Radar Cianjur »
Berita Utama
»
Derita Hernia Sepuluh Tahun, Gubuk Hampir Ambruk
Derita Hernia Sepuluh Tahun, Gubuk Hampir Ambruk
Posted by Radar Cianjur on Senin, 22 Februari 2016 |
Berita Utama
SUNGGUH
prihatin kehidupan yang dialami pasangan suami istri, Yana Suryana (45) dan
Euis Atika (40), warga Kampung Kepuh RT02/13, Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang.
Selain rumahnya tak layak huni dan hampir ambruk, namun Yana menderita penyakit
Hernia sudah hampir sepuluh tahun hingga saat ini. Kini, Yana menjalani
perawatan di RSUD Cianjur dan memerlukan bantuan serta uluran tangan dari semua
pihak.
Laporan:
MAMAT MULYADI, Ciranjang
YANA
dan Euis adalah warga pribumi asli yang telah bermukim sejak kecil dan telah
dikaruniai empat putra dan satu perempuan masing-masing bernama Yogi (22),
Fikri (20), Moch Reyhan (10), Moch Raysa (6) dan Ayu (19). Kepala Desa Cibiuk,
Yandi memaparkan, pihaknya telah mengajukan permohonan pembangunan dan
perbaikan rumah melalui program rumah tidak layak huni (rutilahu).
"Sebelumnya
kami telah mengajukan permohonan untuk warga yang tergolong keluarga miskin
melalui rutilahu. Namun hingga saat ini belum ada realisasinya sama sekali dan
tak ada jawaban jelas," ungkap Kades dengan nada lantang saat ditemui.
Rumah
Yana merupakan gubuk yang kondisinya sangat memprihatinkan bahkan hampir
ambruk. Gubuk berukuran 5x7 meter ini terbuat dari bilik dan kayu. Tiang, atap,
plafon dan bagian lainya sudah keropos dan lapuk dimakan usia. Bahkan, sudah
miring dan membahayakan keselamatan jiwa.
RT
setempat, Usaman menambahkan, perlu ada bantuan dari semua pihak khususnya para
donatur dan Pemerintah Kabupaten Cianjur. "Harus segera cepat tanggap dan
turun ke lokasi bila perlu," paparnya diamini Ketua RW setempat, Apan
Supandi.
Di
lain pihak, Euis (40) sang istri mengaku, suaminya sudah dirawat selama tiga hari di RSUD Cianjur menggunakan program
kesehatan dari pemerintah. Kepada wartawan koran ini, Euis mengaku, suaminya
sering merasa kesulitan apabila hendak membuang air kecil. "Apabila ada
milik rezeki yang mau bantu atau menolong keluarga kami pasti kami terima dengan
senang. Tapi harus secara ikhlas dan benar-benar mau membantu," ujarnya
sedih.
Eusi
menuturkan, khawatir apabila tengah istirahat kediamannya mendadak ambruk.
"Mau nebeng sama keluarga malu juga, bukan menolak. Ya, kita hanya
berharap, dan menunggu semoga saja ada pahlawan keluarga bagi keluarga
kami," tungkasnya.(**)
-----------
Populer
-
JAKARTA-Ancaman terorisme yang kian nyata membuat pemerintah merasa perlu untuk memperkuat pasukan antiteror. Dana fantastis pun siap d...
-
Salurkan Bantuan ke Sindangbarang Peduli : Pengurus DPD NasDem Cianjur memberikan bantuan untuk korban bencana alam di Desa Girimu...
-
CIANJUR–Vonis Pengadilan Negeri Cianjur terhadap Wawan Suherlan (32) warga Kampung Gunung Putri RT/RW 05/08 Desa Sukatani, Kecamata...
-
Asmil Rudi Tiba-tiba saja masalah perilaku seks yang dianggap menyimpang dan bertentangan dengan ajaran agama, menjadi topik yang aktu...
-
CIANJUR- Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Cianjur melaksanakan Rapat Kerja Daerah (Rakerd...
-
DI tengah-tengah hingar bingar aktivitas masyarakat Cianjur yang meramaikan suasana Car Free Day (CFD), akhir pekan lalu, nampak s...
-
WARUNGKONDANG – Camat Warungkondang, Asep Kustiana Wijaya , melantik dua orang Oejabat Semantara Kepala Desa ( PJS Kades ) , unt...
-
Korwil IMI Cianjur, Indra Winata METRO- Bupati Cianjur, DPRD Cianjur, serta Ikatan Motor Indonesia (IMI) wilayah Cianjur berunding d...

Tidak ada komentar: