Belajar Otodidak, Sehari Raup Rp350 Ribu


UNIK dan sangat jarang dilihat. Pemain alat musik tiup berupa saxophone ternyata tiba-tiba muncul di ruas Jalan Abdullah bin Nuh ajang Car Free Day (CFD) Minggu (27/3). Yup, pria bernama lengkap Jack Muchtar atau yang akrab disapa Bang Jack ini merupakan salah satu musisi yang memiliki keahlian memainkan saxophone dengan belajar sendiri alias otodidak.
ADA yang mencuri perhatian di CFD kemarin. Alunan suara merdu terdengar dari kejauhan. Dari kejauhan itu pula nampak masyarakat atau pengunjung CFD berkumpul menutupi setengah badan jalan. Ternyata, ada sosok seorang pria yang terlihat ahli memainkan saxophone mengenakan topi gaya tempo dulu. Pipi Bang Jack nampak membesar mengumpulkan udara.
Benar saja, setiap tiupan yang berasal dari mulutnya itu ternyata membuat segenap pengunjung menikmati suara saxophone Bang Jack. Pria yang kini berusia 58 tahun itu nampak lihai memadukan teknik meniup saxophone dengan gerakan jarinya. Namun siapa sangka, ternyata keahlian Bang Jack didapatkannya seorang diri tanpa melalui les atau proses pembelajaran dengan orang lain."Dulu mau ikut les kursus saxophone mahal biayanya bisa sampai Rp200 ribu tahun 90-an," ujar bapak empat anak ini. Tapi, Bang Jack mengaku, hanya bisa memainkan alat musik tiup saja. Untuk alat musik yang lain ia mengaku menyerah. Kepada Radar Cianjur, ia mengungkapkan, tak mudah untuk memainkan saxophone.
Dengan tips sederhana ia memaparkan, memainkan saxophone memerlukan teknik khusus."Tekniknya ada di perut. Udara kita kumpulkan lalu kita buang sedikit demi sedikit ke saxophone. Kalau udara habis di mulut tak akan keluar suara," papar kakek yang sudah dikarunia empat cucu ini.
Yang mencengangkan, Bang Jack ternyata mampu meraup nominal uang hingga Rp350 ribu. Bahkan, ia sering mendapat panggilan saat menjadi musisi jalanan di Kota Bogor. Masyarakat kerap memanggilnya dan meminta dirinya untuk memainkan satu atau dua lagu. Alhasil, ia pun memperoleh bayaran bayaran sebesar Rp20 ribu untuk satu atau dua lagu.
Warga asli Kabupaten Sukabumi ini mengaku, memainkan saxophone di depan khalayak banyak ketika jenuh tengah melanda dirinya. "Saya suka bermain di Cianjur dan Bogor dan tak pernah main di rumah sendiri (Sukabumi, red)," papar pria yang baru empat kali tampil di CFD ini. (*)    





Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top