Derita Hernia Sepuluh Tahun, Gubuk Hampir Ambruk



SUNGGUH prihatin kehidupan yang dialami pasangan suami istri, Yana Suryana (45) dan Euis Atika (40), warga Kampung Kepuh RT02/13, Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang. Selain rumahnya tak layak huni dan hampir ambruk, namun Yana menderita penyakit Hernia sudah hampir sepuluh tahun hingga saat ini. Kini, Yana menjalani perawatan di RSUD Cianjur dan memerlukan bantuan serta uluran tangan dari semua pihak.

Laporan: MAMAT MULYADI, Ciranjang

YANA dan Euis adalah warga pribumi asli yang telah bermukim sejak kecil dan telah dikaruniai empat putra dan satu perempuan masing-masing bernama Yogi (22), Fikri (20), Moch Reyhan (10), Moch Raysa (6) dan Ayu (19). Kepala Desa Cibiuk, Yandi memaparkan, pihaknya telah mengajukan permohonan pembangunan dan perbaikan rumah melalui program rumah tidak layak huni (rutilahu).
"Sebelumnya kami telah mengajukan permohonan untuk warga yang tergolong keluarga miskin melalui rutilahu. Namun hingga saat ini belum ada realisasinya sama sekali dan tak ada jawaban jelas," ungkap Kades dengan nada lantang saat ditemui.
Rumah Yana merupakan gubuk yang kondisinya sangat memprihatinkan bahkan hampir ambruk. Gubuk berukuran 5x7 meter ini terbuat dari bilik dan kayu. Tiang, atap, plafon dan bagian lainya sudah keropos dan lapuk dimakan usia. Bahkan, sudah miring dan membahayakan keselamatan jiwa.
RT setempat, Usaman menambahkan, perlu ada bantuan dari semua pihak khususnya para donatur dan Pemerintah Kabupaten Cianjur. "Harus segera cepat tanggap dan turun ke lokasi bila perlu," paparnya diamini Ketua RW setempat, Apan Supandi.
Di lain pihak, Euis (40) sang istri mengaku, suaminya sudah dirawat selama  tiga hari di RSUD Cianjur menggunakan program kesehatan dari pemerintah. Kepada wartawan koran ini, Euis mengaku, suaminya sering merasa kesulitan apabila hendak membuang air kecil. "Apabila ada milik rezeki yang mau bantu atau menolong keluarga kami pasti kami terima dengan senang. Tapi harus secara ikhlas dan benar-benar mau membantu," ujarnya sedih.
Eusi menuturkan, khawatir apabila tengah istirahat kediamannya mendadak ambruk. "Mau nebeng sama keluarga malu juga, bukan menolak. Ya, kita hanya berharap, dan menunggu semoga saja ada pahlawan keluarga bagi keluarga kami," tungkasnya.(**)
-----------


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top