Radar Cianjur »
Cipanas
»
Demam Berdarah Serang Warga Sukaresmi
Demam Berdarah Serang Warga Sukaresmi
Posted by Radar Cianjur on Jumat, 12 Agustus 2016 |
Cipanas
FOTO:
FARHAAN M RIDWAN/RADAR CIANJUR
RAWAN:
Salah satu pemukiman penduduk di wilayah Kecamatan Sukaresmi yang rawan
diserang penyakit demam berdarah.
SUKARESMI-
Tiga desa di Kecamatan Sukaresmi diserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Sejumlah warga terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan
perawatan dan pemeriksaan.
Paramedis
Puskesmas Sukaresmi Emad menjelaskan, dari tujuh desa yang termasuk ke dalam
wilayah kerja Puskesmas Sukaresmi, ada tiga desa yang terserang penyakit demam
berdarah yakni Desa Ciwalen, Desa Kawungluwuk, dan Desa Cikanyere.
“Warga
dari tiga desa sudah ada yang terjangkit demam berdarah, namun alhamdulillah
nyawa pasien masih bisa terselamatkan," jelasnya.
Menurutnya,
ada beberapa warga Sukaresmi yang terjangkit demam berdarah dan langsung
dirujuk ke RSUD Cimacan, jadi kami belum bisa memastikan berapa warga yang
terkena penyakit DBD. Meskipun demikian, saat mendapatkan kabar ada warga yang
terkena penyakit DBD, pihaknya langsung melakukan pengecekan ke lokasi.
Ada
beberapa faktor penyebab kasus penyakit DBD ini berkembang, salah satunya yakni
faktor lingkungan sehingga penyakit yang ditularkan lewat nyamuk aedes aegypti
ini cenderung tinggi di tempat-tempat tersebut.
"Setelah
melakukan inspeksi di lapangan, masih banyak jentik nyamuk yang berada di
genangan air dalam gentong, bekas tempat minum burung warga, dan beberapa
tempat lainnya yang tidak disadari warga," tuturnya.
Emad
mengatakan, ke tiga desa yang terserang penyakit demam berdarah merupakan
wilayah pemukiman padat penduduk, dan masih ada warga yang tidak memperhatikan
lingkungan daerahnya.
"Kami masih melakukan penyelidikan, apakah ke tiga daerah itu masuk kategori endemik sehingga harus dilakukan fogging atau tidak. Namun dari riwayat ke tiga tersebut, sudah ada warga yang terkena DBD," katanya.
"Kami masih melakukan penyelidikan, apakah ke tiga daerah itu masuk kategori endemik sehingga harus dilakukan fogging atau tidak. Namun dari riwayat ke tiga tersebut, sudah ada warga yang terkena DBD," katanya.
Kasi
Kesra Desa Ciwalen Burhanudin mengaku, beberapa warga yang terjangkit penyakit
DBD dikarenakan masih minimnya kesadaran menjaga lingkungan. Buktinya
dibeberapa perkampungan masih ada air yang dibiarkan menggenang, padahal daerah
itu merupakan pemukiman padat penduduk.
Populer
-
CIANJUR – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) From Pembela Islam (FPI) Cianjur, lakukan Musyawarah Cabang Muscab se-Kabupaten Cianjur, ...
-
CIBEBER – Guna memenuhi kebutuhan air untuk lahan pertanian, Pemerintah Desa Mayak, Kecamatan Cibeber, membangun saluran irigasi tersier ...
-
*Mengajak Seluruh Insan Outomotif, Klub Motor, Organisasi lainnya Hadir di Acara Monumen Persaudaraan* CIANJUR- Bikers Brotherhood MC (...
-
JADI PERHATIAN: Wanita setengah telanjang berkeliaran di Cianjur kota dan menyita perhatian warga. CIANJUR dihebohkan oleh seorang ce...
-
*) Nanang Rustandi BEGITU berseliweran berbagai informasi dan berita di era Jaman Now. Semua harus disortir mana yang benar-benar infor...
-
Neng Eem ingatkan masyarakat pentingnya empat pilar MPR RI CIANJUR- Anggota DPR RI, yang juga anggota MPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa H...
-
PACET- Pemkab Cianjur telah kehilangan potensi pajak dari sektor real estate di wilayah Cipanas, Pacet, dan Sukaresmi. Mengingat tidak sedi...

Tidak ada komentar: