Tionghoa Cirebon Imlek di Vihara Cianjur


CIANJUR-Perayaan Tahun Baru Imlek tahun 2567 yang dirayakan masyarakat Tionghoa di Vihara Hok Tek Bio atau Vihara Bhumi Pharsjia, Jalan Mangunsarkoro Cianjur, ramai. Terlihat setiap waktunya warga keturunan bergantian datang untuk menjalani kegiatan doa dan ibadah.
Pada kalender Cina di tahun 2016 ini disebut-sebut sebagai tahun Monyet Api. Puluhan lilin merah yang dinyalakan dan lampion dipajang di sekitar vihara. Hal itu merupakan suatu budaya Tionghoa dari zaman leluhur.
Candra (36) warga keturunan Tionghoa asal Cirebon yang tengah bersama keluarga besarnya sengaja melakukan ibadah Tahun Baru Imlek di Vihara Hok Tek Bio Cianjur, sebab salah satu keluarganya ada di Cianjur.
Dirinya melakukan ibadah di vihara tersebut sejak mulai pukul 24.00 WIB, dimana pada pergantian hari memasuki Imlek. "Selama di vihara kita melakukan sembahyang Tiko, membakar seperti dupa dan meminta kepada leluhur," terangnya.
Selain itu masyarakat keturunan Tionghoa yang melakukan doa kepada para dewa-dewi, rata-rata memakai pakaian baju merah, sebagai simbol penghormatan pada leluhur yang sudah turun temurun. "Sebelum ke Cianjur, kita pun sudah melakukan ibadah di salah satu Vihara di Cirebon. Kini kita melakukanya juga di Klenteng Cianjur ini, sebab di Klenteng banyak dewa-dewi salah satunya dewa keberuntungan. Tujuan kita berdoa untuk meminta kesehatan, rejeki dan lainnya," jelasnya.
Adapun dalam perayaan Imlek hingga Capgomeh tahun ini, juga memiliki rangkaian acara ritual lainnya seperti, Sembayang Wan Fuk, Sembayang Sin Beng Naik, Ganti Jubah Kongco, Kebaktian menyabut tahun baru Imlek, Sembayang Sin Beng Turun, Sembayang Ti Kong Sejit, kebaktian malam Cia Gwee Cap Go, dan terakhir ditutup Capgomeh.
Dalam perayaan Imlek kali ini, diharapkan Cianjur bisa lebih baik dari tahun sebelumnya. "Pokoknya kita berharap semua hal yang kita lakukan di tahun ini bisa lebih baik lagi dan mudah-mudahan tidak ada rintangan yang berarti," ungkap salah seorang warga keturunan yang enggan namanya disebutkan.
Menurutnya, budaya perayaan Tahun Baru Imlek ini pun setiap 15 hari setelahnya atau bertepatan tanggal 22 Februari 2016, masyarakat Tionghoa juga melakukan kegiatan Chapgomeh yang merupakan sebuah pembersihan diri yang dibawa keliling dengan arak-arakan.
Memasuki tahun baru Imlek 2567, ilmu fengsui memberikan sejumlah saran untuk kebaikan di tahun monyet api. Praktisi fengsui Erwin Yap mengatakan, untuk mengetahui dinamika energi di bumi, ilmu fengsui memetakannya melalui metode bintang terbang. Peta itu bisa digunakan secara makro di permukaan bumi hingga tataran kecil seperti energi hunian, rumah, atau kantor.
"Ada delapan arah yang akan dipetakan. Memetakannya menggunakan energi atau qi yang dilambangkan dengan angka-angka. Dari angka 1 sampai dengan angka 9," tutur presenter Metafisika Tiongkok tersebut.
Pertama, utara yang tahun ini menjadi arah yang kurang baik. Sektor tersebut menghasilkan energi buruk semacam perampokan, pencurian, penurunan kemakmuran, penipuan, serta degradasi hampir di segala bidang. "Bila pintu masuk utama terletak di sektor utara, harap waspada terhadap bahaya di atas," kata Erwin memperingatkan.
Cara mengantisipasinya mengganti dengan pintu masuk dari sisi lain. Jika di hunian hanya ada satu pintu utama di sektor utara, letakkan beberapa benda dekoratif berwarna biru atau hitam. Kedua, timur laut yang juga mendatangkan masalah seperti kecelakaan dan penyakit menahun. Untuk mengatasinya, ruang penting dan pintu utama dicat putih atau metalik serta menambah dekorasi yang terbuat dari logam.
"Ketiga adalah timur yang mempunyai energi baik. Seperti kemajuan masa depan, kemasyhuran nama, promosi jabatan, hingga pasangan yang ingin punya anak sebaiknya tidur di kamar sektor timur untuk menyerap energi baik," lanjut Erwin.
Keempat adalah tenggara yang baik untuk pelajar dan anak usia sekolah. Sebab, arah tersebut membantu kejernihan pikiran untuk mendongkrak prestasi. Erwin menyarankan peletakan ruang belajar atau kantor pada arah itu. Kelima adalah selatan yang juga baik secara finansial. Maksudnya, semua aktivitas yang berkaitan dengan pekerjaan di arah itu akan menghasilkan rezeki.
Keenam adalah barat daya yang menunjukkan kemakmuran berlipat ganda. Bila pintu utama terletak di barat daya, bisa dirasakan kemakmuran berlipat ganda di semua bidang pada akhir 2016. Jika pintu utama hunian tidak di sektor tersebut, usahakan menjadikan ruangan di barat daya sebagai ruang keluarga atau kamar tidur kepala rumah tangga atau ruang kerja. "Ketujuh, barat bagus untuk mereka yang mencari jodoh. Yang sedang kasmaran baik menempati kamar tidur sektor barat," imbuh Erwin.
Terakhir adalah barat laut yang tidak baik. Energinya meningkatkan intensitas pertengkaran, hubungan antaranggota keluarga semakin jauh, bahkan masalah hukum. Erwin menyarankan tidak menggunakan ruangan tersebut. "Jika ruangannya terbatas, gunakan cat merah atau aksesori ruangan berwarna merah untuk melemahkan energi buruknya," sarannya.(cr2/jpnn)



Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top