BNNK Sidak DPPKAD

CIANJUR-Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cianjur kembali membuat kejutan. Sejumlah aparatur Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kabupaten Cianjur jadi sasaran tes urine, Senin (25/4) pagi.

Kepala BNNK Cianjur, Hendrik membenarkan hal tersebut. Tes urine yang dilaksanakan di DPKAD itu dilakukan secara mendadak. Setelah apel pagi selesai, seluruh pegawai yang ada di kantor tersebut satu persatu menjalani tes urine tanpa terkecuali. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa bersih pegawai tersebut dari barang narkoba.

“Kita lakukan tes urine Senin pagi secara dadakan di DPKAD sebanyak 86 orang, berikut satpam dan office boy. Ini dilakukan dalam rangka membersihkan kantor dari penyalahgunaan narkoba,” kata Hendrik.

Masih kata Hendrik. Giat dadakan tersebut juga dilakukan sebagai langkah antisipasi tindak penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemerintahan Kabupaten Cianjur. Kendati demikian, pihaknya mengaku belum bisa mengatakan hasil dari tes tersebut saat itu juga. 

“100 persen aparatur DPKAD tadi menjalani tes dan hasilnya akan diketahui besok (hari ini, red). Hasilnya sedang didalami oleh pihak laboratorium dan sangat hati-hati dalam menganalisisnya. Apakah ada yang positif ataukah tidak, hasilnya akan disampaikan langsung kepada pimpinannya,” imbuh Hendrik.

Jika kedapatan ada anggota DPKAD yang positif mengkonsumsi narkoba, Hendrik menegaskan, pihaknya akan segera menyampaikan laporan tersebut kepada pucuk pimpinan DPKAD. Ia pun tidak akan segan-segan mengajukan sanksi yang tegas.

“Tapi kalau memang hasil lidik dari BNNK dan koordinasi dengan Polres yang bersangkutan terindikasi penyalahguna narkoba, kita sampaikan kepada pimpinan untuk dilakukan pengawasan,” tegas dia.

Hendrik juga berencana lakukan upaya pencegahan serupa dengan melakukan berbagai penyuluhan dan advokasi serta pendekatan persuadif kepada sejumlah OPD yang belum melaksanakan tes urine. Bahkan kalau diperlukan, pihaknya juga akan gencar melakukan giat tes urine dadakan semacam ini ke sejumlah OPD.

“Mudah-mudahan lingkungan pemerintahan Kabupaten Cianjur bersih dari penyalahgunaan narkoba. Lebih jauh kami menunggu dari pimpinannya. Bila kita harus melakukan pengawasan rutin untuk rehabilitasi maka kita akan lakukan,” tutupnya.

Hingga berita ini dimuat, belum ada konfirmasi resmi dari pihak DPKAD terkait tes urine dadakan tersebut.(*/lan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top