Awas Soal UN Bocor


CIANJUR-Ujian Nasional (UN) SMP dan SMA/SMK tinggal menghitung hari. Persiapan dilakukan sebaik mungkin agar tidak terjadi kekeliruan saat hari H ujian, termasuk melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian terkait keamanan penyaluran soal UN tersebut.
Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cianjur, Jum'ati mengatakan, pihaknya tengah melakukan kerjasama dengan jajaran kepolisian, juga PLN dan Telkom terkait jaringan listrik dan jaringan internet. Pengawalan soal UN sendiri jadi fokus utama untuk mengantisipasi terjadinya kebocoran dokumen dan soal negara."Beberapa waktu yang lalu kami telah melakukan rapat dengan pihak Polres Cianjur untuk membahas masalah ini dan mereka akan membantu dengan menerjunkan para anggotanya di tiap sekolah, sehingga tidak akan ada kebocoran soal UN," harapnya.
Ia memaparkan, untuk jumlah peserta UN tingkat SMP yakni sebanyak 31.242 siswa dengan rincian SMP Negeri sebanyak 22.315 peserta, SMP Swasta sebanyak 6.237 peserta dan SMP Terbuka sebanyak 2.690 peserta. Sedangkan untuk jumlah peserta UN tingkat SMA/SMK sebanyak 15.000 peserta dengan rincian sebanyak 7.000 peserta menggunakan ujian online dan sebanyak 8.000 peserta menggunakan ujian manual."Untuk jumlah peserta UN SMP maupun SMA/SMK tahun sekarang tengah mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, jika tahun lalu peserta hanya sebanyak 30.133 orang, tetapi untuk tahun ini sebanyak 31.242 orang," ungkap Jum'ati.
Sedangkan untuk tahun 2015 jumlah peserta UN SMA/SMK hanya berjumlah 680 peserta UN, 1 SMA dan 2 SMK yang menggunakan ujian online. "Nah untuk tahun 2016 ini ujian online sebanyak 7.000 orang, dari 16 SMK dan 12 SMA," paparnya.
Senada, Kasi Mapenda Kemenag Kabupaten Cianjur, Tavip Supriadi menuturkan, untuk jumlah peserta UN tingkat MTs tahun ini sebanyak 10.489 orang yang tersebar di 123 MTs swasta maupun MTs Negeri, untuk MA sebanyak 3.005 peserta yang tersebar di 53 MA swasta maupun MA Negeri."Untuk pengawas sendiri kami telah menyiapkan masing-masing dua orang pengawas yang terdiri dari guru-guru dengan sistem silang dari sekolah lain," ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Cianjur, AKBP Asep Guntur Rahayu menyebutkan, untuk persiapan UN tahun ini pihaknya telah menyiagakan dua personil yang akan menjaga soal ujian di tiap-tiap sekolah."Kami akan menyiapkan dua anggota, satu berpakaian preman dan satu berpakaian polisi untuk mengawal. Tak hanya itu, kami pun telah mempersiapkan anggota untuk mengawal soal UN dari mulai Jakarta (Kemendikbud) hingga ke Cianjur. Itupun sambil menunggu instruksi dari pihak Kementerian sendiri," tutur Kapolres.(riz)



Tidak ada komentar:

Write a Comment

⬆
Top