Menelisik Kehidupan Pedagang Cingcau Haurwangi Tak Punya Rumah, Satu Keluarga Hidup di Toilet Umum

MIRIS: Dedih dan keluarganya hidup di toilet umum lantaran tidak punya rumah dan tempatusahanya dibongkar paksa.


BANYAK Program bantuan dikucurkan dari pemerintah, ternyata masih belum tersentuh menyeluruh. Terbukti, dialami dan dirasakan pasangan suami istri, Dedih (55) dan Rohmanah (53) serta kelima anaknya.

Laporan : MAMAT MULYADI/Kecamatan Haurwangi

SUNGGUH miris, nasib yang dialami warga Kampung Sukamaju RT03/08, Desa Haurwangi, Kecamatan Haurwangi. Mereka sekeluarga harus rela dan terpaksa hidup di toilet umum untuk bertahan hidup.

Di tengah kekisruhan tuai protes warga dengan pemangku kebijakan (Pemkab Cianjur) terkait pembongkaran lapak para pedangan cingcau di Res Area Haurwangi. Ternyata masih banyak yang belum tersentuh. Radar Cianjur tak sengaja menemui satu satu keluarga hidupnya sungguh prihatian dan perlu dibantu. Satu keluarga tersebut sangat menunggu dan mendambakan perhatian dari pemerintah khususnya serta semua pihak.

"Ya, betul kang? memang keluarga Bah Anyed (panggilan akrab sehari-hari, red). Setelah pembongkaran lapak cingcau tak ada tempat tinggal, dan terpaksa tidur di toilet umum milik tetangga. Terhitung sudah empat hari dari saat ini, bahkan bekas puing-puing pembongkaran seperti kayu, bilik, asbes, dan bahan bekas lainnya dari lapak cingcau sudah rusak dipungut untuk bangun rumah ala kadarnya alias rutilahu," ucap Tete Kurniadi (34) diamini warga setempat lainnya, Abdul Kohar (50) dan Tatang (48) kepada wartawan ini.

Keluarga itu sudah hampir 20 tahun bertahan hidup berjualan. Beberapa warga setempat bercerita dan mengakui, bukan tak mau untuk direlokasi atau dipindahkan. Persoalannya, di dalam Res Area Haurwangi. Pasalnya itu masih perlu ada pembenahan. “Bayangkan saja kang? para pedagang dikasih lahan hanya 2 meter setengah. Hanya cukup untuk gerobak saja, nah sedangkan di dalam itu terlalu sempit masih perlu ada perluasan area,” ujarnya dengan iba.

Sementara itu, kelima anaknya itu masing-masing diantaranya, Rastiawan (30), Rustandar (22), Jubaedah (25), Julaeha (22), dan Suryandi (16).


"Kami yakin, dan percaya Bupati Cianjur terlipih dan dipilih ini memiliki rasa bijak, baik, dan sayang akan masyarakatnya. Berharap keluhan melalui aspirasi ini bisa didengar disikapi dengan hati tenang dan lapang dada," timpal Ujang Rastiawan (35) mantan Ketua RW 08, Desa Haurwangi, Kecamatan Haurwangi.(**)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top