Radar Cianjur »
Metro Cianjur
»
Dulu Dikejar-kejar Belanda-Jepang, Sekarang Satpol PP
Dulu Dikejar-kejar Belanda-Jepang, Sekarang Satpol PP
Posted by Radar Cianjur on Selasa, 29 Maret 2016 |
Metro Cianjur
BERJUANG terus semasa hidupnya sudah menjadi bagian perjalanan hidup
seorang pedagang ketupat sayur di Jalan Ir H Juanda bernama Ilyas. Usianya yang
kini sudah 93 tahun itu pernah membela negara mengusir penjajah.
TAK ingin disebut 'Veteran', Ilyas yang hampir berusia satu abad ini
pernah mengangkat senjata mengusir penjajah. Dua zaman penindasan yang
dialaminya mulai dari Belanda hingga Jepang tak membuatnya surut berjuang di
zaman saat ini.
Kepada Radar Cianjur, bapak yang dikaruniai empat anak ini mengaku,
zaman perjuangan sebelum kemerdekaan RI sangatlah sulit. Ia harus
berpindah-pindah lokasi agar letak pasukannya tak dapat diketahui musuh negara. “Abah lupa sudah berapa kali lari, serang dan lari lagi. Semuanya itu dilakukan
setiap hari,” tutur kakek yang sudah memiliki 13 cucu ini.
Tak ingin meminta apresiasi atau
sejumlah penghargaan apalagi dana. Ilyas sudah merasa bersyukur dengan rezeki
kesehatan dan kekuatan yang diberikan Allah SWT kepada dirinya hingga saat ini.
Namun, meski pernah melawan penjajah dan bertaruh nyawa, Ilyas
mengungkapkan, takut apabila harus berhadapan dengan petugas Satpol PP. “Kalau
sekarang sudah enggak berani kalau dikejar-kejar petugas Satpol PP,” tambah
buyut 2 cicit ini.
Sehari-hari, Ilyas harus berangkat dari kediamannya di Kelurahan
Pamoyanan setiap hari pukul 04:00. Tentu saja, untuk menjual satu porsi ketupat
sayur kepada masyarakat Cianjur. Harga yang ditawarkan Ilyas relatif murah,
satu mangkok ketupat sayur hanya Rp5 ribu.
Ilyas pun tak pernah menghitung pemasukannya setiap hari karena semua
uang yang didapatinya segera disimpan. Namun, ada kendala yang tak sanggup ia
hadapi. Alam dengan musim hujan saat ini membuat dirinya sulit untuk berjualan.
“Kalau hujan jadi enggak bisa jualan. Diem aja di rumah,” ungkapnya dibumbui
dengan senyuman. (*)
Populer
-
CIBEBER-Atin Supriatna (59) warga Kampung Irigasi RT 04/03, Desa Cikondang, Kecamatan Cibeber, tewas terseret air Sungai Cikondang. Se...
-
CIPANAS- Kondisi badan jalan berlubang di sejumlah titik Ruas Jalan Raya Cipanas-Puncak menyita perhatian sejumlah pihak, diantaranya ...
-
TAWASUTH : Pengurus Cabang PMII Cianjur memberikan pernyataan sikap untuk berada ditengah, dan tidak mengurangi nalar kritis terhadap k...
-
HAURWANGI – Forum Badan Permusyawaratan Desa (FBPD) Kecamatan Haurwangi menyampaikan keberatan atas kegiatan rekrutmen petugas S ens...
-
CIANJUR – Butuh rumah strategis, Perumahan Grand Amanda solusinya. Grand Amanda di Jalan Aria Wiratanudatar, Sindanglaka-Cianjur, p...
-
RAIB: Kondisi ruang leb komputer SMAN 1 Mande yang dijarah kawanan pencuri CIANJUR- SMA Negeri 1 Mande, nyaris tidak mengikuti pelaksa...
-
KEBANGGAN: Zakka Tafwidh Mubarok jadi kebanggaan SMAN 1 Cianjur setelah berhasil menjadi juara cipta puisi tingkat Provinsi Jawa Barat. ...
-
CIPANAS-Satpol PP Kecamatan Cipanas berupaya menyisir keberadaan monyet di Kampung Tegal Lega Desa Palasari Kecamatan Cipanas. Namun saat...


Tidak ada komentar: