Bahaya Sutet Ancam Warga

FOTO: MAMAT MULYADI/RADAR CIANJUR
MENGANCAM: Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (Sutet) mengancam keselamatan warga di Mande.



MANDE-Para pengusaha yang bergerak di bidang properti tak menghiraukan resiko bisnis pendirian rumah dan bangunan di bawah Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (Sutet). Padahal, berdasarkan pengakuan beberapa warga Kecamatan Mande sudah ada aturan berlaku diatur pemerintah, dan dinas terkait. Seperti halnya, mengenai penerapan jarak aman minimum.

Wawan (45) warga setempat mengatakan, keselamatan sangat penting. Namun, banyak warga yang nekad beli meskipun dengan cara dicicil. “Kalau saya khawatir tak diharapkan atau diiginkan bisa saja terjadi," akunya.

Menurutnya, masih banyak masyarakat tak mengetahui bahwa dirinya bisa terancam gangguan kesehatan. Karena, bermukim tempat tinggal berada dekat dengan sutet rumah dibelinya atau didirikan oleh para pengusaha properti saat ini menjamur.

Sementara itu, berdasar aturan dari Direktorat Jenderal Ketenagalitrikan Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) menerbitkan, Peraturan Menteri Nomor 18/2015 menggantikan aturan sebelumnya, yakni Peraturan Menteri ESDM Nomor 01.P/47/M.PE/1992 tentang ruang bebas dan jarak bebas minimum pada SUTET. Nah, ruang bebas yang dimaksud yaitu area dengan jarak atau radius tertentu yang diukur dari tapak tiang SUTET yang harus terbebas dari bangunan apapun.

"Aliraan listrik jangan dianggap sepele, nah itu ada energi magnetik. Rawan dan khawatir bisa menyebabkan gangguan kesehatan bagi mereka secara tak sadar, apalagi bila terpapar terlalu sering. Persoalnnya, kan pemerintah dan dianas terkait itu punya aturannya jelas dan harus menegaskan. Ini malahan cuek dan tak ada larangan atau memberitahuan sama sekali melalui sosialisasi,” paparnya.

Saat dikonfirmasi pihak manajemen perusahaan properti perumahan hingga saat ini masih belum memberikan komentar atau tanggapan apapun juga, dan terbitnya pemberitaan ini, Selasa (9/8) di media ini. Bahkan, beberapa kali pernah ditemui untuk dihubungi selalu tak ada ditempat dan pimpinan perusahaan katanya sedang sibuk.(mat)



Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top