Radar Cianjur »
Berita Utama
»
Tak Terima, Polres FC Bogem Wasit
Tak Terima, Polres FC Bogem Wasit
Posted by Radar Cianjur on Selasa, 26 April 2016 |
Berita Utama
CIANJUR-Sungguh malang nasib Yandi Setiadi (34). Bukannya mendapat
penghargaan saat menjadi wasit ketika memimpin pertandingan, ia malah harus
dilarikan ke RSUD Cianjur setelah jadi bulan-bulanan salah satu klub yang
berlaga di ajang Bhayangkara Cup, Senin (25/4) kemarin di Stadion badak Putih,
Pamoyanan, Cianjur.
Informasi yang dihimpun, saat itu laga sengit berlangsung
antara kesebelasan Celong FC Cipanas kontra kesebelasan Polres Cianjur. Hingga
peluit akhir pertandingan usai, skor dimenangkan oleh kesebelasan Celong FC
Cipanas dengan skor tipis, 3-2.
Namun, tak lama berselang setelah laga usai, Yandi kemudian
dihampiri oleh sejumlah pemain kesebelasan Polres Cianjur. Dalam hitungan
menit, suasana berujung ricuh lantaran salah satu kesebelasan menuding wasit
tak mampu memimpin jalannya pertandingan dengan baik, hingga akhirnya mereka
yang tak terima, melakukan protes dengan cara yang ekstrim.
Yandi saat itu juga diamankan hingga kemudian langsung
dilarikan ke RSUD Cianjur membenarkan hal tersebut. Ia mengaku telah dipukuli
oleh sejumlah oknum anggota polisi saat itu. Yandi mengaku, awalnya ia ditanduk
salah seorang pemain dari arah belakang, disusul pukulan demi pukulan yang ia
terima secara bertubi-tubi.
“Ya, saya telah dipukuli, pertama saya ditanduk dari
belakang serta dari arah depan. Saya minta keadilan dari penegak hukum. Saya
minta ini diproses sesuai prosedur hukum yang berlaku,” ujar Yandi nampak
kesal.
Saat dihubungi, salah seorang panitia pertandingan, Beni
Sumarna mengaku belum mau berkomentar terkain insiden tersebut. “Mohon maaf
kang, kami masih belum bisa memberi komentar apapun. Belum ada keputusan soal
hasil pertandingan, masih kami rembukan kembali bersama panitia lainnya,” kata
Beni.
Terpisah, Kapolres Cianjur, AKBP Asep Guntur Rahayu
menegaskan, pihaknya hingga kini tengah menyelidiki dan mendalami insiden
tersebut. Asep Guntur siap untuk memproses sesuai dengan prosedur hukum yang
berlaku.
“Masih kami selidiki kebenarannya. Skan kami dalami, apakah
yang melakukan pemukulan itu sebagai anggota polisi atau pemain sepakbola,”
singkat dia.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI
Kabupaten Cianjur, Wawan Setiawan mengaku kurang begitu mengetahui ikhwal
peristiwa pemukulan wasit tersebut. Menurutnya, untuk laga turnamen semacam
ini, memang seringkali melibatkan pihak lain diluar PSSI Cianjur, terutama
untuk wasit. Bahkan, untuk gelaran Bhayangkara Cup ini saja, Wawan mengaku
belum mendapat pemberitahuan resmi dari panitia maupun pihak terkait.
“Berkaitan dengan turnamen ini, saya tidak mengetahuinya.
Tidak ada pemberitahuan sama sekali. Tahu-tahu ada peristiwa pemukulan,” papar
Wawan.
Kendati demikian, sebagai insan sepakbola Cianjur, Wawan
menyayangkan peristiwa pemukulan
terhadap wasit semacam itu harus terjadi. Kata Wawan, seharusnya
sepakbola yang menjunjung tinggi jiwa sportifitas menjadi sarana pemersatu..
“Ini preseden buruk bagi dunia olahraga, terutama dunia
persepakbolaan Cianjur. Sangat tidak elok dilihat. Apalagi pecinta sepakbola
itu segala usia,” ungkapnya.
Bukan tanpa alasan. Pasalnya, masih kata Wawan, sepakbola
sangat diminati oleh berbagai lapisan masyarakat berbagai usia. Ia berharap
insiden pemukulan seperti ini adalah yang terakhir kalinya di Cianjur dan tak
terulang di kemudian hari.
Populer
-
CIANJUR-Tiga siswa SMAN 1 Cianjur berhasil mendapatkan nilai ujian nasional tertinggi. Ketiga siswa itu diantaranya, Muhammad Audie (1...
-
CIANJUR-Koperasi Universitas Suryakancana (Unsur) Cianjur membukukan perputaran dana anggota sebesar Rp1,5 Miliar. Padahal Koperasi bagi k...
-
CIANJUR - Sepeda Motor sudah jadi alat transfortasi yang dibutuhkan. Tak heran hampir semua orang mempunyai sepeda motor. Meski demi...
-
CIANJUR-Saat ini SMAN 1 Cianjur tengah melaksanakan Ujian Akhir Semester (UAS). Humas SMAN 1 Cianjur, Siti Nuraini menuturkan, UA...
-
CIANJUR-Pemerintah pusat melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI telah mengatur kebijakan baru terkait biaya pernikahan sejak beberapa ...
-
CIANJUR-Untuk antisipasi hal-hal yang tak diinginkan, Polres Cianjur menetapkan Kabupaten Cianjur berstatus siaga 1, akibat suhu politik...
-
CIANJUR-Kurang lebih 30 Hektare sawah di Kampung Pasirgede Desa Mekargalih, Kecamatan Ciranjang terpaksa gagal panen akibat diserang ham...
-
WARUNGKONDANG–Depot jamu yang secara diam-diam suka menjula miras dan minuman oplosan di Kampung Cibinong, Desa Ciwalen, Kecamatan Warun...

Tidak ada komentar: