Radar Cianjur »
Cipanas
»
Melihat Kepiawaian Petani Bonsai asal Cipanas, Kualitas Bonsai Cipanas Diakui Dunia Internasinal
Melihat Kepiawaian Petani Bonsai asal Cipanas, Kualitas Bonsai Cipanas Diakui Dunia Internasinal
Posted by Radar Cianjur on Senin, 28 Maret 2016 |
Cipanas
Bagi bapak yang
satu ini konsisten selama lebih dari 20 tahun mengembangkan bisnis bonsai di
daerah Cipanas, merupakan sebuah kebanggaan. Pasalnya konsistensinya dalam
dunia tanaman bonsai mengantarkan ia terpilih menjadi pelatih untuk para petani
bonsai di berbagai daerah.
"Bagi saya
bonsai itu merupakan mahakarya yang unik dan menarik. Bahkan kita patut
bersyukur Cipanas memiliki bonsai yang
khas seperti jenis beringin, hulmus, dan ki hujan," kata Seniman Bonsai
Cipanas Cecep.
Menurutnya,
keberadaan tanah Cipanas yang subur bekas letusan Gunung Gede merupakan sebuah
anugrah, sehingga berbagai jenis tanaman bisa tumbuh subur. “Ini menjadi
peluang untuk menjadikan tanaman bonsai yang unik dan bisa bersaing dengan
daerah lainnya,” tuturnya.(fhn)
Lebih dari 300 petani bonsai asal Cianjur yang tergabung dalam Persatuan
Penggemar Bonsai Indonesia Cabang Cianjur, ikut memeriahkan kontes bonsai,
Minggu (27/3). Kini keberadaannya diakui dunia internasional.
Ketenaran petani bonsai asal Cipanas sudah diakui di tingkat nasional seperti Deden Aki yang sudah menjadi
trainer (pelatih) bonsai di Lampung, Asep di Batam, Acil di Palembang, Mufti
sudah di Aceh, Fauzi di Bali, Pepen di Medan, dan Santo di daerah Purwakarta.
Tak hanya itu,
wilayah Cipanas kerap menjadi pasar bagi para pecinta bonsai dari Jerman,
Belgia, dan beberapa negara di Asia.
Berkat
kepiawaiannya dan semangatnya untuk menggaungkan tanaman bonsai, mereka kompak
menggelar kontes tanaman bonsai, dengan mengundang para pecinta bonsai dari
berbagai berbagai penjuru nusantara, bertempat Gedung PLUT Pacet.
"Kami ini
bangga dengan para seniman bonsai yang sudah diakui di tingkat nasional hingga
internasional. Meskipun memang hingga saat ini perhatian pemerintah masih
minim, namun kami tetap semangat," ujar Ketua Persatuan Penggemar Bonsai
Indonesia Cabang Cianjur Emus Sofyan.
Bagi mereka kontes
bonsai merupakan momen silaturahmi antara petani dan pedagang bonsai, baik itu
dari Cianjur, Tangerang, Bogor, dan beberapa daerah lainnya.
"Kami bisa
bertahan melestarikan bonsai karena kami menjual bonsai hingga ke luar kota dan
luar negeri,” kata Emus.
Pangsa pasar para
petani bonsai sudah mencapai luar negeri seperti Belanda, Jerman, Perancis,
Korea, India, dan Singapura. "Wilayah Cipanas, Pacet, dan sekitarnya salah
satu daerah yang menjadi cikal bakal di Indonesia sebagai penghasil tanaman
bonsai, dan diakui dunia internasional," tutur Emus.
Saat ini pangsa
pasar tanaman bonsai terbuka lebar hingga ke luar, bahkan dalam sebulan
permintaan tanaman bonsai asal Cipanas dan sekitarnya bisa mencapai 60 ribu
tanaman bonsai. Namun sayang, permintaan itu belum bisa terpenuhi karena belum
ada badan hukum baik itu PT atau CV yang
mau menaungi kelompok bonsai di Cianjur.
"Kami
mengharapkan ada dukungan dari pemerintah, agar petani bonsai bisa lebih maju,”
harap Emus.(**)
Populer
-
PENYANYI Reza Artamevia ?merasa senang setelah menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan kepemilikan senjata illegal dan peluru...
-
ANGGOTA DPR RI dari Fraksi PPP Joko Purwanto reses di Aula Universitas Suryakancana Cianjur CIANJUR - Anggota Komisi VII DPR RI Joko P...
-
*) Nanang Rustandi BEGITU berseliweran berbagai informasi dan berita di era Jaman Now. Semua harus disortir mana yang benar-benar infor...
-
Neng Eem ingatkan masyarakat pentingnya empat pilar MPR RI CIANJUR- Anggota DPR RI, yang juga anggota MPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa H...

Tidak ada komentar: