Radar Cianjur »
Nasional
»
Literasi Keuangan Syariah Masih Rendah
Literasi Keuangan Syariah Masih Rendah
Posted by Radar Cianjur on Rabu, 27 Juli 2016 |
Nasional
OJK. Foto: JPNN
JAKARTA–Literasi keuangan syariah di Indonesia belum menunjukkan angka menggembirakan. Saat ini, literasi keuangan syariah di tanah air masih di bawah lima persen sehingga perlu ditingkatkan.
"Literasi keuangan syariah masih rendah, makanya dengan pelatihan keuangan syariah yang diberikan pada para dosen merupakan cara yang paling efektif karena nanti akan menyebarkan ke mahasiswa dan masyarakat," ujar Kepala Departemen Pengawasan IKNB 2B Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Heru Juwanto usai memberikan pelatihan kepada 70 dosen di Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN di Tangerang Selatan, Selasa (26/7).
Heru berharap, ada kajian dan inovasi yang bertujuan untuk pengembangan keuangan syariah ke depan. Pasalnya, hingga saat ini keuangan masih didominasi sektor konvensional.
"Padahal Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Idealnya, Indonesia bisa menjadi pusat keuangan syariah dunia. Saat ini pusat keuangan syariah masih didominasi oleh Inggris dan Malaysia," ujarnya.
Dia menambahkan, perlu ada edukasi dan sosialisasi pada masyarakat mengenai keuangan syariah yang menjalankan prinsip-prinsip yang sesuai dengan ajaran Islam.
Salah satu penyebab belum berkembangnya keuangan syariah adalah kurangnya sumber daya manusia yang menguasainya.
"Kami juga akan melakukan ekspansi lembaga keuangan syariah. Kalau sekarang baru sekadar perbankan, asuransi dan pembiayaan, maka dalam waktu dekat kami akan melirik sektor dana pensiun. Ada banyak permintaan agar kami melirik sektor itu,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur IKNB Syariah OJK Mochammad Mochlasin mengatakan, pihaknya terus memberikan pelatihan kepada para dosen ekonomi syariah.
"Ini kedua kalinya, kami memberikan pelatihan kepada para dosen. Sebelumnya, kami mengadakan pelatihan di Universitas Airlangga, Surabaya," ujar Mochlasin.
Dalam pelatihan tersebut, para dosen diberikan edukasi mengenai regulasi tentang keuangan syariah, industri keuangan syariah, dan keunggulan produk dan jasa keuangan syariah.
"Semuanya sama bagusnya, sama lengkapnya dan sama modernnya dengan produk jasa keuangan konvensional," kata Mochlasin.
Melalui pelatihan itu, diharapkan para dosen turut berpartisipasi menyampaikan kembali informasi yang didapatkan kepada lingkungan akademisi dan juga masyarakat luas.(jpnn)
Populer
-
USIA DINI: TK Al Azhar Cianjur mengajarkan kepada siswa sejak dini tentang sopan santun terhadap guru dan orang tua. CIANJUR-Mar...
-
MOMENTUM bulan Ramadan dimanfaatkan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Cianjur, Moch Ginanjar, untuk selalu m...
-
Ruas Jalan Raya Cipanas sudah menjadi langganan banjir, tak pelak kondisi ini semakin mempersulit pengendara ketika melintas. Amat dis...
-
CIANJUR- Pondok Pesantren At-Taubah Lapas Kelas II B Cianjur bina para narapidana dengan berbagai materi keagamaan. Harapannya agar kelak...
-
CIANJUR-Tahun ajaran 2016/2017 mendatang. SMK IT Al-Musyaroah Cianjur bakal membuka jurusan perbankan syariah. Guna mencetak siswa yang pah...
-
ILUSTRASI CIANJUR-Istilah 'Salam Pramuka' dan 'Salam OSIS' berada di daftar pencarian teratas dalam sebuah mesin telus...
-
ilustrasi GEKBRONG –Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Desa Cikancana, Bripka Arief Firmansyah, b...
-
BANDUNG-Persib Bandung harus bersabar untuk menurunkan Zulham Zamrun di laga resmi. Pasalnya, kondisi fisik Zulham hingga kin...


Tidak ada komentar: