Radar Cianjur »
Metro Cianjur
»
Belajar Otodidak, Sehari Raup Rp350 Ribu
Belajar Otodidak, Sehari Raup Rp350 Ribu
Posted by Radar Cianjur on Senin, 28 Maret 2016 |
Metro Cianjur
UNIK dan sangat
jarang dilihat. Pemain alat musik tiup berupa saxophone ternyata tiba-tiba
muncul di ruas Jalan Abdullah bin Nuh ajang Car Free Day (CFD) Minggu (27/3).
Yup, pria bernama lengkap Jack Muchtar atau yang akrab disapa Bang Jack ini
merupakan salah satu musisi yang memiliki keahlian memainkan saxophone dengan
belajar sendiri alias otodidak.
ADA yang mencuri
perhatian di CFD kemarin. Alunan suara merdu terdengar dari kejauhan. Dari
kejauhan itu pula nampak masyarakat atau pengunjung CFD berkumpul menutupi
setengah badan jalan. Ternyata, ada sosok seorang pria yang terlihat ahli
memainkan saxophone mengenakan topi gaya tempo dulu. Pipi Bang Jack nampak
membesar mengumpulkan udara.
Benar saja,
setiap tiupan yang berasal dari mulutnya itu ternyata membuat segenap
pengunjung menikmati suara saxophone Bang Jack. Pria yang kini berusia 58 tahun
itu nampak lihai memadukan teknik meniup saxophone dengan gerakan jarinya.
Namun siapa sangka, ternyata keahlian Bang Jack didapatkannya seorang diri
tanpa melalui les atau proses pembelajaran dengan orang lain."Dulu mau
ikut les kursus saxophone mahal biayanya bisa sampai Rp200 ribu tahun
90-an," ujar bapak empat anak ini. Tapi, Bang Jack mengaku, hanya bisa
memainkan alat musik tiup saja. Untuk alat musik yang lain ia mengaku menyerah.
Kepada Radar Cianjur, ia mengungkapkan, tak mudah untuk memainkan saxophone.
Dengan tips
sederhana ia memaparkan, memainkan saxophone memerlukan teknik khusus."Tekniknya ada di perut. Udara kita kumpulkan lalu kita buang sedikit demi
sedikit ke saxophone. Kalau udara habis di mulut tak akan keluar suara,"
papar kakek yang sudah dikarunia empat cucu ini.
Yang
mencengangkan, Bang Jack ternyata mampu meraup nominal uang hingga Rp350 ribu.
Bahkan, ia sering mendapat panggilan saat menjadi musisi jalanan di Kota Bogor.
Masyarakat kerap memanggilnya dan meminta dirinya untuk memainkan satu atau dua
lagu. Alhasil, ia pun memperoleh bayaran bayaran sebesar Rp20 ribu untuk satu
atau dua lagu.
Warga asli
Kabupaten Sukabumi ini mengaku, memainkan saxophone di depan khalayak banyak
ketika jenuh tengah melanda dirinya. "Saya suka bermain di Cianjur dan
Bogor dan tak pernah main di rumah sendiri (Sukabumi, red)," papar pria
yang baru empat kali tampil di CFD ini. (*)
Populer
-
CIBEBER-Atin Supriatna (59) warga Kampung Irigasi RT 04/03, Desa Cikondang, Kecamatan Cibeber, tewas terseret air Sungai Cikondang. Se...
-
CIPANAS- Kondisi badan jalan berlubang di sejumlah titik Ruas Jalan Raya Cipanas-Puncak menyita perhatian sejumlah pihak, diantaranya ...
-
TAWASUTH : Pengurus Cabang PMII Cianjur memberikan pernyataan sikap untuk berada ditengah, dan tidak mengurangi nalar kritis terhadap k...
-
HAURWANGI – Forum Badan Permusyawaratan Desa (FBPD) Kecamatan Haurwangi menyampaikan keberatan atas kegiatan rekrutmen petugas S ens...
-
CIANJUR – Butuh rumah strategis, Perumahan Grand Amanda solusinya. Grand Amanda di Jalan Aria Wiratanudatar, Sindanglaka-Cianjur, p...
-
RAIB: Kondisi ruang leb komputer SMAN 1 Mande yang dijarah kawanan pencuri CIANJUR- SMA Negeri 1 Mande, nyaris tidak mengikuti pelaksa...
-
KEBANGGAN: Zakka Tafwidh Mubarok jadi kebanggaan SMAN 1 Cianjur setelah berhasil menjadi juara cipta puisi tingkat Provinsi Jawa Barat. ...
-
CIPANAS-Satpol PP Kecamatan Cipanas berupaya menyisir keberadaan monyet di Kampung Tegal Lega Desa Palasari Kecamatan Cipanas. Namun saat...


Tidak ada komentar: