Demam Berdarah Serang Warga Sukaresmi

FOTO: FARHAAN M RIDWAN/RADAR CIANJUR
RAWAN: Salah satu pemukiman penduduk di wilayah Kecamatan Sukaresmi yang rawan diserang penyakit demam berdarah.



SUKARESMI- Tiga desa di Kecamatan Sukaresmi diserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Sejumlah warga terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan dan pemeriksaan.

Paramedis Puskesmas Sukaresmi Emad menjelaskan, dari tujuh desa yang termasuk ke dalam wilayah kerja Puskesmas Sukaresmi, ada tiga desa yang terserang penyakit demam berdarah yakni Desa Ciwalen, Desa Kawungluwuk, dan Desa Cikanyere.

“Warga dari tiga desa sudah ada yang terjangkit demam berdarah, namun alhamdulillah nyawa pasien masih bisa terselamatkan," jelasnya.

Menurutnya, ada beberapa warga Sukaresmi yang terjangkit demam berdarah dan langsung dirujuk ke RSUD Cimacan, jadi kami belum bisa memastikan berapa warga yang terkena penyakit DBD. Meskipun demikian, saat mendapatkan kabar ada warga yang terkena penyakit DBD, pihaknya langsung melakukan pengecekan ke lokasi.

Ada beberapa faktor penyebab kasus penyakit DBD ini berkembang, salah satunya yakni faktor lingkungan sehingga penyakit yang ditularkan lewat nyamuk aedes aegypti ini cenderung tinggi di tempat-tempat tersebut.

"Setelah melakukan inspeksi di lapangan, masih banyak jentik nyamuk yang berada di genangan air dalam gentong, bekas tempat minum burung warga, dan beberapa tempat lainnya yang tidak disadari warga," tuturnya.

Emad mengatakan, ke tiga desa yang terserang penyakit demam berdarah merupakan wilayah pemukiman padat penduduk, dan masih ada warga yang tidak memperhatikan lingkungan daerahnya.
"Kami masih melakukan penyelidikan, apakah ke tiga daerah itu masuk kategori endemik sehingga harus dilakukan fogging atau tidak. Namun dari riwayat ke tiga tersebut, sudah ada warga yang terkena DBD," katanya.

Kasi Kesra Desa Ciwalen Burhanudin mengaku, beberapa warga yang terjangkit penyakit DBD dikarenakan masih minimnya kesadaran menjaga lingkungan. Buktinya dibeberapa perkampungan masih ada air yang dibiarkan menggenang, padahal daerah itu merupakan pemukiman padat penduduk.

“Makanya pada hari ini (Kemarin) kami bersama Tim Puskesmas Sukaresmi akan melakukan penyuluhan tentang DBD, dan kami berharap pemerintah bisa segera melakukan fogging agar nyamuk aedes aegypti tidak berkembang biak," ungkapnya. (fhn)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top