Radar Cianjur »
Berita Utama
»
Kemenag Terjunkan Tim Usut Penipuan 177 Jemaah Haji
Kemenag Terjunkan Tim Usut Penipuan 177 Jemaah Haji
Posted by Radar Cianjur on Rabu, 24 Agustus 2016 |
Berita Utama
JAKARTA - Inspektur
Jenderal Kementerian Agama M Jasin menyayangkan kejadian 177 calon jemaah haji
Indonesia yang berangkat menggunakan kuota Filipina.
Para calon tamu Allah itu diduga memakai dokumen
palsu. Menurut Jasin, mereka merupakan korban bujukan sindikat penipuan.
Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi ini
mengatakan, sindikat di dalam negeri yang membantu menipu calon haji itu harus
dicari. "Nah, kalau dia dibujuk orang, orangnya siapa, itu yang perlu kita
cari," ujar Jasin di kantor KPK, Selasa (23/8).
Jasin mengatakan, Kemenag selalu menganjurkan
kepada masyarakat yang ingin naik haji untuk melewati program resmi. Jadi, kata
Jasin, harus mendaftar sesuai aturan yang ada baik untuk haji reguler maupun
khusus.
Dia mengatakan, Kemenag menerjunkan tim untuk
memverifikasi keberadaan pihak-pihak yang ikut bekerja sama dengan sindikat
asing melakukan perbuatan yang melanggar ketentuan.
"Kalau terjadi penipuan kita laporkan ke
penegak hukum," tegasnya. (boy/jpnn)
Menurut Syafrizal, informasi itu didapatkan dari Kedutaan Besar RI (KBRI) di Filipina, Senin (22/8/2016) malam.
"Kan tadi malam, kata orang KBRI perwakilan dari 177 itu yang diinvestigasi 14 orang. Dimintai jadi saksi di sana," ujar Syafrizal, di Kantor Sekretariat Jenderal Kemenag, Jakarta Pusat, Selasa (23/8/2016).
Berdasarkan informasi tersebut, 14 saksi yang diperiksa itu diduga terkait secara langsung dengan delapan agen perjalanan yang membawa 177 WNI calon jemaah haji.
"Jangan-jangan itu pimpinan-pimpinan, (14 orang itu) dimintai jadi saksi di sana (Filipina). Bisa jadi (sindikat), diduga seperti itu. Saya dapat informasi via phone dari KBRI, tadi malam oleh KBRI sana," kata dia.
Sebelumnya, Kepala Imigrasi Filipina Jaime Morente mengatakan bahwa paspor yang diperoleh secara ilegal itu dilaporkan disediakan oleh para pendamping.
Para jemaah asal Indonesia itu membayar mulai 6.000 – 10.000 dollar AS per orang menggunakan kuota haji yang diberikan Arab Saudi kepada Filipina.
Morente mengatakan, identitas jemaah Indonesia itu terungkap setelah didapati mereka tidak berbahasa Filipina.
Mereka kemudian mengaku sebagai warga negara Indonesia yang masuk ke Filipina secara terpisah sebagai turis.
Morente memerintahkan agar semua jemaah segera dikenakan tuduhan melanggar peraturan imigrasi karena mengaku sebagai warga Filipina dan sebagai orang asing yang tidak dikehendaki.
Mereka ditahan di rumah tahanan Imigrasi di Taguig City.
Kantor Imigrasi Filipina sedang bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri serta badan penegak hukum lain maupun juga dengan Kedutaan Besar Indonesia untuk menyelidiki bagaimana paspor Filipina itu diperoleh dan juga untuk mengenali para jemaah sebelum mereka dideportasi.
Kantor Imigrasi menambahkan, pihaknya menyelidiki dan memantau rombongan jemaah itu setelah Presiden Rodrigo Duterte mengatakan ada orang asing yang menggunakan paspor Filipina yang disediakan oleh pejabat-pejabat yang korup yang menangani urusan haji.
Menurut Ketua Harian YLKI, Tulus Abadi, jika pelakunya adalah agen perjalanan haji, Kemenag harus memberikan sanksi tegas kepada agen perjalanan haji, seperti memasukkan dalam daftar hitam atau black list, atau bahkan mencabut ijin operasionalnya.
"Dirjen Haji Kemenag tidak bisa berdalih bahwa kasus ini bukan tanggungjawabnya. Bagaimanapun hal ini merupakan tanggungjawab Dirjen Haji Kemenag," ujar Tulus, Senin, 22 Agustus 2016.
Disamping itu, YLKI juga mengimbau kepada masyarakat agar mendaftarkan diri sebagai calon jamaah haji dengan prosedur yang benar. Jangan tergiur iming-iming dari oknum tertentu, yang ujungnya hanyalah sebuah penipuan belaka.
Sebelumnya, Aparat Filipina menangkap 177 jemaah haji Indonesia yang menggunakan dokumen palsu untuk menggunakan kuota haji Filipina. Mereka mayoritas dari Sulawesi, yang ingin berangkat haji dari Filipina. Saat ini mereka tertahan di Bandara Filipina dan tidak bisa diberangkatkan.
Filipina menegaskan akan memproses kasus ini ke pengadilan agar sindikat yang berada di negara itu terbongkar.
Populer
-
FOTO: HAKIM/ RADAR CIANJUR ATUR SERANGAN: Siswa MA Nurul Islam kelas 12 menjalani latihan hockey saat jam olahraga di sore hari. ...
-
JAKARTA-Mabes Polri bertindak tegas terhadap AKBP BH yang menganiaya seorang polisi wanita (polwan) Bripda M di salah satu hotel di Jakar...
-
SOSOK EDI HERMAN KEPALA Desa Cihaur, Edi Herman mengungkapkan, arti dari makna sesungguhnya HUT RI bukan hanya sekedar mengisi hib...
-
CIANJUR-Sejumlah pihak menyoroti bisnis prostitusi lendir impor yang menyelimuti Cianjur, khususnya kawasan Cianjur Utara beberapa hari ...
-
BELUM BERSIH: Gedung Mahkamah Agung (MA) di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Foto: dokumen JPNN.Com JAKARTA-Komisi Pemberantas...
-
FOTO: MAMAT MULYADI/ RADAR CIANJUR PERANGI DBD: Cecep Hendra dan Udin Wahyudin mengimbau masyarakat untuk melakukan PSN berkala. ...
-
* Terbang dari Cilacap, Tiga Selamat BANDUNG-Pesawat latih jenis Piper Warrior 172 Cessna mendarat darurat di area persawahan di Desa ...
-
JAKARTA-Ratusan ribu honorer kategori dua (K2) melayangkan protes kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokras...

Tidak ada komentar: