Radar Cianjur »
Nasional
»
Sambut Imlek, Ini Pesan Bu Mega untuk Warga Tionghoa
Sambut Imlek, Ini Pesan Bu Mega untuk Warga Tionghoa
Posted by Radar Cianjur on Selasa, 09 Februari 2016 |
Nasional
JAKARTA-Warga Tionghoa di Indonesia sejak era Presiden
Abdurrahman Wahid pada tahun 2000 secara terbuka merayakan imlek atau tahun
baru penanggalan berdasarkan peredaran bulan.
Sebelumnya, selama pemerintahan Orde Baru, warga Tionghoa
dilarang merayakan imlek di depan umum. Presiden RI kelima yang juga Ketua Umum
PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri pun punya penilaian tersendiri soal
imlek.
Secara tersirat, Megawati menganggap imlek sudah bukan lagi
sekadar budaya etnis Tionghoa. Menurutnya, imlek justru menjadi salah satu
perekat bagi keanekaragaman di Indonesia.
"Peringatan imlek menjadi bagian dari jembatan persaudaraan
seluruh warga bangsa dan cerminan bagaimana prinsip kebangsaan sungguh merasuk
dalam sanubari rakyat,” ujar Megawati sebagaimana dikutip dari siaran pers DPP
PDIP, Senin (8/1).
Menurutnya, perayaan imlek juga menjadi salah satu bukti bahwa
Indonesia bisa bersatu dalam kebhinnekaan. “Imlek menjadi fundamen yang kokoh
bagaimana persatuan Indonesia hadir dengan seluruh keanekaragaman yang
ada," lanjutnya.
Sedangkan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto
menambahkan, Megawati telah mencanangkan tonggak penting bagi perayaan imlek.
Sebab, di era Megawati menjadi presiden pula maka imlek pertama kali ditetapkan
sebagai hari libur nasional.
“Dengan demikian imlek menjadi bagian hari besar yang dihormati
bersama lengkap dengan seluruh tradisi kebudayaannya. Hal ini tidak terlepas
dari kepeloporan Gus Dur dan Megawati Soekarnoputri," tutur Hasto.
Sedangkan kini di era Presiden Joko Widodo, kata Hasto, imlek
menjadi salah satu momentum untuk mempercepat berbagai kerja untuk menghadapi
persoalan yang ada.
Menurutnya, imlek tahun ini yang memasuki tahun monyet api
menjadi simbol untuk melahirkan berbagai pemikiran yang memuat solusi sekaligus
memacu semangat kerja.
“Ini sejalan dengan tahun 2016 sebagai tahun monyet api.
Kecerdikan, kelincahan, semangat, dan api perjuangan yang disimbolkan dengan
monyet api tersebut diharapkan mampu menjadi inspirasi dalam mengatasi berbagai
persoalan bangsa ini,” ujar Hasto seraya menyampaikan salam dari Megawati
kepada seluruh rakyat Indonesia yang merayakan imlek.(ara/jpnn)
Populer
-
CIANJUR- Tim sepakbola katagori usia 10 tahun (U-10) peserta didik asuhan SSB Atep 7 Kabupaten Cianjur, menjuarai piala Rektor IPDN dan A...
-
Salurkan Bantuan ke Sindangbarang Peduli : Pengurus DPD NasDem Cianjur memberikan bantuan untuk korban bencana alam di Desa Girimu...
-
CIANJUR–Vonis Pengadilan Negeri Cianjur terhadap Wawan Suherlan (32) warga Kampung Gunung Putri RT/RW 05/08 Desa Sukatani, Kecamata...
-
CIANJUR -Sedikitnya empat orang terduga penyalahguna narkoba jenis shabu-shabu dan obat-obatan daftar jenis G diamankan Badan Narkotika ...
-
PS TNI 0-3 Persib BOGOR-Stadion Pakansari Bogor, kembali jadi saksi kemenangan Persib, saat duel dengan tuan rumah PS TNI, Minggu ...
-
CIANJUR-SDN Langensari Cianjur, membiasakan siswanya dari kelas 1-6 membaca Asmaul Husna dalam, sebelum belajar dimulai. Kepala ...
-
CIANJUR-Seluruh anggota DPRD Cianjur hingga kini masih disibukan dengan serangkaian agenda penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda)...
-
KARANGTENGAH – Warga Desa Babakancaringin, Kecamatan Karangtengah, khususnya Karangtaruna Kedusunan 3, memintapihak perusahaanPT Harves...


Tidak ada komentar: