Korupsi Cianjur Sampai 31 Triliun

KARANGTENGAHDewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Kabupaten Cianjur, menyikapi kondisi bahwa sampai tahun 2015 kerugian negara akibat korupsi di Cianjur mencapi angka sekitar Rp 31,007 triliun. Sebagaian besar modus yang digunakan adalah penyalahgunaan anggaran. Modus ini mencapai sekitar 24 persen, atau sebanyak 134 kasus, dengan nilai total kerugian negara Rp 803,3 miliar.
Ketua DPD GMPK Kabupaten Cianjur, Asep Toha, mengungkapkan bahwa modus korupsi lain yang dianggap terbanyak adalah penggelapan dengan jumlah mencapai sekitar 107 kasus, dengan nilai kerugian negara sebesar Rp 412,4 milliar, lalu markup sebanyak 104 kasus, dengan kerugian mencapai sekitar Rp 455 milliar, dan penyalahgunaan wewenang sebanyak 102 kasus dengan kerugian negara sebesar Rp 991,8 milliar.
"Melihat kenyataan ini, suatu keharusan bagi masyarakat untuk berperan serta aktif dalam upaya pemberantasan korupsi di Cianjur. Sehingga harapan dan tujuan mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera, akan tercapai sesuai harapan bersama," kata Asep dalam sambutan acara talk show yang bertempat di Gedung Aula Pesantren Al Ittihad, Desa Bojong, Kecamatan Karangtengah, belum lama ini.
Ia menambahkan, korupsi paling banyak dan rentan terjadi, yang perlu diawasi ada di sektor keuangan daerah. Ada sekitar 105 kasus korupsi, dengan kerugian negara mencapai sekitar Rp. 385,5 milliar. Hal ini juga dibuktikan dengan pejabat yang tersangkut korupsi paling banyak selama tahun 2015, di antaranya pejabat Pemerintah Daerah (Pemda) dan Kementerian, disusul oleh direktur dan komisaris pegawai swasta, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan DPR Daerah (DPRD), Camat, serta Kepala Desa.
Upaya untuk merealisasikan kinerja memerangi korupsi, menurut Asep, tentu perlu strategi.

"Misalnya dengan merangkul seluruh lapisan masyarakat untuk terlibat dan turut serta dalam melakukan berbagai pencegahan. Bisa juga dengan cara membentuk pengurus kecamatan hingga tingkat desa, atau sampai tingkat rukun warga. Akan kita bentuk mulai dari unsur siswa, kalangan pemuda, dan mahasiswa," ungkapnya. (mat) 


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top