Radar Cianjur »
Nasional
»
DPD Ungkap Persoalan Hubungan Pusat dan Daerah
DPD Ungkap Persoalan Hubungan Pusat dan Daerah
Posted by Radar Cianjur on Senin, 25 Juli 2016 |
Nasional
Wakil Ketua Komite I DPD RI Benny Rhamdani. FOTO: DOK.DPD RI
JAKARTA-Komite I DPD RI mencatat masih banyak persoalan hubungan antara pusat dan daerah di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Padahal, NKRI akan kokoh apabila hubungan pusat dan daerah berjalan harmonis dan dinamis.
Wakil Ketua Komite I DPD RI Benny Rhamdani mengatakan pihaknya mencatat ada permasalahan baru yang dapat melemahkan pelaksanaan pemerintahan di daerah. Terutama pada pembatalan peraturan daerah (Perda) sebanyak 3.143 Perda.
"Hal ini berdampak menghambat pelayanan kepada masyarakat atau merugikan masyarakat,” ucap Benny saat Sidang Paripurna Ke-13 DPD RI di Nusantara V Komplek Parlemen, Jakarta, Jumat (22/7) lalu.
Selain itu, Komite I DPD juga mencatat lemahnya pembinaan dan kontrol dari pemerintah pusat terhadap pelaksanaan otonomi daerah (otda) seperti yang terjadi di Papua. Karena terbitnya UU No. 21 Tahun 2001 Tentang Otsus di Papua dan Papua Barat kurang diikuti pembinaan dan pengawasan.
"Sampai hari ini keberadaan Papua belum berkembang sebagaimana yang diharapkan," ujar Benny.
Padahal, sambungnya, Papua merupakan daerah yang kaya akan sumber daya alam. Namun pemerintah belum optimal melakukan pembinaan dan pengawasan dalam implementasi UU Otsus untuk membangun serta memberdayakan masyarakat Papua.
"Untuk itu, kami memandang perlu adanya kesamaan visi, langkah dan strategi antar kementerian/lembaga untuk menyusun grand design," kata Benny.
Menurut Benny, Komite I DPD menaruh hati untuk Papua dengan mendorong kajian pelaksanaan Otsus di Papua yang menguatkan substansi dan ruh Otsus. "Harapan kami sejalan dengan kehendak kuat masyarakat Papua untuk menyempurnakan UU No. 21 Tahun 2001," terang dia.
Pada penutupan masa sidang V DPD, Benny juga menyinggung permasalahan daerah perbatasan. Pasalnya, masalah perbatasan merupakan masalah klasik yang mencuri perhatian banyak pihak. Namun upaya nyata untuk menjadikan perbatasan sebagai etalase NKRI masih jauh kpanggang dari api'.
"Kami juga menandai indikasi terjadinya ego sektoral antara kementerian/lembaga terkait. Sehingga terkesan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) tidak mampu mengkordinasikan secara optimal," jelas Benny.(fri/jpnn)
Populer
-
CIPANAS- Kondisi cuaca buruk selama Februari 2016, mengakibatkan sejumlah harga sayur-mayur di Pasar Tradisional Pasar Cipanas meningk...
-
FOTO: ILLUSTRASI PACET- Empat orang pelaku penipuan bermodus transaksi online diringkus Unit III Subdit Jatanras Ditreskrimum Pold...
-
JAKARTA-Rapat internal Komisi IX DPR akhirnya memutuskan dibentuknya Panitia Kerja (Panja) Vaksin Palsu. Hal ini sebagai tindak lanjut...
-
PARIS Saint Germain (PSG) mencul menjadi salah satu klub yang diperhitungkan di Benua Eropa, selama empat tahun belakangan ini. Dukung...
-
CIANJUR – Beragam potensi alam di Cianjur Selatan (Cisel) semakin hari semakin terkuak oleh masyarakat luas. Bupati Cianjur, Irvan Ri...
-
Encep Suganda Selama puluhan tahun pria yang satu ini telah menjadi aparat Desa Sindangjaya. Tujuannya hanya-lah satu yakni ingin mem...
-
JAKARTA-Ketua Umum Dewan Koordinasi Nasional (DKN) Garda Bangsa, H Cucun Ahmad Syamsurijal menyambut positif langkah Partai Kebangkita...
-
Pemerintah Kecamatan Karangtengah bina perangkat Desa Sukamantri termasuk BPD, dan LPM. Acara dilaksanakan di Aula Desa Sukamantri, de...


Tidak ada komentar: