Melihat Kepiawaian Petani Bonsai asal Cipanas, Kualitas Bonsai Cipanas Diakui Dunia Internasinal


Bagi bapak yang satu ini konsisten selama lebih dari 20 tahun mengembangkan bisnis bonsai di daerah Cipanas, merupakan sebuah kebanggaan. Pasalnya konsistensinya dalam dunia tanaman bonsai mengantarkan ia terpilih menjadi pelatih untuk para petani bonsai di berbagai daerah.
"Bagi saya bonsai itu merupakan mahakarya yang unik dan menarik. Bahkan kita patut bersyukur  Cipanas memiliki bonsai yang khas seperti jenis beringin, hulmus, dan ki hujan," kata Seniman Bonsai Cipanas Cecep.
Menurutnya, keberadaan tanah Cipanas yang subur bekas letusan Gunung Gede merupakan sebuah anugrah, sehingga berbagai jenis tanaman bisa tumbuh subur. “Ini menjadi peluang untuk menjadikan tanaman bonsai yang unik dan bisa bersaing dengan daerah lainnya,” tuturnya.(fhn)
Lebih dari 300 petani bonsai asal Cianjur yang tergabung dalam Persatuan Penggemar Bonsai Indonesia Cabang Cianjur, ikut memeriahkan kontes bonsai, Minggu (27/3). Kini keberadaannya diakui dunia internasional.
Ketenaran petani bonsai asal Cipanas sudah diakui di tingkat  nasional seperti Deden Aki yang sudah menjadi trainer (pelatih) bonsai di Lampung, Asep di Batam, Acil di Palembang, Mufti sudah di Aceh, Fauzi di Bali, Pepen di Medan, dan Santo di daerah Purwakarta.
Tak hanya itu, wilayah Cipanas kerap menjadi pasar bagi para pecinta bonsai dari Jerman, Belgia, dan beberapa negara di Asia.
Berkat kepiawaiannya dan semangatnya untuk menggaungkan tanaman bonsai, mereka kompak menggelar kontes tanaman bonsai, dengan mengundang para pecinta bonsai dari berbagai berbagai penjuru nusantara, bertempat Gedung PLUT Pacet.
"Kami ini bangga dengan para seniman bonsai yang sudah diakui di tingkat nasional hingga internasional. Meskipun memang hingga saat ini perhatian pemerintah masih minim, namun kami tetap semangat," ujar Ketua Persatuan Penggemar Bonsai Indonesia Cabang Cianjur Emus Sofyan.
Bagi mereka kontes bonsai merupakan momen silaturahmi antara petani dan pedagang bonsai, baik itu dari Cianjur, Tangerang, Bogor, dan beberapa daerah lainnya.
"Kami bisa bertahan melestarikan bonsai karena kami menjual bonsai hingga ke luar kota dan luar negeri,” kata Emus.
Pangsa pasar para petani bonsai sudah mencapai luar negeri seperti Belanda, Jerman, Perancis, Korea, India, dan Singapura. "Wilayah Cipanas, Pacet, dan sekitarnya salah satu daerah yang menjadi cikal bakal di Indonesia sebagai penghasil tanaman bonsai, dan diakui dunia internasional," tutur Emus.
Saat ini pangsa pasar tanaman bonsai terbuka lebar hingga ke luar, bahkan dalam sebulan permintaan tanaman bonsai asal Cipanas dan sekitarnya bisa mencapai 60 ribu tanaman bonsai. Namun sayang, permintaan itu belum bisa terpenuhi karena belum ada badan hukum baik itu PT  atau CV yang mau menaungi kelompok bonsai di Cianjur.

"Kami mengharapkan ada dukungan dari pemerintah, agar petani bonsai bisa lebih maju,” harap Emus.(**)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top