Melihat Aktifitas Penggemar Japati di Mekarsari Kerap Dilombakan, Butuh Pasangan Sejoli

FOTO: M SUYUDHI/RADAR CIANJUR
PENCINTA: Para penggemar burung merpati di Desa Mekarsari.


PRIA warga Kampung Panembong, Desa Mekarsari, Kecamatan Cianjur mempunyai ciri khas dan keasikan yang unik dalam mengisi waktu di setiap sore harinya. Selain sering berbaur dengan warganya, mereka ini sering juga berbaur dengan sosok binatang yang amat menurut dan mengasyikan bagi mereka pencinta burung merpati.

Seperti halnya Dukun (34) yang pada kemarin sore tengah asik melatih burung merpatinya. Ia mengakui, bahwa burung merpati ini merupakan burung yang hidup di masa modern dan mempunyai kesetiaan yang tinggi terhadap cintanya atau tempat tinggalnya. “Burung merpati atau sering disebut orang sunda mah burung japati, punya kemampuan terbang dan daya ingat yang tinggi. Dalam perawatannya pun tidak ribet dan susah,” ujarnya.

Maka dari itu menurut ia, burung merpati ini bisa diterbangkan dimana saja dan kembali pulang ke kandangannya sendiri tanpa harus ia tangkap. Oleh sebab itu, burung tersebut pun banyak diminati dan diburu orang, khususnya pencinta merpati. “Ini juga kita lagi latihan untuk perlombaan nanti setiap hari Minggu rutin, serta untuk menyambut Agustusan juga. Jadi kita lakukan persiapan agar bisa menang dalam perlombaan nanti,” kata Dukun.

Konon katanya, menurut para pecinta burung merpati di Desa Mekarsari, melatih burung ini tidak mudah untuk menjadi sosok burung yang penurut dan dikendalikan. Biasanya untuk burung-burung merpati yang dipakai di ajang perlombaan yaitu burung yang berpasangan atau sejodoh. “Harus ada sejodo, antara betina dan jantannya. Nah jadi gini, burung si betina ini dipegang oleh kita dan sedangkan yang jantan kita lepasin. Nantinya, si jantan ini nyamperin ke burung betina yang kita pegang. Itu disebutnya giring dalam perburungan merpati,” jelasnya.

Di samping itu, menurut Billi (28) pencinta burung merpati lainnya menuturkan, bilamana burung merpati jantan tersebut yang diterbangkan tidak kembali, maka burung itu belum giring. “Ya harus ikhlasin aja kalau misalkan burungnya tidak kembali. Melatih kesabarannya disini, seharusnya burung tersebut disimpan dulu di kandang dengan pasangannya selama tujuh sampai sepuluh hari agar pendekatan dan saling menyukai,” imbuhnya.

Merpati juga terkenal cerdik dan tau majikannya, seperti yang sering diketahui burung tersebut sering dibawa kapal-kapal perang yang bertujuan untuk memberi kabar atau lokasi jika mereka diserang kapal selam milik musuh. “Soalnya dulu kan belum ada teknologi kaya HP atau GPS. Jadi mengirim pesannya memakai burung merpati. Disitulah a kesetiaan merpati, makanya burung ini sering disebut burung yang pintar dan setia,” tutup Billi. (yud)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top