Pertumbuhan Penduduk terus Membludak


CIANJUR- Program Keluarga Berencana (KB) dinilai masih minim karena masih banyak wanita yang sudah menikah namun belum sadar akan pentingnya program KB. Hal itu disampaikan Anggota Komisi IX DPR RI, Capt. Djoni Rolindrawan di area parkir Hypermart Cianjur, kemarin (27/3)."Masih banyak pasangan suami istri yang mempunyai anak lebih dari dua," utaranya. Ia menambahkan, masih ada salah persepsi dan belum mengertinya  masyarakat mengenai KB."Dampaknya, jumlah penduduk terus meningkat secara signifikan. Contohnya seperti tadi, ketika seorang ibu-ibu yang saya temui dan saya ajak ngobrol, ibu ini mempunyai empat orang anak," ungkap Djoni.
Menurutnya, masyarakat cuma beranggapan bahwa KB itu sebagai alat kontrasepsi. Tapi KB juga merupakan program untuk menjaga stabilitas perekonomian juga kesehatan. "Jarak kehamilan yang sudah diprogramkan agar para orangtua lebih siap dalam urusan biaya pendidikan dan perekonomian dapat terjamin," terangnya.
Untuk itu, pihaknya akan mendukung program KB termasuk penyelenggaraan sosialisasi, informasi dan edukasi tentang KB. "Jika perlu kita dukung untuk menambah anggaran apabila yang saat ini masih kurang. Terutama untuk menyosialisasikan ke wilayah terpencil," tambahnya.
Selain Djoni, mantan Kepala BKKBN Jawa Barat, Lukman Heriana menambahkan, di seluruh Indonesia ada 11 juta perempuan usia produktif, namun baru 7 juta yang mengikuti program KB. "Meskipun dari 4 juta perempuan itu ada yang tengah hamil, namun tetap saja jumlahnya masih tinggi. Makanya, kami berharap dengan rutinnya sosialisasi ini, masyarakat Cianjur sadar untuk memakai KB," ujarnya.
Ia menuturkan, KB memiliki perencanaan yang luas, mulai dari merencanakan jumlah anak ideal, biaya pendidikan dan beberapa faktor lainnya. "Di samping itu, kesehatan seorang ibu dan bayi harus terjamin. Sebab dalam program ini, dianjurkan agar tak menikah dini, tapi menikah di usia 20 tahun ke atas," tutup Lukman. (cr2/jun)





Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top