Radar Cianjur »
Cianjur Raya
»
Menelisik Kehidupan Pedagang Cingcau Haurwangi Tak Punya Rumah, Satu Keluarga Hidup di Toilet Umum
Menelisik Kehidupan Pedagang Cingcau Haurwangi Tak Punya Rumah, Satu Keluarga Hidup di Toilet Umum
Posted by Radar Cianjur on Jumat, 12 Agustus 2016 |
Cianjur Raya
MIRIS: Dedih dan keluarganya hidup di toilet umum lantaran
tidak punya rumah dan tempatusahanya dibongkar paksa.
BANYAK Program bantuan dikucurkan dari pemerintah, ternyata
masih belum tersentuh menyeluruh. Terbukti, dialami dan dirasakan pasangan
suami istri, Dedih (55) dan Rohmanah (53) serta kelima anaknya.
Laporan : MAMAT MULYADI/Kecamatan Haurwangi
SUNGGUH miris, nasib yang dialami warga Kampung Sukamaju
RT03/08, Desa Haurwangi, Kecamatan Haurwangi. Mereka sekeluarga harus rela dan
terpaksa hidup di toilet umum untuk bertahan hidup.
Di tengah kekisruhan tuai protes warga dengan pemangku
kebijakan (Pemkab Cianjur) terkait pembongkaran lapak para pedangan cingcau di
Res Area Haurwangi. Ternyata masih banyak yang belum tersentuh. Radar Cianjur
tak sengaja menemui satu satu keluarga hidupnya sungguh prihatian dan perlu
dibantu. Satu keluarga tersebut sangat menunggu dan mendambakan perhatian dari
pemerintah khususnya serta semua pihak.
"Ya, betul kang? memang keluarga Bah Anyed (panggilan
akrab sehari-hari, red). Setelah pembongkaran lapak cingcau tak ada tempat
tinggal, dan terpaksa tidur di toilet umum milik tetangga. Terhitung sudah
empat hari dari saat ini, bahkan bekas puing-puing pembongkaran seperti kayu,
bilik, asbes, dan bahan bekas lainnya dari lapak cingcau sudah rusak dipungut
untuk bangun rumah ala kadarnya alias rutilahu," ucap Tete Kurniadi (34)
diamini warga setempat lainnya, Abdul Kohar (50) dan Tatang (48) kepada
wartawan ini.
Keluarga itu sudah hampir 20 tahun bertahan hidup berjualan.
Beberapa warga setempat bercerita dan mengakui, bukan tak mau untuk direlokasi
atau dipindahkan. Persoalannya, di dalam Res Area Haurwangi. Pasalnya itu masih
perlu ada pembenahan. “Bayangkan saja kang? para pedagang dikasih lahan hanya 2
meter setengah. Hanya cukup untuk gerobak saja, nah sedangkan di dalam itu terlalu
sempit masih perlu ada perluasan area,” ujarnya dengan iba.
Sementara itu, kelima anaknya itu masing-masing diantaranya,
Rastiawan (30), Rustandar (22), Jubaedah (25), Julaeha (22), dan Suryandi (16).
"Kami yakin, dan percaya Bupati Cianjur terlipih dan
dipilih ini memiliki rasa bijak, baik, dan sayang akan masyarakatnya. Berharap
keluhan melalui aspirasi ini bisa didengar disikapi dengan hati tenang dan
lapang dada," timpal Ujang Rastiawan (35) mantan Ketua RW 08, Desa
Haurwangi, Kecamatan Haurwangi.(**)
Populer
-
CIANJUR – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) From Pembela Islam (FPI) Cianjur, lakukan Musyawarah Cabang Muscab se-Kabupaten Cianjur, ...
-
CIBEBER – Guna memenuhi kebutuhan air untuk lahan pertanian, Pemerintah Desa Mayak, Kecamatan Cibeber, membangun saluran irigasi tersier ...
-
*Mengajak Seluruh Insan Outomotif, Klub Motor, Organisasi lainnya Hadir di Acara Monumen Persaudaraan* CIANJUR- Bikers Brotherhood MC (...
-
*) Nanang Rustandi BEGITU berseliweran berbagai informasi dan berita di era Jaman Now. Semua harus disortir mana yang benar-benar infor...


Tidak ada komentar: