Radar Cianjur »
Nasional
»
Ini Rapor Merah Pemerintah Versi Survei SMRC
Ini Rapor Merah Pemerintah Versi Survei SMRC
Posted by Radar Cianjur on Senin, 25 Juli 2016 |
Nasional
JAKARTA–Kondisi perekonomian secara nasional di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo diklaim memuaskan. Setidaknya itu merupakan hasil survei terbaru lembaga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) bertajuk “Kinerja Pemerintahan, Dua Tahun Pilpres.”
Direktur Pogram SMRC Sirojuddin Abbas mengatakan, 37 persen responden menyatakan kondisi ekonomi nasional saat ini lebih baik dari setahun lalu. Sedangkan yang menyatakan kondisi sekarang lebih buruk dari setahun lalu 23 persen.
Bahkan, 55 persen masyarakat optimis kondisi perekonomian setahun ke depan akan lebih baik. “Yang menyatakan lebih buruk hanya delapan persen,” kata Abbas dalam paparan hasil survei SMRC, Minggu (24/7) di Jakarta.
Survei terbaru ini dilakukan pada 22-28 Juni 2016 dengan responden 1027 orang yang dapat diwawancarai. Metodenya multistage random sampling, margin of error kurang lebih tiga persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Abbas mengatakan, kinerja setahun terakhir menunjukan kondisi ekonomi mengalami kenaikan. Dia menilai kinerja Jokowi dan jajaran di bidang ekonomi positif. Hal ini terkonfirmasi dari data inflasi Badan Pusat Statistik.
Namun, lanjutnya, ada beberapa bidang kinerja di pemerintahan Jokowi yang kurang menggembirakan. "Kebijakan pro kesejahteraan, untuk pemerataan kesejahteraan masih belum diwujudkan. Soal pemerataan dianggap sebuah masalah yang belum direspon dengan baik,” kata Abbas.
Hasil survei SMRC menunjukan 29 persen responden menilai kinerja pemerintahan Jokowi dalam membuat harga pokok terjangkau warga lebih buruk lebih buruk ketimbang tahun sebelumnya.
Sedangkan yang menyatakan lebih baik hanya 26 persen.
Dari sisi penyediaan lapangan kerja, 34 persen responden menyatakan lebih buruk. Sedangkan yang menyatakan lebih baik hanya 21 persen. Bahkan, dari sisi mengurangi pengangguran, kinerja jajaran Jokowi juga masih kurang menggembirakan.
Sebanyak 34 persen responden menilai kinerja jajaran Jokowi mengurangi pengangguran lebih buruk. Sedangkan yang menyatakan lebih baik hanya 17 persen.
Bahkan, dalam mengurangi kemiskinan, kinerja pemerintah Jokowi juga tidak kalah buruk. Sebanyak 35 persen responden menilai kinerja jajaran pemerintahan Jokowi mengurangi jumlah orang miskin semakin buruk. Sedangkan, yang menilai semakin baik hanya 21 persen.
Lebih jauh Abbas mengatakan, pemerintah dianggap responden belum bekerja optimal dalam mengupayakan penciptaan dan perluasan lapangan kerja. Hal ini berdampak pada belum berkurangnya pengangguran secara signifikan. “Ini kebijakan ekonomi yang dipandang problematik,” katanya.(boy/jpnn)
Direktur Pogram SMRC Sirojuddin Abbas mengatakan, 37 persen responden menyatakan kondisi ekonomi nasional saat ini lebih baik dari setahun lalu. Sedangkan yang menyatakan kondisi sekarang lebih buruk dari setahun lalu 23 persen.
Bahkan, 55 persen masyarakat optimis kondisi perekonomian setahun ke depan akan lebih baik. “Yang menyatakan lebih buruk hanya delapan persen,” kata Abbas dalam paparan hasil survei SMRC, Minggu (24/7) di Jakarta.
Survei terbaru ini dilakukan pada 22-28 Juni 2016 dengan responden 1027 orang yang dapat diwawancarai. Metodenya multistage random sampling, margin of error kurang lebih tiga persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Abbas mengatakan, kinerja setahun terakhir menunjukan kondisi ekonomi mengalami kenaikan. Dia menilai kinerja Jokowi dan jajaran di bidang ekonomi positif. Hal ini terkonfirmasi dari data inflasi Badan Pusat Statistik.
Namun, lanjutnya, ada beberapa bidang kinerja di pemerintahan Jokowi yang kurang menggembirakan. "Kebijakan pro kesejahteraan, untuk pemerataan kesejahteraan masih belum diwujudkan. Soal pemerataan dianggap sebuah masalah yang belum direspon dengan baik,” kata Abbas.
Hasil survei SMRC menunjukan 29 persen responden menilai kinerja pemerintahan Jokowi dalam membuat harga pokok terjangkau warga lebih buruk lebih buruk ketimbang tahun sebelumnya.
Sedangkan yang menyatakan lebih baik hanya 26 persen.
Dari sisi penyediaan lapangan kerja, 34 persen responden menyatakan lebih buruk. Sedangkan yang menyatakan lebih baik hanya 21 persen. Bahkan, dari sisi mengurangi pengangguran, kinerja jajaran Jokowi juga masih kurang menggembirakan.
Sebanyak 34 persen responden menilai kinerja jajaran Jokowi mengurangi pengangguran lebih buruk. Sedangkan yang menyatakan lebih baik hanya 17 persen.
Bahkan, dalam mengurangi kemiskinan, kinerja pemerintah Jokowi juga tidak kalah buruk. Sebanyak 35 persen responden menilai kinerja jajaran pemerintahan Jokowi mengurangi jumlah orang miskin semakin buruk. Sedangkan, yang menilai semakin baik hanya 21 persen.
Lebih jauh Abbas mengatakan, pemerintah dianggap responden belum bekerja optimal dalam mengupayakan penciptaan dan perluasan lapangan kerja. Hal ini berdampak pada belum berkurangnya pengangguran secara signifikan. “Ini kebijakan ekonomi yang dipandang problematik,” katanya.(boy/jpnn)
Populer
-
CIPANAS- Kondisi cuaca buruk selama Februari 2016, mengakibatkan sejumlah harga sayur-mayur di Pasar Tradisional Pasar Cipanas meningk...
-
FOTO: ILLUSTRASI PACET- Empat orang pelaku penipuan bermodus transaksi online diringkus Unit III Subdit Jatanras Ditreskrimum Pold...
-
JAKARTA-Rapat internal Komisi IX DPR akhirnya memutuskan dibentuknya Panitia Kerja (Panja) Vaksin Palsu. Hal ini sebagai tindak lanjut...
-
PARIS Saint Germain (PSG) mencul menjadi salah satu klub yang diperhitungkan di Benua Eropa, selama empat tahun belakangan ini. Dukung...
-
CIANJUR – Beragam potensi alam di Cianjur Selatan (Cisel) semakin hari semakin terkuak oleh masyarakat luas. Bupati Cianjur, Irvan Ri...
-
Encep Suganda Selama puluhan tahun pria yang satu ini telah menjadi aparat Desa Sindangjaya. Tujuannya hanya-lah satu yakni ingin mem...
-
JAKARTA-Ketua Umum Dewan Koordinasi Nasional (DKN) Garda Bangsa, H Cucun Ahmad Syamsurijal menyambut positif langkah Partai Kebangkita...
-
Pemerintah Kecamatan Karangtengah bina perangkat Desa Sukamantri termasuk BPD, dan LPM. Acara dilaksanakan di Aula Desa Sukamantri, de...

Tidak ada komentar: