Akibat Kabel, Siswa Dianiaya Wali Kelas



CIANJUR - Seorang siswa yang bersekolah di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Cianjur mengaku pernah dipukuli oleh seorang guru didiknya pada jam pelajaran di sekolah. Siswa yang enggan namanya dikorankan ini mengaku, disiksa oleh gurunya karena tidak membawa sebuah barang yang disuruh oleh guru pelajaran itu.

"Iya, waktu itu disuruh bawa kabel buat praktek, tapi saya lupa membawanya. Jadi aja saya dipukul di bagian punggung," ujarnya. Menurutnya, bukan hanya dia yang dipukuli saat itu, tetapi teman lainnya juga dipukuli oleh guru tersebut. Selain kekerasan dengan pemukulan guru terhadap siswa memakai kabel, katanya ia juga pernah ditampar oleh guru yang sekaligus wali kelasnya itu.

"Beneran saya ditampar sebanyak dua kali waktu itu, da peres lumayan. Ya walaupun murid salah, seharusnya jangan pakai kekerasan atuh bisa meureun ya. Masa kita bayar sekolah cuma buat disiksa," ungkapnya.

Hal ini pun menyebabkan ia untuk memutuskan sekolahnya alias berhenti bersekolah. "Orantua engga tau mengenai kekerasannya mah, cuma kalau berhentinya sekolah mamah tau. Sengaja engga kasih tau, karena takut membuat mamah khawatir dan sedih kalau tau anaknya diginiin. Sedangkan saya kan udah engga punya bapak," katanya.

Saat ditanyakan kepada pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Cianjur, Sekretaris Disdik, Jumati menghmbau, untuk seluruh guru pengajar untuk menghindari kekerasan. "Kalau memakai kekerasan gitu tidak mendidik. Senakal-nakalnya murid, tetap sebagai guru harus sabar dalam mendidik," saran Jumati.

Ia pun menegaskan, bilamana guru mengajar dengan menggunakan kekerasan, maka hal itu melanggar dalam dunia pendidikan. "Sebisa mungkin guru harus sabar dan bisa kendalikan dirinya. Sebab akan berdampak trauma kepada muridnya," pungkasnya.

Saat ditanyai sanksi terhadap guru yang melakukan kekerasan pada Rabu (27/) kemarin malam, dirinya belum dapat menjawab, dikarenakan kesibukan yang dilakukannya. (yud)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top