Radar Cianjur »
Metro Cianjur
»
7701 Pelanggaran Selama Dua Pekan, Kesadaran Masyarakat Masih Minim
7701 Pelanggaran Selama Dua Pekan, Kesadaran Masyarakat Masih Minim
Posted by Radar Cianjur on Senin, 30 Mei 2016 |
Metro Cianjur
![]() |
KETAT: Petugas Satlantas
Polres Cianjur memeriksa kelengkapan surat pengendara sepeda motor.
|
CIANJUR- Operasi (ops)
Patuh Lodaya merupakan ops patuh yang digelar pihak kepolisian se-Indonesia
dalam setiap tahunnya jelang lebaran sebelum memasuki bulan puasa. Untuk di
wilayah Cianjur sendiri, masih banyak jumlah pelanggaran para pengendara motor ataupun
mobil yang belum melengkapi surat-surat kendaraannya.
Hal itu diungkapkan
Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Erik Bangun Prakasa Minggu (29/5) kemarin.
"Ops patuh lodaya yang terakhir dilaksanakan masih banyak masyarakat yang
belum sadar akan peraturan lalulintas (lalin)," ujarnya.
Sesuai data yang didapat,
pelanggar yang terkena ops patuh yang dilaksanakan sejak tanggal 16 hingga 29
mei kemarin sebanyak 6381 pelanggaran (gar). "Itu pun masih hasil input
sementara sore kemarin," tuturnya.
Menurutnya, hal tersebut perlunya kesadaran semua pihak yang berwenang untuk menjadikan keselamatan berlalulintas sebagai suatu kebutuhan utama. "Dimulai sejak dini dan dari sekolah-sekolah, seperti pelajaran berlalu lintas yang harus menjadi suatu kurikulum," terangnya.
Menurutnya, hal tersebut perlunya kesadaran semua pihak yang berwenang untuk menjadikan keselamatan berlalulintas sebagai suatu kebutuhan utama. "Dimulai sejak dini dan dari sekolah-sekolah, seperti pelajaran berlalu lintas yang harus menjadi suatu kurikulum," terangnya.
Ia menambahkan, pentingnya
tanggungjawab orangtua dalam mengajarkan etika tertib berlalulintas yang benar
kepada para anaknya. Hal ini didukung juga oleh orang tua murid di Cianjur,
seperti yang dikatakan Dewi Ati (42), selain kepolisian, orang tua pun harus
ikut berperan untuk mengingatkan anaknya dalam berlalulintas. "Penting
untuk keselamatan anak-anak kita juga," kata Dewi.
Dalam sehariannya, ia pun
selaku mengingatkan kepada anaknya agar selalu membawa surat-surat motornya.
"Saya juga sering mengingatkan dan terkadang memarahi anak saya yang
kedua, untuk tidak membawa motor milik ayahnya ke jalan dan tetap bermain di
komplek rumah. Bukan apa-apa, karena yang pertama anak saya ini belum memiliki
SIM serta usianya masih 15 tahun dan belum saya izinkan juga untuk ke
jalan," tutupnya. (cr2)
Populer
-
CIANJUR-Tiga siswa SMAN 1 Cianjur berhasil mendapatkan nilai ujian nasional tertinggi. Ketiga siswa itu diantaranya, Muhammad Audie (1...
-
CIANJUR-Koperasi Universitas Suryakancana (Unsur) Cianjur membukukan perputaran dana anggota sebesar Rp1,5 Miliar. Padahal Koperasi bagi k...
-
CIANJUR - Sepeda Motor sudah jadi alat transfortasi yang dibutuhkan. Tak heran hampir semua orang mempunyai sepeda motor. Meski demi...
-
CIANJUR-Pemerintah pusat melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI telah mengatur kebijakan baru terkait biaya pernikahan sejak beberapa ...
-
CIANJUR-Untuk antisipasi hal-hal yang tak diinginkan, Polres Cianjur menetapkan Kabupaten Cianjur berstatus siaga 1, akibat suhu politik...
-
WARUNGKONDANG–Depot jamu yang secara diam-diam suka menjula miras dan minuman oplosan di Kampung Cibinong, Desa Ciwalen, Kecamatan Warun...
-
CIPANAS- Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) akan segera menuntaskan berbagai kasus pengrusakan areal taman nas...
-
CIANJUR – Mengisi tahun 2016, Indosat Ooredoo meluncurkan produk terbaru, paket IM3 Freedom Combo, yang akan membebaskan masyarakat ...


Tidak ada komentar: