Radar Cianjur »
PERSIB
»
Terancam Tanpa Bobotoh di GBLA
Terancam Tanpa Bobotoh di GBLA
Posted by Radar Cianjur on Jumat, 10 Juni 2016 |
PERSIB
BANDUNG-Persib Bandung terancam tidak bisa
memaksimalkan dukungan suporternya saat menjamu Mitra Kukar di pekan ketujuh TSC
2016, pada tanggal 18 Juni.
Manajemen Persib menjadikan Stadion Gelora
Bandung Lautan Api (GBLA) sebagai pengganti Si Jalak Harupat yang direnovasi
untuk persiapan pekan olahraga nasional (PON) 2016.
Manajer Persib Umuh Muchtar yang memantau
kesiapan GBLA hari ini mengatakan, laga kontra Mitra Kukar itu kemungkinan
digelar tanpa penonton, jika stadion dianggap masih belum aman.
“Tanggal 18 nanti harus jadi, karena ini
mendesak sekali. Alternatifnya, ya paling tanpa penonton,” ujar Umuh.
“Tapi saya yakin tidak akan rubuh, karena dulu
kan pernah memuat 52 ribu orang. Saya juga minta bobotoh agar tertib, karena di
luar belum selesai masih ada lantai yang diperbaiki. Saya yakin bobotoh
mengerti,” imbau Umuh.
Umuh juga menegaskan, GBLA saat ini menjadi
satu-satunya opsi Persib untuk menggelar laga kandang, walau sebelumnya sempat
dikaitkan dengan Stadion Pakansari Cibinong, Bogor, dan Stadion Wibawa Mukti
Bekasi.
“Saya belum kepikiran untuk ke situ, fokus di
sini (GBLA, red) dulu saja, karena ini mendesak. Pak wali kota Ridwan Kamil
bilang tak ada masalah. Dari pengembang juga bilang ini sudah siap,” kata Umuh.
“Ada beberapa lantai yang masih bisa
diperbaiki. Akses juga sudah bisa, walau belum bisa masuk dari tol. Tinggal
mengamankan yang di luar. Saya rasa pihak kepolisian juga tidak akan
mempersulit, karena ini untuk kepentingan umum warga Jawa Barat. Nanti tetap
akan ada pemberitahuan lagi,” paparnya.
Sementara itu, project manager PT Adhi Karya
Hendra Wijaya menyatakan kondisi stadion sudah sangat aman.
“Sudah sangat aman, dan itu sudah ada
rekomendasi dari Puslitbang, walau sebetulnya bukan diperuntukan untuk Persib,
karena ini untuk PON,” kata Hendra.(fft)
Populer
-
USIA DINI: TK Al Azhar Cianjur mengajarkan kepada siswa sejak dini tentang sopan santun terhadap guru dan orang tua. CIANJUR-Mar...
-
MOMENTUM bulan Ramadan dimanfaatkan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Cianjur, Moch Ginanjar, untuk selalu m...
-
Ruas Jalan Raya Cipanas sudah menjadi langganan banjir, tak pelak kondisi ini semakin mempersulit pengendara ketika melintas. Amat dis...
-
CIANJUR- Pondok Pesantren At-Taubah Lapas Kelas II B Cianjur bina para narapidana dengan berbagai materi keagamaan. Harapannya agar kelak...
-
ILUSTRASI CIANJUR-Istilah 'Salam Pramuka' dan 'Salam OSIS' berada di daftar pencarian teratas dalam sebuah mesin telus...
-
ilustrasi GEKBRONG –Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Desa Cikancana, Bripka Arief Firmansyah, b...
-
Mengulas peranan media, baik media cetak maupun elektronik, sebagai kontrol sosial kini mulai disadari oleh berbagai kalangan, tak ter...
-
JAKARTA - Kuasa Hukum terpidana mati Su'ud Rusli, Boyamin melaporkan Jaksa Agung M Prasetyo ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (...

Tidak ada komentar: