Radar Cianjur »
Nasional
»
Demi Kontestan Putri Indonesia PDIP Jateng Galang Dukungan Peserta Rakerda
Demi Kontestan Putri Indonesia PDIP Jateng Galang Dukungan Peserta Rakerda
Posted by Radar Cianjur on Selasa, 09 Februari 2016 |
Nasional
SEMARANG-DPD PDIP Jawa Tengah hari ini (8/2) menggelar rapat
kerja daerah (rakerda) di Semarang, Jawa Tengah. Namun, agenda internal PDIP
yang diikuti 1500 kader itu tidak melulu diisi dengan hal-hal politik.
Mestinya, agenda rakerda itu adalah konsolidasi internal,
termauk pelantikan Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) Jateng. Selain itu,
agenda lainnya adalah pelantikan Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI
Perjuangan Jateng.
Namun, ada yang membuat peserta rakerda PDIP membelalakkan mata
karena ada pemandangan yang lain dari biasanya. Sebab, Ketua DPD PDIP Jateng,
Bambang Wuryanto menghadirkan seorang perempuan tinggi semampai dengan wajah
yang tentu menarik.
Namanya adalah Disma Ajeng Rastiti, kontestan Putri Indonesia
2016 yang mewakili Jawa Tengah.
Bambang yang memimpin rakerda PDIP itu lantas memanggil Dimas
Ajeng naik ke panggung. Di panggung ada sejumlah tokoh PDIP. Antara Lain
Sekretaris PDIP Hasto Kristiyanto dan wakilnya, Ahmad Basarah, serta Gubernur
Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Rencananya, Disma Ajeng yang asli Kabupaten Grobogan, Jawa
Tengah akan bersaing dengan kontestan Putri Indonesia dari provinsi lainnya
pada 19 Februari yang akan datang.
Bambang mengatakan, Disma Ajeng merupakan sosok berprestasi yang
diharapkan membawa kebanggaan tersendiri bagi Jateng atau pun Grobogan.
Menurut Bambang, sudah semestinya kader-kader partainya di JAwa
Tengah juga memberikan dukungan untuk Disma. Apalagi mahasiswi program S2 di
Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu dikenal giat dalam
kegiatan sosial di bidang pendidikan.
Bambang mengatakan, Disma rajin mengajar sebagai kegiatan
sosial. "Disma Ajeng juga merupakan aktivis pendidikan," kata
Bambang.
Disma yang tinggal di kawasan Jetis, Sleman, Yogyakarta,
menggandeng ratusan guru sebagai relawan untuk mengajar. Lokasinya masih di
Sleman. Namun, rencananya akan diperluas ke Boyolali di Jawa Tengah.
(ara/jpg/mas/JPNN)


Tidak ada komentar: