreng kemasan harganya lebih mahal.
"Selama ini pakai minyak goreng curah,
alhamdulilah saya sehat saja. Jadi kami nilai minyak goreng curah ini aman.
Kami hanya berharap minyak goreng curah bisa diedarkan seperti biasa,"
harapnya.
Sementara itu, Ujang Bahrudin (51) salah seorang pedagang sembako di Pasar Cipanas mengatakan, saat ini penjualan minyak goreng curah terus menurun. "Biasanya kalau kondisi normal dalam satu minggu bisa menghabiskan 15 jerigen minyak goreng curah. Nah kalau sekarang dua hari sekali paling bisa mencapai 1 jerigen, Makanya saya setuju dengan adanya kebijakan pemerintah untuk mengganti minyak goreng curah dengan kemasan,” ungkapnya.(fhn)
Sementara itu, Ujang Bahrudin (51) salah seorang pedagang sembako di Pasar Cipanas mengatakan, saat ini penjualan minyak goreng curah terus menurun. "Biasanya kalau kondisi normal dalam satu minggu bisa menghabiskan 15 jerigen minyak goreng curah. Nah kalau sekarang dua hari sekali paling bisa mencapai 1 jerigen, Makanya saya setuju dengan adanya kebijakan pemerintah untuk mengganti minyak goreng curah dengan kemasan,” ungkapnya.(fhn)
Populer
-
FOTO: HAKIM/ RADAR CIANJUR ATUR SERANGAN: Siswa MA Nurul Islam kelas 12 menjalani latihan hockey saat jam olahraga di sore hari. ...
-
JAKARTA-Mabes Polri bertindak tegas terhadap AKBP BH yang menganiaya seorang polisi wanita (polwan) Bripda M di salah satu hotel di Jakar...
-
SOSOK EDI HERMAN KEPALA Desa Cihaur, Edi Herman mengungkapkan, arti dari makna sesungguhnya HUT RI bukan hanya sekedar mengisi hib...
-
CIANJUR-Sejumlah pihak menyoroti bisnis prostitusi lendir impor yang menyelimuti Cianjur, khususnya kawasan Cianjur Utara beberapa hari ...
-
BELUM BERSIH: Gedung Mahkamah Agung (MA) di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Foto: dokumen JPNN.Com JAKARTA-Komisi Pemberantas...
-
FOTO: MAMAT MULYADI/ RADAR CIANJUR PERANGI DBD: Cecep Hendra dan Udin Wahyudin mengimbau masyarakat untuk melakukan PSN berkala. ...
-
* Terbang dari Cilacap, Tiga Selamat BANDUNG-Pesawat latih jenis Piper Warrior 172 Cessna mendarat darurat di area persawahan di Desa ...
-
JAKARTA-Ratusan ribu honorer kategori dua (K2) melayangkan protes kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokras...

Tidak ada komentar: