Radar Cianjur »
PERSIB
»
Butuh Menang, Ubah Gaya Main
Butuh Menang, Ubah Gaya Main
Posted by Radar Cianjur on Jumat, 13 Mei 2016 |
PERSIB

BANDUNG-Persib Bandung butuh kemenangan saat
menjamu Bali United di laga ketiga Indonesia Soccer Championship (ISC) A, Sabtu
(14/5). Secara statistik, Persib bertemu Bali United tiga kali sejak ditangani
Dejan Antonic.
Dari tiga pertemuan itu di turnamen resmi atau persahabatan, Maung Bandung tercatat lebih unggul dibanding Serdadu Tridatu.
Terakhir, Persib sukses mengalahkan Bali United dalam semi final Bhayangkara Cup, dengan skor tipis 1-0.
Seringnya pertemuan antara keduanya, membuat sejumlah kalangan menilai laga nanti akan berjalan cukup berat. Namun, Dejan punya pandangan lain dengan menjelaskan bahwa pertandingan nanti, tidak akan seberat seperti yang dibayangkan.
Menurut Dejan, banyaknya pertandingan yang dilakoni keduanya, memaksa juru taktik ke dua tim harus pandai meramu strategi. ''Nggak berat. Tapi mengerti kalau kamu lawan satu tim seperti itu. Ya, dia tahu kualitas kita,” kata Dejan.
Guna memetik poin penuh pertamanya di ISC A, Dejan menegaskan dirinya akan mengubah strategi agar tampil beda melawan Bali United. Dia berharap Atep dan kawan-kawan bisa memainkan ritme pertandingan yang akan berlangsung pada akhir pekan nanti itu. ''Kita harus berubah sedikit untuk game nanti. Dan puji Tuhan kita bisa normal,” jelas dia.
Terkait statistik yang menunjukkan bahwa
Persib lebih unggul dibanding calon lawannya, pelatih asal Serbia itu
menegaskan bahwa hal tersebut tidak bisa dijadikan tolok ukur. Lebih jauh dia
menegaskan bahwa statistik tidak lebih dari sekadar memori yang tidak bisa
dijadikan bekal. ''Statistik itu cuma buat memori ya. Tapi kalau gamekita
harus fokus untuk hari Sabtu ya,” ungkap dia.(sin)
Populer
-
- Tes Pejabat Gaet Psikiad CIANJUR-Pemerintah Kabupaten Cianjur kini hanya tinggal menempuh beberapa tahapan akhir jelang perombakan besa...
-
JAKARTA-Sekretaris Jenderal Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Yenny Sucipto mengatakan, potensi kerugian negara...

Tidak ada komentar: