Radar Cianjur »
Cianjur Raya
»
Sawah Makin Tekuras, Petani Miris
Sawah Makin Tekuras, Petani Miris
Posted by Radar Cianjur on Rabu, 08 Juni 2016 |
Cianjur Raya
![]() |
| BERKURANG : Petani tengah beraktivitas di sawah. Maraknya pembangunan pabrik membuat persawahan di Sukaluyu, Ciranjang, dan Haurwangi semakin berkurang. |
SUKALUYU-Petani dan buruh tani warga tiga kecamatan yakni Sukaluyu, Ciranjang, dan Haurwangi, mengeluhkan semakin habisnya lahan pertanian. Mereka menuding ada beberapa makelar tanah (biong) yang dugaan kuat bermain tanah untuk dijual ke pengusaha-pengusaha pabrik.
Seperti yang dituturkan Ujang (44) buruh tani warga Kecamatan Haurwangi. Menurutnya, lahan pertanian produktif khususnya di daerah Haurwangi semakin habis terkuras disulap jadi kawasan industri dan beberapa pelaku (pengusaha) rumah kontarakan atau kos-kosan.
“Saya juga bingung kang bagaimana nanti 10 tahun ke depan, kita akan makan apa?. Mungkin hanya tinggal menunggu bom waktu, bagaimana swasembada pangan di Cianjur ke depannya. Ada kemajuan atau kemunduran melihat sawah sudah habis terkuras," ungkapnya, ungkapnya.
Hal senada dikeluhkan, Indra (38) salah saru mahasiswa. Menurutnya, Pemkab Cianjur melalui beberapa dinas terkait, dan pemangku kebijakan harus menekan perizinan mengenai kawasan zona industrial di daerah atau wilayah yang memang masih produkstif dan perlu dikembangkan potensi pertaniannya.
"Jadi jangan hanya diam dan seakan tutup mata, lalu pada siapa masyarakat Cianjur mengadu dan mengeluh kalau bukan pada pemerintah daerah (Pemda) sebagai pemangku kebijakan," papar Indra (38) salah satu mahasiswa warga Kecamatan Ciranjang.
Yulianti (27) rekanya menambahkan. Sesuai dengan Kepres 33/tahun 1990 tentang penggunaan tanah bagi pembangunan kawasan industri. Pasal 1, ayat 1 dengan tegas menyebutkan, pemberian ijin lokasi tidak mengurangi areal tanah pertanian, dan pasal 2, ayat 1 jelas menerangkan bahwa kegiatan industri tidak dapat dilakukan di kawasan pertanian apalagi kawasan produktif.
"Ini merupakan kritik untuk membangun, karena sebagai putra daerah saya sangat peduli dan perlu sekali persoalan ini dipikirkan bersama jangan dibiarkan seenaknya saja, orang kaya seenaknya bisa merusak," imbuhnya.(mat)
Populer
-
USIA DINI: TK Al Azhar Cianjur mengajarkan kepada siswa sejak dini tentang sopan santun terhadap guru dan orang tua. CIANJUR-Mar...
-
MOMENTUM bulan Ramadan dimanfaatkan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Cianjur, Moch Ginanjar, untuk selalu m...
-
Ruas Jalan Raya Cipanas sudah menjadi langganan banjir, tak pelak kondisi ini semakin mempersulit pengendara ketika melintas. Amat dis...
-
CIANJUR- Pondok Pesantren At-Taubah Lapas Kelas II B Cianjur bina para narapidana dengan berbagai materi keagamaan. Harapannya agar kelak...
-
ILUSTRASI CIANJUR-Istilah 'Salam Pramuka' dan 'Salam OSIS' berada di daftar pencarian teratas dalam sebuah mesin telus...
-
ilustrasi GEKBRONG –Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Desa Cikancana, Bripka Arief Firmansyah, b...
-
Mengulas peranan media, baik media cetak maupun elektronik, sebagai kontrol sosial kini mulai disadari oleh berbagai kalangan, tak ter...
-
JAKARTA - Kuasa Hukum terpidana mati Su'ud Rusli, Boyamin melaporkan Jaksa Agung M Prasetyo ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (...


Tidak ada komentar: