Penanganan Anak-anak Berkebutuhan Khusus di Cianjur Unjuk Prestasi Ditengah Keterbatasan Fisik

FOTO: HERLANHERYADIE/RADARCIANJUR
UNJUK GIGI: Idri Jaelani (12) dan Ahmad Gilang (16), dua bocah berprestasi ditengah keterbatasan fisik yang dimiliki.



CIANJUR-Dua bocah binaan Sekolah Luar Biasa (SLB) Permata Kecamatan Ciranjang, Idri Jaelani (12) dan Ahmad Gilang (16) bersama puluhan siswa luar biasa asal Jawa Barat lainnya yang diberangkatkan menuju Manado, Sulawesi Utara untuk bersaing dalam perlombaan antar penyandang disabilitas tingkat nasional. Mereka rencananya diberangkatkan hari ini untuk berlomba hingga Sabtu (3/9) mendatang.

Kepala SLB Permata, Eni Karmini mengatakan, Idri dan Gilang diberangkatkan setelah sebelumnya dinyatakan sebagai juara pertama di tingkat Provinsi Jawa Barat. Idri yang tunanetra unjuk kebolehan dengan membaca puisi, sementara Gilang yang tunarungu dan tunawicara unjuk kebolehan sebagai seorang pantomim.

"Idri dan Gilang bersama dua siswa SLB lainnya di Cianjur ikut berangkat ke Manado. Hari Jumat (26/8) kemarin, sempat ada pertemuan di Cipanas. Kadisdik Cianjur kalau tidak saat itu juga hadir dan memberi arahan kepada anak-anak," terang Eni kepada Radar Cianjur.

Idri dan Gilang, masih kata Eni, merupakan dua diantara puluhan siswa SLB Permata lainnya yang diedukasi dan diberi beberapa keahlian khusus layaknya siswa normal. Menurutnya, keterbatasan fisik bukan menjadi penghalang utama seseorang untuk tetap mengukir prestasi. "Alhamdulillah Idri sudah beberapa kali ikut perlombaan lalu menjadi juara. Buktinya sekarang dia diberangkatkan ke Manado mewakili Jawa Barat," pungkas Eni.

Informasi yang dihimpun, SLB Permata diketahui berada dibawah pengawasan Pusbindik Ciranjang. Saat disambangi, Kepala Pusbindik Ciranjang, Deni Suwarna mengaku di wilayahnya memang terdapat satu sekolah yang didalamnya berisi siswa-siswi dengan keterbatasan fisik. Kondisi tersebut dimanfaatkan Deni untuk menggali potensi para siswa luar biasa itu, salah satunya melalui pentas-pentas ataupun acara formal lainnya.

"Sudah beberapa kali ditampilkan, ada Idri, anak yang tunanetra tapi baca puisinya sangat menyentuh hati. Ada juga Gilang yang pandai mengocok perut masyarakat dengan aksi pantomim. Semangat mereka itu perlu kita acungi jempol," ungkap Deni saat diwawancarai di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.(lan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top